You Now Here »

Perjuangan M Taufik Gerindra Eks Napi Koruptor Yang Ingin Nyaleg Lagi  (Read 85 times - 48 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 14,920
  • Poin: 14.996
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Abdul muis:
Apakah Indonesia kekurangan orang baik dan jujur, sehingga kita sebagai rakyat disodori sampah busuk demokrasi berupa koruptor utk dipilih? Kok si topik mr.lobster ini yg ditanyai, kalau masih punya malu hrsnya dia itu mundur sebagai anggota DPRD, apa salah gen keluarganya atau salah didik orang tuanya, kok bisa2nya satu keluarga menghasilkan 2 koruptor, ketentuan melarang koruptor nyaleg itu hrs didukung, supaya kedepan sistim politik Indonesia lebih bersih dan terpercaya, seperti kata Pak Ahok, biarkan mereka menghabiskan hasil jarahannya diluar pemerintahan, urusan mewakili rakyat serahkan pada generasi politikus muda yg blm terkontaminasi noda2 korupsi, pesan utk si topik, bangun villa di kepulauan seribu, nikmati hobbymu makan lobster sampai sepuasnya

Harry:
Silakan tidak memilih para "sampah busuk" ini. Tapi jgn memaksakan pendapat anda apalagi menghilangkan hak2 sipil orang. Setiap orang punya pertimbangan masing2...bisa jadi seseorang tetap memilih seorang koruptor yg dinilai sangat berjasa utk daerahnya. Dinilai paling capable utk meningkatkan kesejahteraan daerahnya. Atau misalnya dia terjerat kasus korupsi, tapi tidak memperkaya dirinya sendiri. Melainkan salah prosedur misalnya. Dan jgn lupa di republik ini yg namanya jebak menjebak dan kriminalisasi utk nyata adanya. Ada pula pertimbangan siapa yg menjadi lawannya dalam kontestasi pilkada tersebut. Misal...yg satu eks napi koruptor contoh setnov. Lawannya misalnya si anu pendukung kafilah. Ya buat saya jelas pilihannya...saya pasti coblos setnov...gak make mikir dua kali. Intinya pilihan itu harus tetap ada...karena politik itu cair dan berbagai kemungkinan bisa muncul. Tugas pemerintah mengedukasi masyarakat dan memberi peringatan.

Jangan lupa napi eks koruptor seperti halnya dengan eks napi lainnya. Mereka "dipenjara" itu sebenarnya "dimasyarakatkan" di "lembaga pemasyarakatan" dalam konsep hukum indonesia agar bisa dibina utk kembali menjadi warga negara seperti biasa setelah menjalani masa hukuman. Jadi dikembalikan hak2 sipilnya setelah menebus kesalahannya di lapas. Mengerti? Ada pun potensi bahaya dari seorang napi misalnya moral hazard...itu disikapi secara proporsional oleh pemerintah dengan membuka seluas2nya info apakah seseorang terkait kejahatan tertentu. Dan selanjutnya membiarkan masyarakat menentukan sendiri apakah masih mau mempekerjakan orang tersebut atau tidak berdasarkan prinsip kehati2an.

Kalaupun semua penjelasan ini gak masuk di otak...dan hanya mau mengikuti nafsu "pokoknya"...silahkan ikuti konstitusi. Ingat kata menkumham" tujuan yg benar jangan dilakukan dengan cara yg salah"

"Jangan dipaksa saya menandatangani sesuatu yang bertentangan dengan UU. Itu saja," ujar Yasonna

"Alasannya itu bertentangan dengan UU, bahkan tidak sejalan dengan keputusan Mahkamah Konsitusi. Kita ini kan sedang membangun sistem ketatanegaraan yang baik. Tujuan yang baik jangan dilakukan dengan cara yang salah,"

"Karena itu bukan kewenangan PKPU. Menghilangkan hak orang itu tidak ada kaitannya dengan PKPU, tidak kewenangan KPU. Yang dapat melakukan itu adalah UU, keputusan hakim, itu saja," kata Yasonna.

Jokowi aja sebenarnya mengerti penjelasan ini...dan tidak setuju peraturan KPU ini. Tapi seperti biasa dia bukan orang yg berani frontal. Apalagi dalam hal2 yg tidak populer seperti ini...makanya bola dilempar ke MK saja. Yg toh nantinya bakal diputuskan inkonstitusional tanpa harus mengurangi popularitas sang presiden yg lagi siap2 nyapres lagi.

Albert Adlyn:
sadar gak mereka kadang pake cara tidak jujur untuk terpilih lagi, lebih baik tidak usah.
apakah Indonesia sudah tidak ada calon lebih baik?
250 juta jiwa masa harus memilih mantan koruptor.
Jadi anggota dewan tidak ada masa periode, bisa terpilih terus asal bisa kongkalingkong dengan partai politik.
Inikah yg anda inginkan? hanya alasan kemanusian? terus manusia yg lebih banyak dirugikan itu bukan manusia?
kalo tidak mau dihukum maka jangan berbuat, simple tapi nafsu lebih menguasai, masih layak dikasih kesempatan?

Albert Adlyn:
manusia tidak tahu malu wkwkwkwkwkwkw

Harry:
"Hanya saja, sebagai warga negara yang cinta Indonesia sudah seharusnya kita menjadi pemilih yang cerdas."

Lalu kenapa musti sekelompok orang menghilangkan hak kita untuk memilih? Ntah koruptor apa bukan...serahkanlah pada rakyat utk memilih dengan pertimbangannya masing2.

Albert Adlyn:
terbukti rakyat Indonesia masih banyak yg bodoh, maka banyak terpilih pejabat negara yg korupsi merajalela

TMP2:
Bisa dipertjelas lg maksud : dr sekelompok orang menghilangkan hak kita utk memilih....

Parto Suparto:
Pakde dan tim harus ngotot pemberlakuan PKPU ini agar generasi di DPR perlahan mentalnya berubah. Jadikan PKPU ini sebagai seleksi alam, kalau mau berkarir di dunia politik atau menjadi pejabat publik maka jagalah etika dan moralmu.

Toni Chua:
emang sebaiknya dari kpu udah coret nama org2 itu. jadi mrk emang gak bisa masuk di daftar calon terpilih. kl masuk list trus dihimbau jgn pilih. terus terang aja. org2 kita masih bisa diboongin pake uang 10rban....

Givern Miricle:
keserakahan adalah salah satu penyakit manusia yang tak ada obatnya

Alex Rustandjaja:
Kasian banget mosok hanya karena pernah jadi napi kasus korupsi tidak boleh mendapatkan kesempatan korupsi lagi. Terus kalo pengen cepet kaya bagaimana dong caranya? KPK jahat sekali mematikan rejeki orang.

Givern Miricle:
silakan coba jadi bandar narkoba

Yohanes Laba:
Bah...tulisan ini ngeri-ngeri pa sadap skali...Bisa bikin eks napi koruptor muntah berkarung-karung. Cek saja..

Peduli Bangsa:
para oknum praktisi hukum dan para oknum pemangku jabatan dibidang hukum pasti akan berpikir tujuh keliling untuk menolak gugatan para mantan koruptor, mantan bandar narkoba, dan mantan pelaku seksual anak ini.. karena itu bisa jadi akan menutup sumber pemasukan mereka sendiri..
karena bisa dipastikan jika para anggota dewan yg katanya terhormat itu sudah pada bersih maka akan kecil kemungkinan para oknum praktisi hukum dan oknum pemangku jabatan dibidang hukum untuk mendapatkan "uang setan" dari para koruptor.. MENJIJIKKAN memang..!!!

Benny Hutabarat:
Kalo gak bs lg jd anggota legislatif, terancam gak bs makan lobster lg... Makan tuh ikan cuwe!

##? ???:
Koruptor itu... CUMA di indonesia yg TIDAK PUNYA KEMALUAN.!!! Hrs digalakan budaya malu. Di jepang orng yg korupsi itu harakiri. Disini? Malah melambaikan tangan. Indonesia koq masih ngaku negara beradab ya.? Apa gak malu dgn ulah koruptor2 tsb

Kampret212:
kita-kita yang malu

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Perjuangan M Taufik Gerindra Eks Napi Koruptor Yang Ingin Nyaleg Lagi yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/perjuangan-m-taufik-gerindra-eks-napi-koruptor-yang-ingin-nyaleg-lagi-BkDUWxQ7Q

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: