You Now Here »

Sby Kembali Baper Soal Threshold 20 Lha Yang Bikin Aturan Siapa Pak Bapak Tho  (Read 94 times - 60 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 15,293
  • Poin: 15.369
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




jeremy edy d:
Kalau saya mencoba tukar gagasan :
Saya setuju dengan batasan atau presiden threshold adalah 0% , tetapi untuk parlemen threshold 20%.
Dengan begini akan terjadi pembatasan jumlah partai yg bisa masuk ke dpr. dan bagi partai yg tidak lolos threshold supaya bergabung, dengan demikian efekrifitas politik akan tercapai maksimal partai yg dapat masuk ke parlemen maksimal 4 atau 5. Tetapi untuk pemilu yg berikutnya semua pendiri partai yg tidak lolos tidak diperbolehkan membuat partai baru apapun namanya, karena itu dibuka pintu untuk penggabungan partai.
Jadi kemungkinan hiruk pikuk saling mengunci pada pengajuan calon presiden tidak terjadi lagi dimasa datang.
Walaupun presiden threshold 0% tidak otomatis semua partai yg lolos ke dpr akan mengajukan calon.
Dengan aturan yg demikian sy berharap masyarakat diberikan pilihan yg luas dan bangsa ini memperoleh pimpinan yg benar2 pilihan dan kehendak rakyat, bukan hasil saling mengunci diantara partai2 yg ada.
Syarat yg boleh mengajukan calon adalah partai yg lolos di parlemen dengan perolehan minimal 20%.

Kemungkinan pemikiran ini banyak partai yg tidak setuju, karena sudah terbiasa dengan perolehan minimal tapi bisa mengunci partai2 yg suaranya tidak memenuhi threshold.

TMP2:
Sebenarnya tdk ada parpol yg kunci mengunci kok....dg sistem saat ini sj kemungkingan calon 3-4 pasangan terbuka lebar sejak awal...tinggal siap tdk siap, mau tidaknya dan kuat tidaknya lobi masing parpol. Itu yg koar2, karena tdk bisa menyesuaikan diri sj kok. Calon2 non partai jg banyak, tapi gagal jg melobi parpol2 utk mendptkan tiket.

Coba bayangkan jalannya pemerintahan tapi hanya didukung oleh sangat minim suara DPR, apa tg terjadi ?...Sangat berbeda dg pilkada dimana calon independen bisa berkuasa.

Secara grs besar, dg aturan main spt apapun, semua calon wajib cerdas dan cerdik berpolitik. Ini modal utama. Karena memang begitulah jalur politik berlomba mencari sebanyak2 dukungan suara. Setiap aturan main pasti ada nilai +/- nya, tergantung sudut pandan dan kepentingan masing2 jg. Yg buat aturan mereka2 tapi yg mengeluhkan mereka2 jg...kan kampret itu namanya.

Ada perbedaan yg sangat mencolok...Kubu 01 terdiri dr 9 parpol, yg berarti ada sekitar 5-6 parpol yg kondisinya sama dg demokrat, pan, pks, dimana kadernya tdk ada menjadi capres-cawapres. Kenapa mereka tetap bersemangat mengkampanyekan pasangan 01 tanpa banyak mengeluh dg aturan main yg berlaku ??.

Kenapa kubu 01 yg lebih beragam terdiri dr 9 parpol bisa berepakat dg adem ayem tapi kubu 02 yg berjumlah hanya 4 parpol tapi bersepakat dg riuh sambil bawa2 kardus ??

jeremy edy d:
Tetapi dengan parlemen threshold yg demikian kecil dan persyaratan pendirian partai yg relatif mudah ( ini bisa diperdebatkan lagi )
Orangnya itu2 lagi, partai baru dengan tambah atau ganti nama sedikit sdh ikut lagi pd periode berikutnya, aturan yg demikian timbul gurem lagi gurem lagi, ibaratnya partai mudah mudahan atau partai barangkali dapat dan dikarenakan ambang batas cuma kecil, saya menganggap politik seperti ini yg membuat lama dewasa politik di indonesia, sedikit sedikit bilang kita masih dalam tahap belajar berdemokrasi.
Mungkin banyak pihak banyak yg tdk setuju dengan ide ini.
Saya tidak sedang memposisikan diri dipihak manapun untuk gagasan ini.
Kalau untuk yg kemarin ya begitulah harus terjadi karena kalau tidak seperti ini akan terulang politik identitas yg sangat berbahaya seperti dki.
Tetapi ide ini utk kedepan mari mencoba dalam posisi berpikir netral.

Nawadi Zheng:
Yg buat aturan mrk2 tapi yg mengeluh juga mrk2 .. itu namanya raja kampretz temennya genderu.. nyang sontolojo super

TMP2:
Ini namanya pembenaran atas ketidakmampuan dan kesalahan sendiri, karena memang faktanya tdk ada satupun parpol yg bisa memenuhi kok !!

Mungkin beye masih blom bisa menerima kenyataan gagalnya ahy sekaligus melihat tren suara demokrat yg menuju gurem. Yg sebenarnya akibat memaksakan anak kemarin sore yg ternyata semua parpol tdk ada yg berminat, pdhal sdh disiapkan "berkardus2". Demikian jg dg korupsi petingi2 parpolnya, bahkan rekor korupsi para mentri dizamannya jg menghancurkan demokrat dg perlahan tapi pasti menuju dasar.

Dan saat ini rakya sdh banyak terbuka cara pandangannya karena sdh punya pembanding kinerja pemerintahan dijamann beye dg pemerintahan Jokowi saat ini. Buktinya banyak tuh orang demokrat membelot, bahkan dr parpol penduking 02 lainnya.

Anhar Sjafiuddin:
senjata makan tuan ... kwkwkwkwkw

No Fear:
Gede Dongo Baper-an = Kebo Gedongan
Katakan tidak pada Koruptor eh korupsi !!
Si Cengeng tukang maen tweeter !!

FAUZi:
Yang paling benar adalah mem fusikan lagi partai menjadi dua atau tiga partai saja... kebanyakan partai cuma bikin kisruh....


dan presidential threshold jadi tidak perlu, tiap partai dapat mengajukan calon,otomatis maksimal hanya 3 calon... beres urusan

Pelepòn Laladóttir:
SayaBaperanYa?

Hubai dadah:
Piye toh pak SBY ? itu kan sudah disetujui DPR ?? UU MD3 tentang pemilihan pimpinan DPR dan MPR lalu yg mana partai gurem bisa jadi wakil ketua DPR, sementara partai pemenang pemilu disingkirkan gmna ? Maunya yg enyaak enyaaaak ya sob ?

Arijanto Notorahardjo:
Pak sby ternyata pandai melucu selain menyanyi. Dulu bapak bikin PT 20% kenapa? Apa tujuannya? Coba bapak jelaskan ke rakyat sebelum komplain ke pemerintah. #JokowiLagi

Will W.:
Dulu menguntungkan jadi mereka setuju PT 20% tapi sekarang jadi gak menguntungkan.....
Asli nih.....
Egoisnya keluar deh.....
Baper2 egois.....

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Sby Kembali Baper Soal Threshold 20 Lha Yang Bikin Aturan Siapa Pak Bapak Tho yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/sby-kembali-baper-soal-threshold-20-lha-yang-bikin-aturan-siapa-pak-bapak-tho-8MsC3KeQB

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: