You Now Here »

Udah Nggak Jaman Teriak Hidup Makin Susah Belajar Dong Dari Koperasi Susu India  (Read 110 times - 65 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 15,300
  • Poin: 15.376
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Adi Wibowo:
Inspiratif. Koperasi memberi bargaining position yang lebih baik bagi rakyat, bagi petani, bagi peternak, bagi nelayan. Sayang di Indonesia tidak / belum dapat berkembang seperti seharusnya.

Tony Gede:
Kalau melihat dari strukturnya, sebenarnya bisa.

Hanya saja, yang saya amati, masyarakat kita banyak yang belum sadar akan potensi dari koperasi.

Padahal kalau mau dibilang, aturan koperasi di Indonesia dan India atau Selandia Baru sebenarnya tidak terlalu berbeda.

Jadi, kalau diseriusin, sebenarnya koperasi-koperasi di Indonesia bisa berkembang seperti di negara-negara lain.

Itu makanya pemerintah kelihatannya juga sedang menggalakkan program untuk mereformasi koperasi.

Tujuannya agar koperasi juga bisa berkembang mendunia, memanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi dan transportasi sekarang ini.

Karena apa?  Koperasi itu juga badan usaha dengan fitur yang mirip seperti PT.  Jadi kalau PT bisa bikin usaha online, ya koperasi juga bisa.

Kalau PT bisa kolaborasi online, koperasi juga bisa. 

Tinggal soal apa kita mau pakai akal kita, atau cuma mau bermanja-manja menunggu subsidi atau BLT...

Tony Gede:
Kalau memang hambatannya adalah konektivitas, saya setuju.

Makanya program pembangunan infrastruktur dan komunikasi yang gencar dilakukan pemerintah ini penting.

Salah satunya adalah untuk mendukung konektivitas bisnis antar daerah, misalnya antar koperasi di berbagai daerah.

Kalau koperasi dari berbagai daerah berkolaborasi di bawah satu koperasi induk, mereka bisa bekerja layaknya sebuah perusahaan raksasa skala nasional.

Ini karena koperasi induk itu bisa beranggotakan koperasi-koperasi yang ada di bawahnya.  Jadi koperasi-koperasi kecil itu yang menjadi pemilik dari si koperasi induk. 

Keren kan?

Abu Dias:
tulisan kerèèèèènnn ....

Tony Gede:
Kalau suka tulisannya, mohon dishare, masbro...

Abu Dias:
siyaaap melaksanakan perintah ....
hé-hé-hé ....

Tony Gede:
Makasih masbro...

Tony Gede:
Makasih masbro... makasih...  Kirain belum ada yang baca...

Tony Gede:
Dan dari yang saya lihat, pemerintah sudah berada di jalur yang benar.

Untuk langkah pertolongan sementara, pemerintah sudah mengalokasikan dana besar untuk subsidi-subsidi yang lebih tepat sasaran daripada subsidi BBM dan BLT yang bakar-bakar duit dan bikin masyarakat jadi malas dan manja itu.

Langkah-langkah lain pemerintah juga sudah cukup jitu.

Pemerintah menyederhanakan perijinan usaha dan investasi, memotong pajak UKM dan UMKM, menyediakan fasilitas kredit mikro, mereformasi koperasi, dan juga melakukan pembinaan koperasi dan kewirausahaan. Dengan demikian, perusahaan-perusahaan baru didorong untuk tumbuh.

Infrastruktur fisik dan telekomunikasi yang berkembang juga memberikan kesempatan kepada usaha-usaha kecil di berbagai daerah untuk meluaskan jaringan kerjasama dan pasar penjualan mereka.

Mereka yang punya usaha di Sumatera misalnya, bisa memasarkan produknya bahkan sampai jauh ke Papua.

Kerjasama usaha antar wilayah juga makin dipermudah karena dibangunnya infrastruktur fisik dan telekomunikasi ini.

Dan pemerintahan Jokowi juga terus berupaya membuka jalur-jalur ekspor baru ke luar negeri, sehingga tidak hanya bergantung kepada Amerika sebagai sasaran ekspor.

Persiapan sudah dilakukan. Kesempatan juga sedang terus dibukakan oleh Jokowi dan pemerintah, tapi sisanya ada pada kita sekarang. Kita yang harus bergerak cepat untuk menyambut kesempatan yang terus dibukakan ini.

Satu cara yang saya bisa sarankan di sini adalah membuka perusahaan Start-Up baru dengan koperasi.

Daripada cuma mengeluh hidup makin susah (kayak kampreters cengeng), ayo bergerak maju. Dengan koperasi, ciptakan lapangan kerja, ciptakan usaha yang bisa mengekspor agar bisa membawa masuk tambahan devisa bagi Indonesia.

Jadilah bagian dari perubahan yang positif untuk masa depan Indonesia. Ayo majukan ekonomi Indonesia dengan koperasi.

Arijanto Notorahardjo:
Keren dan memberi inspirasi. Terima kasih Pak Tony. Semoga dibaca oleh banyak kampret tukang mengeluh biar sadar.

Tony Gede:
Mudah-mudahan... kita positif thinking aja yaa... hehehehe....

Pamuji Widodo:
Pembahasan yg menarik sekali pakbroo.. salute!

Tapi kalo boleh nimbrung pemikiran dikit, menurut saya problem utama koperasi di Indonesia itu krn masih ada celah regulasi. Mohon dicek aturan pendirian koperasi di negara ini, lalu bandingkan dgn berbagai regulasi ttg pengawasan koperasi di negara ini jg.

Pendek kata, celah regulasi sudah bisa diendus dari berbedanya lembaga antara pemberi ijin pendirian koperasi dgn pengawas kegiatan koperasi.

Ijin pendirian koperasi berada di Kementrian Koperasi, tapi pengawasannya dilakukan oleh OJK. Baik untuk koperasi konvensional, maupun koperasi syariah (spt BMT dsb). Okelah, yg saya bahas ini seolah cenderung pada aspek koperasi sbg badan usaha keuangan, model koperasi simpan-pinjam. Karena yg harus secara ketat diawasi itu kalau sebuah badan usaha sudah boleh menghimpun dan mengelola dana dari masyarakat. Sama halnya dgn badan usaha selain koperasi, yg bila makin mudah mengakses dana (modal) dr masyarakat, maka akan makin berlapis pengawasan usahanya. Makanya misal usaha perorangan (UD), dan persekutuan komanditer (CV) itu pengawasan tidak terlalu ketat. Beda halnya dgn perseroan terbatas (PT), apalagi kalau sudah go public (PT Tbk yg bisa melantai di bursa), pasti pengawasan makin berlapis-lapis, termasuk pengawas bursa pun ikut mengamati.

Tapi bagaimana dgn badan usaha koperasi? Apalagi kalau koperasi yg memiliki anak usaha perseroan? Makin mumet ngawasinya, makin njelimet kenyataan di lapangannya. Pada berbagai lini malah koperasi diindikasikan sengaja didirikan untuk melakukan usaha2 yg bertentangan dgn prinsip GCG. Misalkan sebuah bumn, karyawannya mendirikan koperasi, nanti koperasi itu yg memenangi segala kontrak pengadaan barang & jasa di bumn itu, dari penyedia tenaga outsourcing, penyedia kebutuhan rental kendaraan dinas, penyedia jasa tiket perjalanan dinas, you name it. Dan kalau sob mau cek, monggo dilihat pemenang kontrak berbagai hal tsb di berbagai bumn kita, hehe..

Intinya, bukan bermaksud memadamkan api semangat. Bangsa ini memang banyak belajar ttg korupsi pasca reformasi. Maksudnya, setelah reformasi semua pihak jadi berani bikin 'lahan' korup di tempatnya masing-masing. Yg ribed, celah regulasi itu malah jadi membuat koperasi jadi badan usaha favorit utk melancarkan aksi korupsi. Disini yg harus segera dibenahi.

Mudah2an, periode selanjutnya, saatnya bersih2..

Tony Gede:
Wah, makasih buat tambahan infonya, mas Pamuji.

Memang ini pe-er jg buat pemerintah utk perketat regulasi.

Ini jg mungkin alasannya pemerintah wajibkan koperasi dapat sertifikasi agar jgn ada investasi bodong menggunakan koperasi.

Terlepas soal korupsi, saya sendiri melihat potensi besar koperasi utk memajukan masyarakat akar rumput.

Itu makanya saya juga ingin mengajak kaum milenial agr menggali potensi koperasi.

Bukan utk ajang korupsi tentunya. ????

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Udah Nggak Jaman Teriak Hidup Makin Susah Belajar Dong Dari Koperasi Susu India yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/ekonomi/udah-nggak-jaman-teriak-hidup-makin-susah-belajar-dong-dari-koperasi-susu-india-6qQ3htuSL

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: