You Now Here »

Pertanyaan Saya Soal Perubahan Paket Ekonomi Ke16  (Read 73 times - 23 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 15,321
  • Poin: 15.397
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Pertanyaan Saya Soal Perubahan Paket Ekonomi Ke16
« on: November 22, 2018, 04:05:47 PM »




Donny Rahardian:
Kalau dilihat dengan seksama 25 bidang usaha boleh 100% asing merupakan katalisator untuk usaha2 teknologi tinggi, padat modal maupun low ROI, yg sudah ditawarkan ke pengusaha2 Indonesia tetapi tidak ada yg mau ataupun mandeg progress nya.



Dalam sektor energy yg bisa dikuasai asing itu hanya jasa survey, kontraktor, pemboran, dan maintenance bukan kepemilikan blok atau konsesi. itu pun dikhususkan pada panas bumi yg indonesia belum pernah mencoba.


Di sektor kelistrikan untuk pembangkit listrik >10MW, ini urgent tetapi mandek.


Di sektor kominfo perkembangan teknologi nya juga mandeg, provider yg ada lbh focus jualan konten apps daripada meningkatkan jaringan ke step lbh maju atau memperluas terutama di daerah2 pedalaman.


Di sektor perhubungan hanya transportasi khusus diluar trayek, terutama transportasi ke daerah terpencil yg lion air saja mungkin gak mau.


Satu sisi yg perlu dicermati konglomerasi indonesia sebenarnya pengecut dan maruk, seperti Rusdi Kirana bilang " Lion Air memang tidak paling bagus, tetapi masyrakat tidak ada pilihan " bkn berarti lion air tidak mampu berinovasi, hanya saja tidak perlu karena begitu saja sdh untung.


Jadi konteksnya bkn indonesia tidak mempunyai tenaga ahli, dan ahlinya pasti asing, karena akan terbentur UU Ketenagakerjaan.

Tony Gede:
Begitu ya.

Makanya saya sendiri bilang, mungkin pertanyaan saya ini lebay, tapi pemerintah juga perlu beri penjelasan.

Karena seharian saya lihat oposisi sibuk menggoreng isu ini untuk menimbulkan kesan kalau kebijiakan Jokowi tidak pro-rakyat.

Di sisi lain, saya juga bertanya, untuk sekedar memastikan saja bahwa biar bagaimanapun, masih akan ada ruang bagi pengusaha-pengusaha dalam negeri kita untuk memasuki bidang2 tersebut di masa depan nanti.

Karena kadang2, kalau pemodal besar2an sudah masuk, ada bahaya bahwa mereka akan melakukan lobi2 ke pemerintahan agar mereka dapat kebijakan khusus agar bisa monopoli.

Atau, karena ukuran mereka yang terlalu besar, akhirnya tidak bisa disaingi oleh pengusaha2 dalam negeri kita, sehingga akhirnya mereka menyingkirkan semua pesaing.

Kalau ini terjadi terus menerus, bakalan nggak ada lagi pengusaha dari Indonesia untuk bidang2 tersebut.

mikael endro:
intinya keran kesempatan untuk itu sudah dibuka, cuman pengusaha di sini belum ada nyalinya om

Tony Gede:
Oh gitu ya.  Oke, saya mengerti.  Thanks buat penjelasannya.

Hanya kembali lagi pertanyaan saya adalah, jika nanti pengusaha2 kita sudah siap, apakah masih ada kesempatan untuk mereka?

Apa bukannya malah nantinya justru ceruk usaha tersebut sudah terlanjur penuh sesak dikuasai oleh pengusaha2 asing, sehingga akhirnya pengusaha-pengusaha kita malah tidak punya kans untuk bersaing lagi?

Itu yang saya agak2 ngeri sebenarnya.

Makanya saya pertanyakan:  Apa nggak sebaiknya pertumbuhan ekonomi ini jangan dipaksakan kecepatannya, tapi lebih baik didorong dari dalam agar bertumbuh dalam kecepatan yang bisa dikelola pengusaha2 kita?

Artinya, kalaupun memang belum ada pengusaha di Indonesia yang siap, ya juga jangan buka pintu terlalu lebar utk pengusaha asing.

Tunggu dulu sampai pengusaha2 kita berani dan siap, mampu bersaing, baru buka pintu lebar2 untuk pengusaha2 asing.

mikael endro:
terimakasih bung udah bantu jawab...tadi mau ngetik males kepanjangan....

John Lie Kwee:
Ane kira perlu diliat juga 25 bidang usaha yg boleh 100% asing itu apa aja. Kalo misalnya manufaktur IC VLSI buat komputer atawa hardware laen, ane kira sih ga pa pa karena jangankan UKM/Koperasi, konglomerat Indonesia aja belon tentu bisa...

Tony Gede:
And BTW, kalau pengusaha2 luar bermodal besar masuk ke Indonesia, apakah itu akan masih menyisakan ruang buat pengusaha2 lokal kita untuk bersaing?

Ini saya ngomong skenarionya di masa depan, saat misalnya anak2 bangsa kita sudah mampu misalnya menciptakan teknologi2 tersebut.

Saya hanya kuatir, karena pasar teknologi tersebut sudah dikuasai oleh perusahaan2 asing, maka tidak ada lagi ruang bagi pengusaha2 lokal / anak2 bangsa kita untuk masuk ke ceruk teknologi tsb.

Tony Gede:
Yah memang saya tidak bilang kalau saya menentang ide ini 100% juga.

Tapi pertanyaan ini perlu dijawab oleh pemerintahan Jokowi.

Dengan kata lain, perlu klarifikasi lebih jelas agar masyarakat juga paham.

Karena seharian ini, saya ngeliat bahwa masalah ini digoreng terus sama oposisi.

Makanya saya kasih pertanyaan2 di atas.

Rachmat Zoets:
Enak kerja om, gak ribet. Jadi pengusaha repot. Pungli blum ilang ditambah pajak-pajak jual-beli, penghasilan hadeh.

Saya punya 10 teman bergelar sarjana. Dan mereka semua memilih jadi pekerja. Sedangkan saya bergelar s3(sd, smp, smk) menjadi pekerja juga. ??? ?????

Tony Gede:
Well, mau jadi pekerja, selama yang dilakukan halal, ya tidak masalah.  Kerja yang halal dan jujur juga punya pahala / karma baik kok.

Saya hanya mempertanyakan kebijakan pemerintah, agar ada klarifikasi dari pemerintah.

Biar bagaimanapun, rakyat Indonesia juga harus diberi kesempatan untuk berusaha / membuka usaha / berwiraswasta.

Jadi rakyat juga punya pilihan kalau misalnya memang lapangan pekerjaan kurang.

Tony Gede:
Perubahan paket ekonomi ke-16 yang baru-baru ini dikeluarkan pemerintah, menimbulkan tanda tanya besar dalam benak saya.

Mungkin saja saya bisa salah kaprah.  Tapi melihat implikasinya, menurut saya, pertanyaan saya ini harus diajukan kepada pemerintah.

Mungkin saya bukan ekonom.  Tapi saya juga adalah rakyat yang ingin agar seluruh Indonesia sejahtera.

Apapun kebijakan pemerintah, kalau memang untuk mensejahterakan rakyat, saya akan dukung.

Tapi tetap pemerintah harus berhati-hati, agar jangan sampai kebijakan yang dikeluarkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek malah merugikan rakyat Indonesia dalam jangka panjangnya.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Pertanyaan Saya Soal Perubahan Paket Ekonomi Ke16 yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/pertanyaan-saya-soal-perubahan-paket-ekonomi-ke16-UUTX0TTxz

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: