You Now Here »

Sisi Positif Jaman Orba  (Read 97 times - 31 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 15,277
  • Poin: 15.353
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Sisi Positif Jaman Orba
« on: November 23, 2018, 08:49:46 AM »




JOSR:
Saya tidak sependapat.
Meniadakan paham radikal, terorisme, dlsb dengan cara2 otoriter represif adalah anti-demokrasi. Tantangan demokrasi adalah melawan paham2 radikal dan terorisme dengan cara menyadarkan pengikutnya, bukan dengan melenyapkan nyawa mereka. Nyinyiran, protes dlsb harus dilihat sbg tantangan pemerintahan Jokowi, dibiarkan dalam batas2 tertentu, karena melenyapkan tantangan tidak sehat bagi demokrasi.

Tidak ada yg baik dari zaman orba kecuali pembangunan fisik, sy mengalami NKK/BKK, melihat mark up proyek2 IBRD, melihat menderitanya petani cengkeh di sulut dan petani jeruk di kalimantan, bgm dosen sy harus mancing ikan di danau untuk makan sekeluarga setiap hari. Bgm guru2 sekolah negeri terpaksa mengajar di luar jam kerja demi sedikit uang.

Tony Gede:
BTW kok nggak komentar soal Operasi Celurit, masbro?

Tony Gede:
Point taken, masbro.  Dan saya suka kalau ada yang tidak sependapat, karena artinya kita bisa berdiskusi lebih jauh.

Saya jawab ya.
"Tantangan demokrasi adalah melawan paham2 radikal dan terorisme dengan cara menyadarkan pengikutnya, bukan dengan melenyapkan nyawa mereka. "

Soal ini saya juga setuju, selama masih mungkin dilakukan.

Tapi ada kasus-kasus di mana para teroris itu melawan dengan senjata saat akan ditangkap petugas hukum.

Jika saat itu mereka ditewaskan, maka saya sendiri juga nggak akan ribut-ribut soal HAM para teroris.  Salahnya sendiri melawan saat mau ditangkap.

Juga ada kasus2 penyebar paham2 radikal yang memang sudah tidak bisa disadarkan.  Contohnya adalah pendiri JAD.

Jadi memang kita tidak bisa mengambil resiko mengembalikan orang2 seperti ini balik ke masyarakat.  Kalau bisa, diisolasikan saja agar tidak menyebarkan pengaruh yang merusak.


"Nyinyiran, protes dsb harus dilihat sbg tantangan pemerintahan Jokowi, dibiarkan dalam batas2 tertentu, karena melenyapkan tantangan tidak sehat bagi demokrasi."

Yang ini, saya bisa setuju kalau memang hanya dalam batas-batas tertentu.

Tapi bukan berarti setiap orang bebas ngomong seenaknya tanpa mau dituntut untuk mempertanggungjawabkan kata-katanya hanya karena berlindung di balik "Demokrasi".  Berani berbuat, harus berani bertanggung jawab.  Berani menghina orang, ya harus berani bertanggung jawab dan masuk bui kalau dituntut.

Seperti saya bilang, "Mengkritik pemerintahan, kalau dilakukan dengan tepat, itu memang perlu. Tapi harus didasari kebenaran, dilandasi analisa yang tajam, dan dibarengi usulan yang masuk akal."

Jadi, protes dan kritik, selama sehat dan membangun, dan disertai usulan / rekomendasi yang masuk akal, ya memang harus ada.

Tapi kalau cuma nyinyir atau menghina nggak karuan dengan alasan "Demokrasi", buat saya itu nggak masuk akal kalau dibiarkan.  Tetap mereka2 ini harus mempertanggungjawabkan kata2nya, dan jangan dibiarkan seenaknya.


"sy mengalami NKK/BKK, melihat mark up proyek2 IBRD, melihat menderitanya petani cengkeh di sulut dan petani jeruk di kalimantan, bgm dosen sy harus mancing ikan di danau untuk makan sekeluarga setiap hari. Bgm guru2 sekolah negeri terpaksa mengajar di luar jam kerja demi sedikit uang."

Well, saya memang tidak bilang bahwa hal2 ini adalah sisi positif Orba.  Ini adalah sisi2 negatif Orba yang jangan pernah sampai terulang lagi.  Enough is enough.

Kesimpulan
Saya juga memang tidak mau kembali ke jaman Orba.  So don't worry.

Point saya dalam opini ini hanyalah agar saat kita melihat sesuatu, kita lihat dari dua sisi.  Hanya sekedar menyeimbangkan diskusi saja, masbro.

Setiap periode pemerintahan punya sisi positif, punya sisi negatif.  Dan kalau ingin Indonesia terus maju, ya kita pelajari.  Yang positif kita pertahankan / perbaiki + kembangkan, yang negatif kita tinggalkan.

FAUZi:
Aha....

Orde Baru adalah sejarah... dan siapapun tidak bisa mengulang sejarah..., yang bisa dilakukan hanya mengambil sisi positif untuk terus dikembangkan dan memahami sisi negatif agar tidak dilakukan...

Diluar hal yang telah di ulas penulis,

Masih ada beberapa sisi positif seperti dwifungsi ABRI - Rakyat, kontrol ketat kepada kepala daerah dll... walau tetap beberapa hal negatif juga ada

Kelemahan Pak Harto adalah tidak bisa mengontrol perilaku anak anaknya, terutama setelah mereka dewasa dan memasuki dunia usaha, tata niaga cengkeh, mobil nasional dan beberapa proyek lain yang menghapus kecermelangan hasil yang telah di raih

Sering ku komentari bahwa reformasi sesungguhnya baru bergerak semenjak era Pak Dhe... dan sebelum era Pak Dhe..

1998 -2014 adalah masa tergelap, masa terbusuk dan catatan hitam kelam dalam sejarah bangsa ini... yang harus di pelajari agar tak terulang, membawa Indonesia mundur ber dekade dekade....

Glent Lim:
Terutama 2004-2014 dark ages rezim sapi biru yg sontoloyo, pembiaran thd para pengkhianat negara sampe bisa bikin acara live di tvri, sampe korupsi gede2an petinggi partai yg suka omong tidak tidak itu. Cerita gw ke anak cucu nanti, presiden terburuk di Indonesia adl yang ke 2 & 6

Tony Gede:
Ini juga betul.

Yang saya heran kenapa dibiarkan para pengkhianat negara tersebut.  Juga kenapa ormas2 yg ingin mengganti Pancasila bisa berkembang subur di jamannya?

Apa karena kebijakan dia "Kepingin Punya Jutaan Teman" atau yang begitu itukah?  Makanya dia nggak berani mengambil sikap tegas, semua dibiarkan begitu?

Tony Gede:
Soal kontrol ketat kepala daerah, saya setuju tuh.

Kalau saya lihat, sistem otonomi daerah kayak sekarang, di mana di tiap propinsi para gubernur ini jadi seperti raja2 kecil, kok rasanya kurang bekerja ya?

Lihat aja DKI jadi acak2an begitu.

Kalau memang inti otonomi daerah adalah agar tiap daerah bisa berkembang lebih cepat karena dapat bagian pajak lebih besar, kenapa nggak disetujui jumlah pajak yang jadi jatah daerah dan jatah pusat aja?

Tapi gubernur mustinya tetap di bawah presiden.

Tony Gede:
Makasih komentarnya, pak Fauzi...  Kupikir belum ada yang baca artikelnya... hehehe...

Untuk periode 1998-2014, sebenarnya kita punya BJ Habibie dan Gus Dur.  Sayang mereka2 ini nggak lama. 

Tapi yah kita ambil pelajarannya saja di sini.

FAUZi:
Habibielah salah satu pangkal muasal masalah om...



dilanjutkan dengan 10 tahun presiden paling gagal sepanjang sejarah umat manusia, klop deh... sekarang kita rasakan hasil dan akibatnya... dan Pak Jokowi yang harus membenahi

Tony Gede:
Oh, gitu yah?

Aku baru tahu tuh.  Waktu jaman2 itu masih belum terlalu ngeh soal politik sih.  Ingatnya cuma waktu itu Timor Timur lepas dari Indonesia.  Itu aja.

Sama kalau BJ Habibie itu bapak Iptek Indonesia.  Hehehe...

Agus W.:
Terima kasih untuk ulasannya Mas Toni.
Iya, saya setuju dengan beberapa sisi positif Orba yang perlu diterapkan kembali.
Semoga di periode kedua Pakde bisa dilaksanakan.

Tony Gede:
Yah, mungkin memang jangan seekstrim di jaman Orba.

Tapi tetap saja ada hal2 baik yang rasanya bisa kita pelajari dan terapkan, toh.

Tony Gede:
Ada banyak teman penulis Seword yang bereaksi keras menentang total soal balik lagi ke jaman Orba.

Tapi ada juga teman-teman komentator yang menyukai beberapa sisi dari jaman Orba, walaupun memang tidak semuanya.

Kalau saya sendiri?

Saya tidak rindu dan tidak ingin kembali ke jaman Orba. Karena buat saya, darah Hendriawan Sie, teman masa kecil saya, dan darah Elang Mulyana, teman sejurusan saya, sudah cukup untuk jadi kisah penutup jaman Orba.

Tapi untuk menyeimbangkan diskusi soal jaman Orba, saya akan beberkan hal-hal yang menurut saya adalah hal-hal positif di jaman tersebut.

Nah, silahkan simak 3 hal tersebut dalam celotehan sinting terbaru Tony Gede ini.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Sisi Positif Jaman Orba yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/sisi-positif-jaman-orba-ubfjrXCEt

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: