You Now Here »

Jokowi Tidak Perlu Mengemis Soal Nissa Gambus Kalau Dia Mendukung Bowo Biarkan Rakyat Menilai  (Read 34 times - 74 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 15,367
  • Poin: 15.443
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




ImAn GSaragih:
Mantaf mas sob. semoga ini dibaca para tkn, jangan kejadian dki terulang

Bani Taplak:
Terimakasih pak

L Lawliet:
benar,,,, dulu ada penulis yang Ahokers juga pernah bercerita ... para relawan kurang meilitan...sehingga kita kalah

Alex Rahardja Zhou:
Kl Jendral udah pasrah pasukan nggak bakal militan (kl baca taktik perang China kuno pasti ngerti apa yg gw maksud)
Jokowi kelihat udah selesai dengan dirinya hello sekarang dia harus all out tunjukin taring namun tetap jadi dirinya kl dia mau menang. Jangan terlalu nurut malah harus lebih out of the box tapi tetep jadi dirinya sendiri, nah itu baru seru. Semenjak bukan Ahok yg jadi wakilnya gw lihat Jokowi kurang nge joss karena nggak ketemu pasangan duet kyk Del Piero Inzhaghi dulu di Juventus

erik:
harus diakui kampanye pak jokowi gak segreget 2014 dulu.
belum ada terdengar program yg bergema di telinga masyarakat seperti revolusi mental, 35000 megawat, tol laut, BBM 1 harga, dll.
buat TKN JOKOWI lebih kerja keras dong, jangan sampai OKE mencret jadi top trending pada akhirnya ????

Tony Gede:
Tul juga. Malah sibuk ribut saling sindir ga penting. Harusnya udah mulai adu program.

Nanti saya tulis kritik soal ini.

Harry:
"Jokowi itu tidak bodoh, tapi dipaksa bodoh oleh TKN sebagai eksekutornya, saat Jokowi bernyanyi kasidahan kemarin, mengapa Jokowi harus sampai menyebut tokoh penyanyi yang mempopulerkannya? Jokowi secara tidak langsung menjatuhkan dirinya sendiri, dan itu murni bukan perbuatan Presiden, melainkan ada bisikan khusus, pasti dari TKN."

Ini logika khas cebong...tempo hari ketika dikritik soal pidatonya yg menggunakan analogi "thanos" dan "game of throne", semua membela jokowi dengan mengatakan itu hasil pemikiran pak dhe...prett. Kalau gitu sekarang juga hasil pemikiran dia sendiri jugalah...kok hanya prestasinya yg mau diembat? Blundernya juga musti ditelen...itu namanya konsekuen dan konsisten. Something that is clearly missing here.

Tony Gede:
Memangnya pidato kenegaraan buatnya nggak pakai jasa pembuat naskah?

Paling2 pakailah.  Ide dasar dari Jokowi, tim pembuat pidato kasih masukan.

So it is a team work.

Jadi kalau blunder, ya Jokowinya, ya timnya, blunder bareng.

Kalau pidatonya bagus, ya bagus bareng2.

Tapi mungkin memang porsi terbesar ya harus diemban Jokowi.

Kalau bagus, ya dia dapat nama baik juga.
Kalau blunder, ya salah dia juga kenapa setuju dengan isi pidatonya. Apa nggak dibaca teliti dulu?

Tony Gede:
sob, nggak semua pendukung Jokowi yg gila mati sama Jokowi sampai g bisa lihat sisi buruknya.

Artikel tulisan saya pun ada yg mengkritik dia soal penegakan hukum, terutama kalau menyangkut minoritas.

Artikel lain saya jg mempertanyakan soal kebijakan paket ekonomi ke 16 krn ada yg rsnya kurang pas buat saya.

Hanya emang artikel2 saya yg spti itu kurang populer? ??? ??? ?????

Senopati:
Kalau Sabyan mendukung Prabohoax, tentu sah2 saja wong namanya pilihan. Tetapi menjadi ironi dengan Din Assalam yang menjadikan mereka populer. Memang sih bukan ciptaan mereka sendiri, hanya sekedar membawakan saja dan memang bagus. Tetapi dukungan politik, kok bertentangan dengan semangat Din Assalam tsb. Sayang sekali anak milenial yang ternyata gagal paham. Apa kurang liputan media, arah politik seperti apa yang dibawa gerombolan kardus.
Sayang sekali . . .

Harry:
"Jokowi jadi terlihat rendah sekali" gara2 pembuat naskah pidatonya. Di lain kesempatan...jokowi jadi terlihat intelektual...way above his actual level when he gave a speech that made an analogy about "thanos" and "game of thrones"...thanks to his ghost writer as well. Jadi apa artinya ini...tentang kemampuan jokowi sendiri? Raiso opo opo...?

Tony Gede:
Dan yg saya tangkap dari tulisan ini adalah kenapa Jokowi ini sepertinya kurang dibantu sama timnya sendiri.

Sampai2 dia harus kerja sendiri dan terkesan mengemis2 dukungan.

Jadi enak btul TKN ini. So far, kurang ada kerjanya.

Tapi ntar kalo menang, mereka yg duluan pesta bagi2 kue kemenangan.

Tony Gede:
To be fair, dia bukannya nggak bisa apa2. 

Setidaknya dalam skala tertentu, dia bisa memimpin (lebih tepatnya melecut) menteri2nya utk bekerja lebih giat.

Pembangunan infrastruktur yg gencar, pengambilalihan 51% saham Freeport, blok Rokan, dll itu tetap buah kerjanya.

Satu kelebihan dia adalah sikap keras kepalanya utk memajukan negara.

Dan harus kita akui, dia sendiri lebih bersih dari masalah korupsi dan nepotisme (anak2nya nggak ada yg dpt proyek negara).

At least you can give him that, to be fair.

Walaupun memang tetap dia punya kekurangan. Setidaknya dia harus lebih bertangan besi dan menertibkan menteri2nya agar lebih memperkuat koordinasi internal sebelum adu mulut di media.

Juga, soal penegakan hukum (walaupun itu memang bukan yurisdiki dia, tapi lebih ke yudikatif dan legislatif) itu memang masih jadi kelemahan pemerintahan dia.

Terutama jika menyangkut minoritas.

Kasus Ahok dan Meiliana itu contoh terbesar.

Setidaknya, dia bisa mengkritik soal2 tsb. Tpi yg ada dia kesannya cari aman soal ini.

Saya jg pertanyakan itu dalam artikel yg saya tulis tentang kasus Nuril kok.

Juga, dia masih lemah terhadap tekanan partai pendukung dalam pilihan cawapres kemarin.  Saya pun menyayangkan itu.

Harusnya dia bisa lebih ngotot mempertahankan pilihannya.  Sedikit mengancam kalau perlu.

Tapi saya bisa pahami juga. Ini bukan jaman Orba di mana Golkar berkuasa, dan pak Harto kepalanya.  Jadi pengambilan keputusan itu mudah.

Di masa ini, dukungan partai2 di parlemen itu penting agar pembuatan keputusan bisa dapat dukungan legislatif. Tanpa itu, UU yg diperlukan bisa nggak jadi2, dan jalannya pemerintahan jadi terhambat.

Mau mengeluarkan Perpu juga ga bisa seenaknya. Kalau nggak, bisa2 digilas dan dibatalkan sama yudikatif dan legislatif.

Lihat saja contohnya kemarin soal UU anti terorisme. Harus sampai ada kejadian Mako Brimob dan terorisme Surabaya, serta ultimatum Jokowi, baru akhirnya UUnya jadi.

Itu yg terjadi kalau dukungan di parlemen kurang.  Jdi kalau Jokowi terpaksa mengalah, saya memang nggak setuju, tpi bisa mengerti.

Intinya, kalau dilihat dari sudut kepentingan persaingan perebutan kepresidenan, mungkin Ma'ruf Amin pilihan yg bagus.

Tapi utk kepentingan negara, Mahfud MD sebenarnya lebih oke.

Jadi saya menyayangkan juga soal ini, tapi saya berharap Mahfud dapat peran penting di periode 2 nanti.

Kalau soal PR, memang tim pemenangannya lemah dan kurang bagus kerjanya.  Dan Jokowi yg harus kerja keras lagi soal ini.

Soal kemampuan pidato, kalau memang kurang, bisa jadi.  Makanya biasanya toh ada penulis naskah pidato kepresidenan, agar jangan blunder.

Namanya kalau pidato nggak dibuat dngn baik, ya bisa blunder.

Admit it, Ahok pun sbnrnya kalau kita mau jujur, juga bikin blunder dalam pidatonya yg akhirnya dipelintir.

Dia kan seharusnya bisa bilang, 'Jangan mau dibohongi sama mereka2 yg menyalahgunakan ayat2 suci untuk menyesatkan masyarakat'. Saya rasa itu bakal lebih baik dp bilang 'Jangan mau dibohongi pakai Al-Maida'.

So to be fair, Jokowi kuat di beberapa segi, dan lemah beberapa hal lain.

Just like everybody else.

Nobody perfect.

Opa patompo:
Iya ya, blm ada gebrakan... Kira2 ada rencana apa nih TKN pakdhe?

Alex Rahardja Zhou:
Nissa ini siapa ya?

Odank Sagala:
saya juga jengkel setengah idup, sebelah mah pada ribut cuat cuit ngetwit g putusnya, kok disini pada sepi, apa lagi pada teler habis nyabu??? tv oon juga katanya pendukung tapi masih banyak kamfretnya

Tony Gede:
Enak ya jd TKN.

Kerjanya ga berat, krn apa2 Jokowi yg musti bikin sendiri, sampai harus mengemis2.

Tapi giliran nanti menang, duluan mereka yg bagi2 jatah kue kemenangan.

Lek~s:
Waktu maaih panjang mari semua  semangt kumandangkan program2 Jokowi yg memang bekerja secara iklas untuk NKRI,  abaikan hoak kampret yg gk bermutu

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Jokowi Tidak Perlu Mengemis Soal Nissa Gambus Kalau Dia Mendukung Bowo Biarkan Rakyat Menilai yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/jokowi-tidak-perlu-mengemis-soal-nissa-gambus-kalau-dia-mendukung-bowo-biarkan-rakyat-menilai-2zd8e0Tmv

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: