You Now Here »

Haruskah Kita Biarkan Papua Dan Papua Barat Lepas Dari Nkri  (Read 112 times - 64 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 15,875
  • Poin: 15.951
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Haruskah Kita Biarkan Papua Dan Papua Barat Lepas Dari Nkri
« on: December 08, 2018, 09:05:48 AM »




Pinguin:
Tulisan anda luar biasa. Hebat!!! Saya suka tulisan macam ini, dalam analisanya. Nggak sekedar nulis 600 kata, tekan post, hanya untuk ngejar receh...

Tony Gede:
Makasih, saya senang kalau ada pembaca yang bisa mendapat manfaat dari tulisan-tulisan saya.

Artikel ini baru saya upgrade lagi sedikit, agar lebih komprehensif.

Kalau memang anda pikir tulisan saya bermanfaat, mohon rekomendasikan kepada teman-temannya juga.

Juga, saya sudah tambahkan link ke tulisan-tulisan Tony Gede yang lain.  Mohon dilihat-lihat, mudah2an suka.

Sniper of Siantar:
Pendalaman masalah secara mendalam diperlukan supaya bisa diambil langkah yang tepat.

#Jokowilagi

Aji Soko Santoso:
Saya setuju dengan penulis!
Diperlukan pendekatan yang seimbang terhadap masalah Papua dan Papua Barat.

Tony Gede:
Betul sekali.

Gerakan militer OPM ini tetap harus diberantas, karena mereka sebenarnya mengacau di wilayah NKRI.

Walau mereka mengaku2 melakukan perang perjuangan kemerdekaan, faktanya adalah bahkan PBB tidak mengakui kemerdekaan mereka dan tidak mau ikut campur.

Jadi ini bukan perjuangan, tapi aksi gerakan mengacau keamanan.

Hanya saja, memang dalam melawan mereka, ada aturan-aturan adat perang Papua yang saya sarankan tetap dituruti.

Ini agar kita tidak memperpanjang rantai kebencian dan sakit hati masyarakat di sana terhadap NKRI.

Tony Gede:
Papua dan Papua Barat harus tetap jadi bagian dari NKRI, karena biar bagaimanapun, mereka tetap saudara-saudara sebangsa kita.

Walaupun saya menyarankan agar gerakan pemberontakan OPM ini diberantas dan pembangunan di sana diteruskan, tapi saya juga menyarankan agar kita lebih berhati-hati dalam melakukan pembangunan di Papua dan Papua Barat.

Tujuan saran-saran saya tersebut adalah agar pembangunan yang dilakukan nanti benar-benar bisa meningkatkan kesejahteraan saudara-saudara kita di sana, dan bukan membuat mereka terusir, hanya bisa menyaksikan pembangunan terjadi tanpa bisa menikmati hasilnya.

Silahkan simak selengkapnya dalam tulisan Tony Gede yang terbaru.

Aji Soko Santoso:
Mengapa gerakan-gerakan pembebasan Papua lokal maupun internasional selalu merujuk ke sejarah lalu dimana mereka merasa dizalimi, kemerdekaan mereka direnggut, Pepera dimanipulasi dan juga ekses-ekses Orba? Jika dialog nasional pemerintah dengan elemen-elemen masyarakat Papua diadakan dan kasus pelanggaran HAM ditangani secara intensif, akan menyelesaikan masalah Papua?

Tony Gede:
Apa yang dilakukan Orba memang dosa masa lalu.

Tapi fakta yang ada di depan mata sekarang adalah bahwa Papua dan Papua Barat adalah bagian dari NKRI.

Dan mayoritas dunia internasional, termasuk PBB, mendukung Indonesia dalam hal ini.

Jadi, memang kita harus tetap pertahankan Papua dan Papua barat, sembari kita lakukan juga semua upaya sekeras mungkin untuk memperbaiki, membangun, dan memajukan Papua dan Papua Barat.

hoetomo:
Tulisan yang berbobot ,penjelasan terperinci, jelas  dari penulis yang memang ada pengalaman didaerah ini , dan Pemerintah harusnya membaca ini.
Karena keterbatasan ruang artikel , saya kira Penulis punya lebih banyak yang bisa diungkapkan mengenai masalah ini.
Saya sih inginnya ini masukan buat Pemerintah ,

Tony Gede:
Link ke tulisan ini sudah saya Tweet ke akun Twitter Jokowi.

Mudah-mudahan dibaca juga oleh pak Presiden.

Juga, kalau dirasa informasinya bermanfaat, mohon dishare ke teman2nya, masbro...

Alex Rustandjaja:
Tulisan yang sangat bagus dan berkualitas! Pembahasan yang komprehensif dengan disertai solusi yang cerdas. Setuju dengan pendapat anda kalaupun Papua menjadi merdeka keadaannya tidak akan lebih baik dari PNG yang merupakan negara merdeka. Benar 100% pejabat dan politisi PNG sangat korup dan negara tersebut hanya menjadi sapi perahan Australia.
Pendekatan budaya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka isolasi seperti yang dilakukan Jokowi sekarang ini yang terbaik yang pernah dilakukan pemerintah pusat sampai saat ini. Pencapaian Jokowi selama empat tahun memang sulit menghapuskan dendam kebencian masyarakat disana terhadap pendekatan militer sejak kembalinya NKRI di tahun 1963 dan disahkan oleh PBB lewat Pepera di tahun 1969 (walaupun banyak yang berpendapat Pepera tersebut penuh kecurangan).
Rangkul dan hargai masyarakat setempat dan jangan sampai perlakuan aparat baik sipil maupun polisi/militer membuat masyarakat disana merasa terjajah.

Tony Gede:
BTW kata-kata 'rangkul dan hargai masyarakat setempat' itu yang dari kemarin saya cari2 tapi ga dapet2...  hahahaha....

Tony Gede:
Makasih masbro.

Saya juga sudah Tweet link ke tulisan ini ke akun presiden Jokowi di Twitter.  Mudah2an dibaca sama dia.

Yang paling penting memang adalah merangkul masyarakat di sana, agar mereka tidak terus-terusan dipropaganda oleh OPM.

Karena mau OPM ngotot seperti apapun, faktanya adalah dunia mengakui Papua sebagai bagian dari NKRI.

Dan berita terbaru juga menyebutkan, Kapendam Cenderawasih, Kolonel Infanteri Muhammad Aidi, mengundang Sebby Sambom dari OPM untuk ke Timika.  Ini supaya Serby bisa konfirmasi sendiri siapa saja yang jadi korban serangan OPM kemarin.

Kalau TNI sendiri berani mengundang mereka untuk memastikan, saya rasa TNI tidak mengarang2.  Dan klaim OPM bahwa mereka hanya menyerang tentara itu bohong besar, karena nyatanya pekerja sipil yang diserang.

BTW, kalau memang dirasa bermanfaat, mohon share tulisan saya ke teman2nya.

Piter Kristianto:
Kita ga bisa menutup mata para pejabat nakal, pengusaha nakal, jendral nakal ada semua di industri ini. Yang kasih ijin pusat yang menderita daerah... Penduduk setempat dapat apa... Selama ini yang menikmati kan hanya segelintir orang...

"Kalau mau mereka maju ekonominya melalui perkebunan, jangan perkenalkan perkebunan kelapa sawit.

Kenapa? Karena perkebunan kelapa sawit itu sebenarnya merusak alam."

Tony Gede:
Itu dia.

Di jaman orba, bahkan jaman SBY, menteri atau pejabat kadang kasih ijin alih fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit.

Yang dilibas kadang tanah adat, hutan adat, dan sungai yang jadi sumber makanan atau area sakral masyarakat setempat.

Ini jangan sampai terjadi lagi, baik di Papua, maupun di daerah-daerah lain di Indonesia.

Givern Miricle:
supaya Aceh tidak ribut lagi soal kemerdekaan diperkenankan yang namanya perda syariah
supaya Papua tidak ribut lagi soal kemerdekaan diperkenalkan yang namanya perda syahrini

Tony Gede:
??? ??? ??? ???

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Haruskah Kita Biarkan Papua Dan Papua Barat Lepas Dari Nkri yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/haruskah-kita-biarkan-papua-dan-papua-barat-lepas-dari-nkri-bTKsuxuS9

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: