You Now Here »

Love Is Love Itu Omong Kosong Soal Lgbt  (Read 110 times - 60 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 15,875
  • Poin: 15.951
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Love Is Love Itu Omong Kosong Soal Lgbt
« on: December 23, 2018, 10:30:49 PM »




sandy river:
Btw, ini kesannya kok semacam ad hominem ya? Nyerangnya tidak punya dasar dan murni ignorance. Gini, kalo gak suka sama lgbt ya gak pa pa. Gak usah bilang "saya bukan homopobhia tapi cuma gak suka lgbt bla bla bla". Anda homophobia pun tidak masalah. Cuma ditakutkan karena anda membenci, anda pun mengupayakan segala hal untuk menkriminalisasikan lgbt. Kasihan teman teman saya yang lgbt.

Dan perasaan gak pernah saya liat lgbt berkoar koar minta kesetaraan pernikanan. No. Paling banter ya diminta untuk dipandang sama seperti manusia di mata hukum, itu pun gak ada yang menyangkut soal pernikahan.

Klo dari sudut pandang buddisme, Sakkyamuni netral terhadap lgbt. Sebab, visi dalam buddisme adalah satu: menjadikan bumi sebagai rumah dari segala kasih yang universal.

Terus ya, dikatakan di atas kalau cinta menurut orang barat itu cuma s3x semata? Ini mah stereotyping tanpa ada bukti valid. Hetero juga kayak gini kali ya di seluruh dunia, cuma palingan gak seheboh di barat

Robbi Gandamana:
ini lagi..baca sekali lagi dengan teliti....saya tidak mendukung GERAKAN YANG MELEGALISASI PERKAWINAN SEJENIS....bukan membenci manusianya....soal kesetaraan di mata hukum saya setuju....soal lainnya terserah anda

Ferry Kurniawan:
Saya sgt menyayangkan sampean tulis kalimat ini - "Persetan dengan universitas! Semua universitas itu ateis." - kalo begitu ditutup aja semuua universitas di negara ini, begitu jg universitas yg mencatut nama agama. Krn semua ateis

Robbi Gandamana:
pada dasarnya Universitas memang begitu sistemnya : menolak ilmu yang tidak ilmiah......itu harus diakui bahwa sistem itu menolak Tuhan, karena Tuhan tidak ilmiah (tidak bisa diteliti)...Sistem di universitas memang ateis, tapi yg penting khan manusianya nggak ateis...universitas dan manusia itu berbeda....universitas itu lembaga, manusia itu makhluk yg belajar di universitas

Ferry Kurniawan:
Lha iya mas, kalo menurut jenengan semua universitas memakai sistem ateis yg tdk menunjang makhluk yg blajar di dlm nya ya mending ditutup aja. Buat apa lembaga punya sistem yg ga menunjang yg blajar tetap dipelihara.

Robbi Gandamana:
buat apa dibubarkan..ada banyak hal yang perlu dipelajari di universitas...cuman lebih baik hindari membahas agama di universitas..karena agama (Tuhan) itu kebanyakan soal ghaib, nggak ilmiah...

Ferry Kurniawan:
Sakarepmu wis mas

Winardi Pantjoro:
Memang kenapa kalo ateis?? mereka bukan manusia?? kita berargumen dengan intelektualitas kita, dengan bukti dan fakta, kalo itu dibuang kita ini pengen maju atau mundur??Negara laen udah mikirin tinggal di planet Mars, kita masih sibuk mikirin halal haram, mikiran baju, surga dan neraka ,mikirin selangkangan mulu yang gak penting babar blas!! Mbangun tempat ibadah digedein, sekolah ambruk diem aja. hidup cuma sebentar tapi yang dipikirin cuma surga mulu

Tony Gede:
Yang mau percaya Tuhan atau mau beragama, ya silakan jalankan kepercayaannya.

Yang mau tidak percaya Tuhan atau tidak beragama atau mau hidup sebagai ateis, ya silakan saja.

Yang penting, jangan saling ganggu, jangan saling senggol, jangan saling hina.

Hidup berdampingan dengan damai, apapun kepercayaannya. Simpel kan?

Lagipula, lebih baik kita lihat artikel di atas secara berimbang.  Kata ateis cuma muncul satu kali, tapi kenapa justru itu yang jadi rebutan?  Artikel di atas kan lagi bicara opini penulis tentang LGBT.  Mungkin lebih baik fokus di issue yang itu deh.  Kalau enggak, diskusi ini jadi melenceng.  Yang seharusnya bahas opini mengenai LGBT, jadi melenceng ke diskusi mengenai ateisme dan agama.

Robbi Gandamana:
justru bagus kalau tiap hari kita perduli pada halal dan haram...itu menunjukan agama masih jadi prioritas utama ....di negara sana, agama bukan priorutas utama, makanya ada gerakan elgebete....oke mereka memang lebih modern.....tapi apa gunanya modern kalau Tuhan dimomerduakan.....agama adalah hal utama di atas segalanya

Harry:
Rob....tuhan mulu di pikiran lu. Padahal konsep ketuhanan lu belum tentu sama dengan orang lain. Suatu agama kalau doktrinnya suka represif memang begitu. Jadi semua isinya pemaksaan dan hukum. Kalau ente mau menomorsatukan tuhan ente silahkan...tapi jangan paksa orang lain begitu. Hubungan manusia dan tuhan kan urusan pribadi orang itu dengan tuhannya. Tapi jangan paksa orang lain harus ikut religius juga. Itu yg paling memuakkan dari doktrin suatu agama yg suka memaksa orang lain. Dan ingat kalau kita sudah commit hidup kita yg nomor satu urusan sorga...jgn sirik ama bangsa lain yg mengutamakan kemajuan duniawi. Yg konsisten hidup di jaman batu.

Robbi Gandamana:
trims Har..atas pencerahannya

jerico:
Mungkin mas Robby ketinggalan berita, tetapi sejauh yg saya tau, Indonesia yg katanya super religius ini masih tergolong third world country alias negara terbelakang. Apa gunanya agama jadi prioritas utama kalo negaranya ga maju2?

Tony Gede:
Indonesia masih terbelakang karena merdekanya baru belakangan, udah gitu ekonominya masih dijajah negara2 kapitalis (di jamannya Orba), politiknya terus menerus diintervensi negara2 kapitalis (di jaman Orba, secara diam2), politik kita tidur di jaman 10 tahun SBY, dan waktu kita lagi mau maju di jaman Jokowi, banyak koruptor yang mengganggu.

Kalau gangguannya tidak sebanyak itu, kita sudah maju dari kemaren2.

Jadi nggak ada hubungannya dengan agama.

jerico:
Cina dan Korea adalah 2 contoh negara yang merdekanya berdekatan dengan kemerdekaan Indonesia. Sekarang lu liat, itu dua negara majunya uda kek mana? Jangan taunya nayalahin negara2 kapitalis di zaman orba, naylahin SBY, nyalahin bla bla bla. Ga usah nyalahin koruptor juga. Di cina itu koruptornya lebih ngeri dari sini. Tapi kenapa bisa maju? Karena rakyatnya mau kerja keras. Mereka mah ga peduli ama yg namanya agama. Pokoknya kerja keras majuin negara. Orang Indo? Malesnya minta ampun. Taunya korupsi tapi ga mau kerja keras. Mabuk agama. Dan ga usa gw jabarin kan agama terbesar di Indo itu apa?

Robbi Gandamana:
waduh..itu lah kebanyakan orang indonesia..merasa inferior..negara terbelakang apa'an....itu yg bikin kategori pasti orang Barat sana...kita dibikin minder, dibikin malu sama negerinya senidri......kita adalah negara maju, cuman tujuannya berbeda dgn mereka......tujuan kita Tuhan (akhirat)..dan itu pasti selamat....dan kita adalah bangsa paling beradab.....buat apa maju atau modern kalau tidak beradab...jgn harap kan selamat..tengok Fir'aun, Romawi , atau kerajaan besar yg lain, mereka negara besar, tapi akhirnya juga hancur karena Tuhan disepelekan

jerico:
Kita adalah negara maju palamu. Kebanyakan jedutin kepala lu makanya delusional. Tengok tuh timur tengah yang mayoritas Islam. Perang mulu. Bunuh orang terus.

Aduh ngakak gw tujuan kita akhirat. Tujuan elu kali?? Akibat sehari jedutin kepala 5 x ya makanya bego?

Robbi Gandamana:
terserahlah.....saya bangga dengan Indonesia....Indonesia sangat maju...karena definisi maju kebanyakan orang indonesia sekarang adalah materi (gedung tinggi, jalan aspal mulusss dan hal yg berbau berhala materialisme).......saya nggak, negara yang maju itu orangnya beradab, agama jadi faktor utama dalam berbangsa...........dan kita bicara Indonesia bukan Timur Tengah.....memangnya di sini perang terus....orang Arab malah menggantungkan masa depan Islam pada orang Indonesia..karena Islam Indonesia itu damai....

Alif:
orangny beradab? ngebakar orang yg gak terbukti mencuri dr masjid beradab? milih orang berdasar agama dan bkn kinerja tu beradab? naik motor main serobot tu beradab? buang sampah sembarangan tu beradab? gak menghormati peraturan tu beradab? beradab macam apa yg kau bicarakan, datuk Rob?

itu ulah oknum? pas hukum massa pembakaran orang itu kok oknumny byk amat ya? lihatlah kenyataan, Indonesia SAAT INI tidak bs dibilang maju, baik secara materi ataupun secara moral. jadi, berhentilah menolak kenyataan. langkah pertama untuk menyelesaikan masalah adalah mengakui adanya masalah, bknny malah menutup mata terhadap masalah" itu.

oh, nama Robbi Gandamana ni ada dua, orang yg sama ato orang yg kebetulan bernama sama nih?

Winardi Pantjoro:
“Religion is an insult to human dignity. Without it you would have good people doing good things and evil people doing evil things.

But for good people to do evil things, that takes religion.”

― Steven Weinberg

Tony Gede:
Yang mau percaya Tuhan atau mau beragama, ya silakan jalankan kepercayaannya.

Yang mau tidak percaya Tuhan atau tidak beragama atau mau hidup sebagai ateis, ya silakan saja.

Yang penting, jangan saling ganggu, jangan saling senggol, jangan saling hina.

Hidup berdampingan dengan damai, apapun kepercayaannya.  Simpel kan?

Robbi Gandamana:
sepakat!

Opa patompo:
kritik sithik mas'e...
saya bukan pendukung LGBT...
nach sedikit melebar nich bila sampeyan membicarakan kuasa Tuhan, dan alam ciptaanNya (soal sodom, gomora, pompei, uhud).
Alam bisa menghancurkan manusia, karena Tuhan yg menghendaki, atau karena manusia yg merusakkan siklus kehidupan alam. (biasa disebuat musibah, atau bencana, ataun cobaan, atau hukuman, di mata orang beragama)
dan saya rasa, tdk ada hubungannya dengan LGBT.

Robbi Gandamana:
:) semua tergantung keyakinan masing2.....sipsss

Erick911:
Aku sepakat dgn prinsipmu dan menjalaninya selama ini. Aku bergaul dgn bbrp org krn hal lain, tp ketika kemudian tahu bhw mrk LGBT, ya gak pengaruhi relasi kami. Tapi aku bkn pendukung gerakan LGBT, bahkan menentang perkawinan sesama jenis. Kenapa? Krn agamaku mengajarkan perkawinan adlh utk sepasang manusia berlainan jenis, pria & wanita.

Setuju, menurutku mrk adlh orang yg sakit disorientasi-seksual (istilah psikologi?). Tapi bukankah orientasi seksual itu merupakan pilihan pribadi?
Maka di samping urusan orientasi seksualnya yg menyimpang, bukankah kita tetap harus menerima sisi2 kemanusiaan lainnya dlm diri mereka?

Mengenai kesimpulan sampeyan bhw mrk ateis, kok rasanya cenderung menghakimi. Bukankah agama & penghayatannya adlh urusan pribadi masing2 org?
Ayo kembali kpd prinsip sampeyan yg membedakan antara manusianya dgn sikap/pilihannya.

Penjabaran sampeyan ttg 'love' yg direduksi & dimanipulasi oleh orang2 di dunia sono jadi sekedar s3x, cukup keren, realistis, dan faktual. Paham itu pulalah yg harus kita waspadai krn mulai merambah ke negeri kita seiring pesatnya perkembangan & fasilitas dunia maya.

Semoga rekan2 pembaca lainnya tdk keluar jalur diskusi dari LGBT ke ateis lalu malah jadi perdebatan agama.

Alif:
ah, bagian "Tuhan mana yg membolehkan kawin sesama jenis?" itu.... well, utk ajaran agama Ibrahimovic (term ny bener ini gak ya?) atau dlm bhs umum agama yg mulai diajarkan oleh nabi Ibrahim (itu berarti Yahudi, Kristen, Islam), nilai" keluarga itu memang bener" dipertahankan. dan model keluarga yg dimksd biasany adalah: CowokxCewek (eh, ato kebalik ya? nvm, I hate shipping term) dmn Cowok mencari nafkah, dan cewek menjaga rmh. nah pernikahan sesama jenis ini jelas tidak sesuai dgn nilai" keluarga itu td, mkny dilarang.

nah, disini dmn gw mulai bingung.... seinget gw agama Buddha itu mengajarkan umatny utk melepaskan diri dr segala bentuk keterikatan. dgn kata lain... segala pernikahan baik itu yg normal ato sesama jenis tu sama" gak di support, soalny tu berarti mengikatkan diri lg. memang endingny sama" gak setuju dgn pernikahan sesama jenis... tapi alasanny bener" beda. bs dibilang, yg bikin gw ngganjel tu bagian agama Buddha melarang itu, soalny scr teknis agama Buddha tdk melarang scr spesifik soal pernikahan sesama jenis.

ah, what do I know? cuman komentar dr orang nganggur kebykan baca tulisan artikel aneh" yg gak beragama Buddha.

N and R:
Penulis 212 kok nyasar di seword

Ika Dewi Sari:
Nda, ah, Bang Robbi lho bukan penulis 212, cuma muslim yg gemes sama gerakan lgbt.
Saran nih, Bang, karena beberapa tulisannya bertema sama, tapi kayaknya kok tumpul. Menurutku ya cara pandang abang sama mereka tuh nda sama, jadi ya debat kusir doang kyk ILC. Baiknya samakan semesta pembicaraannya dulu, agama atau HAM.
Bedewe, aku kok gak nemu gaya tulisan Bang Robbi yg segar dan khas, ya. Kyknya nulisnya sambil marah, nih

Robbi Gandamana:
well..no problem orang bilang saya penulis 212. 234 atau apalah....yg penting saya jadi tahu...bahwa tulisan yg terlalu Islam sulit diterima di Seword.....dan saya tidak sedang marah...that's my style and always be... :) salam damai selalu

Lanina:
Yg mau berkunjung ke Australia, info dl ya.... pemerintah nya br saja mengesah kan undang-undang pernikahan sesama jenis. Status nya sama di mata hukum negara nya. Jd jgn kaget, jgn maki-maki di negara org, jgn ‘CELUP’, kalau lihat pemandangan ‘lain’.

jerico:
ok, coba mas Robby jelasin kenapa bisa terjadi tsunami di Aceh tahun 2004? Padahal Aceh itu Islamiah banget lho. Disapu ama tsunami juga. Bearti saya bole ambil kesimpulan banyak muslim yang main tusbol di Aceh?(Kalo nurutin tulisan mas Robby ya).

Robbi Gandamana:
pernah juga di Pulau Babi daerah Flores jadi korban tsunami, apa mereka juga suka main tusbol? ya nggak lah.....ada banyak kemungkinan kenapa Tuhan menurunkan bencana...salah satunya karena peringatan, tapi bisa juga cobaan......di Sodom dan Gomora itu peringatan atau cobaan? ..jawabannya tergantung keyakinan anda

jerico:
Jadi tsunami Aceh itu peringatan atau cobaan dari Tuhan?

Robbi Gandamana:
sudah saya bilang, jawabannya tergantung dari keyakinan anda......semua orang bisa terkena bencana....tapi yang pasti, bencana sodom dan gomora bagi keyakinan saya itu adalah azab

Harry:
Kalau dah tahu bahwa semua orang bisa terkena bencana seharusnya gak usah sok2 ngutuk orang. Karena bisa banyak faktor kan. Tapi utk gunung meletus pompei di itali bisa ngutuk tapi tsunami aceh gak berani mengutuk. Prett...yg konsistenlah.

jerico:
Typical muslim. Kalo kafir yg kena itu azab. Kalo muslim yang kena itu musibah.

Harry:
Ya itulah...self righteous itu kita gak tahan...

Lanina:
????..... repot kejeblok sendiri ama inkonsistensi nya

doodleramen:
Sebenarnya saya ngga terlalu peduli dengan masalah LGBT karena saya sendiri seorang hetero, dan keluarga saya juga tidak ada yg LGBT. Tapi tulisan anda hanya memandang dari kacamata sendiri. Satu hal yg penting yg terlewatkan adalah tulisan anda seakan2 menggambarkan kaum LGBT ini lah yg memilih cara hidup mereka. Sebenarnya tidak, LGBT adalah kelainan genetik sejak lahir. Mereka tidak memilih dilahirkan gay. Kalau Anda dilahirkan dengan alergi kacang dan menolak makan kacang, lalu ada yg memaksa Anda makan dan menghakimi karena anda menolak makan kacang. Bagaimana rasanya?

Robbi Gandamana:
di saat tertentu agama itu sangat konservatif, kaku....kalau melarang 'jeruk makan jeruk' ya jangan pernah melakukan itu..kalau  itu saya, larangan itu adalah perjuangan saya ...manusia jadi hebat karena bisa mengendalikan keinginan yg amat sangat....tiap manusia punya perjuangannya sendiri

mikekorn:
robbigandamana more

Rini Rini:
nah kenapa ada kelainan genetik ini. ini yg perlu dicari.
sial bener donk klo ada anak yg dilahirkan didunia ini tp memiliki kelainan genetik.
apa yg harus dilakukan ......

Lanina:
Paling mudah, salahin Tuhan....

Opa patompo:
ta kritik sithik ya...
"kelainan genetik sejak lahir", memicu transgender (T) yups, itu pemikiran saya...
beda sama dengan LGB... yg terbentuk dr pola kehidupan dari  rumah, masyarakat, dan agama...

saya bukan pendukung LGBT, namun y saya kasihan terhadap T, bila memang benar ada kelainan genetik... lepas dari itu, saya tidak mendukung T.

Ika Dewi Sari:
Yup, transgender yg kelainan genetik itu diakui di dalam Islam, mknya dlm fiqih ada pembahasan tentang banci, dan Mas Robbi udh pernah nulis jg. Wkt itu pembahasannya ttg mengimami jamaah shalat wanita.
Dengan maraknya lgbt, perlu kita (muslim) mempelajari lagi, apa hak, kewajiban, dan solusi bg mereka menurut agama.
Mungkin agm lain jg ya, sy rs, ada pengakuan thd transgender.
Mslh LGBT ini kan, yg normal tapi mau homo atw bi atw trans. Gitu sih, menurutku.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Love Is Love Itu Omong Kosong Soal Lgbt yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/spiritual/love-is-love-itu-omong-kosong-soal-lgbt-r1hz0Nvmf

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: