(View Original Web?)

KONGKO-KONGKO > CERITA-CERITA

Kaleng Coca Cola


(Page 1 of 1)
Ada 3 kaleng coca cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama.

Ketika tiba hari pengiriman, sebuah truk datang ke pabrik mengangkut kaleng-kaleng coca cola dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.
Pemberhentian pertama adalah pasar tradisional.

Kaleng coca cola pertama di turunkan disini. Kaleng tersebut dipajang di rak bersama dengan kaleng coca cola yang lainnya dan kemudian diberikan harga Rp. 4000.
Pemberhentian kedua adalah Supermarket di daerah lumayan elite.

Di sana, kaleng tersebut juga diturunkan.
Kaleng tersebut ditempatkan didalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp. 7000
Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah.
Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana. Kaleng tersebut tidak di tempatkan di rak atau kulkas melainkan hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan.

Dan ketika dikeluarkan, kaleng ini dikeluarkan bersama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coca cola itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan.
Harganya beda dari yang lain, yaitu Rp 50.000

sekarang pertanyaanya adalah, Mengapa ketiga kaleng coca cola tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan coca cola memiliki cita rasa yang sama?

Lingkungan kita mencermikan harga. Lingkungan berbicara tentang kualitas diri kita.
Apabila berada dilingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dalam diri kita, maka kita akan menjadi yang terbaik..
Tapi apabila berada dilingkungan yang mengecilkan diri kita maka kita akan menjadi kecil.


(Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama) + LINGKUNGAN YANG BERBEDA = NILAI YANG BERBEDA!
Welcome to the real world 
Itulah kejamnya dunia  ;)
Ya itulah dunia, tempat bs beda2 harga. tergantung kitanya sendiri mesti jeli sebelum membeli apapun.
kyk tmn gw ke ausi pilih2 jaket ternyata ada tulisan made in indonesia. hahaha....
yahh begitulah kita,, belum lengkap rasannya kalo tidak membeda-bedakan status orang..

bagai makan sayur tanpa garam..   
soalnya ada perbedaan tarif PPN yang telah ditetapkan di supermarket n hotel, selain itu, di hotel yang dijual adalah suasana & servis yg dimasukkan sebagai komponen biaya, jadi bukan lagi hanya soal intrinsik value produk tsb.... hihihihihihi..........malah jadi sok ilmiah gini, bukan bahas substansinya
(Page 1 of 1)

Navigation

Back Sub-Forum