You Now Here »

Analisa Pengakuan Jokowi Kalah 37 Persen  (Read 133 times - 60 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 16,618
  • Poin: 16.694
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Analisa Pengakuan Jokowi Kalah 37 Persen
« on: December 08, 2018, 01:11:30 AM »




Bibo:
Belajar dari sejarah....jangan mengulang kekalahan Ahok - Jarot di Pilpres 2019.
Semoga.

Antonius Junaidi:
Gejala ini persis ketika kampanye Ahok-Djarot, adanya optimisme berlebihan terhadap petahana, sehingga relawan dan tim kampanye santai.  Saat itu Megawati sudah memperingatkan kepada relawan agar Ahok-Djarot menang 50%+1, tapi ternyata tidak.  Tersirat Megawati sangat tidak mengharapkan adanya putaran kedua.  Terbukti Ahok-Djarot kalah.

Tampaknya saat ini Jokowi melihat gejala yang mirip.  Situasi kebatinan saat 2014 dengan 2019 sangat berbeda jauh.  Pada saat itu Prabowo-Hatta berada di atas angin, belum lagi hantaman pasukan hoax mereka terhadap Jokowi-JK.  Karena ada badai yang demikian hebat menghantam, relawan "berdarah-darah" untuk melakukan counter-strike dan kampanye, ada pertempuran di lapangan.
?
Tapi saat ini?  Kekuatan Jokowi-Ma'ruf di atas angin.  Kinerja Jokowi tak mungkin ditutup-tutupi, segala macam hoax bisa ditangkal tapi elektabilitas Jokowi-Ma'ruf stagnan, bahkan di sumatera selatan hanya 37% lebih kecil daripada perolehan di 2014.  Jokowi jelas gelisah.

Dibalik ketenangan Jokowi bukan berarti tak ada kegelisahan dalam batinnya, walaupun sedikit tetap menggayuti pikirannya.  Untuk Jokowi sih, nothing to loose, tapi kasihan rakyat Indonesia.  Terbayang di depan mata akan terbengkalainya pembangunan yang selama ini dia kerjakan demi tegaknya kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.  Diam-diam Jokowi sudah membaca apa jadinya program-program kerja yang dia rintis jika di tangan "toko sebelah".

Tidak heran jika Jokowi menggenjot sebisa mungkin program-programnya bisa selesai dalam 1 periode, ternyata tak bisa, harus dua periode.  Insya Allah selesai.

Pergerakan Prabowo-Sandi di bawah tanah sudah bergerak secara masif, sehingga mampu menurunkan elektabilitas Jokowi di sumatera selatan.  Bagaimana di daerah lain? entahlah.

Pernyataan-pernyataan aneh yang keluar dari Bosan dan timnya di media mainstream hanya kedok untuk menutupi pergerakan underground pasukan hantu yang dimiliki mereka.  Tim Jokowi-Ma'ruf sibuk menghantam yang ada di permukaan lupa ada yang bergerak di bawah tanah.  Fenomena air laut yang katanya (toko sebelah) telah mengintrusi hingga ke jantung Jakarta dan lambat laun akan membuat Jakarta tenggelam, sesungguhnya secara metafora sedang berlangsung.  Ingat orang yang sombong dan banyak omong tanpa disadari akan membuka kedoknya sendiri.

jeremy edy d:
Semoga tidak terjadi saling melemahkan diantara pendukung, tetapi tugas utama opinion leader utk terus membangun semangat oprimisme, bolehlah berdebat diarea internal utk saling mengkoreksi kekurangan masing masing guna meningkatkan kerjasama dan saling menutup kekurangan diantara mereka.
Kekuatiran boleh saja tetapi jangan berlebihan, karena itu akan melemahkan semangat.
Sy yakin jkw sudah memperhitungkan soliditas tim dan timing kapan memulai pertarungan sebenarnya dan kapan harus mengeluarkan senjata pamungkasnya ( semoga ).
Utk beberapa tulisan dr penulis seword saya berharap juga diperhatikan oleh jkw apa makna dari tulisan2 tsb ( perhatian ).
Saya hanya rindu pada teman teman yg dulu sangat aktif cas cis cus diberbagai kesempatan debat atau tulisan, tapi mungkin sekarang lagi sangat konsentrasi asyik diproyek atau di perusahaan jadi agak ketinggalan utk cas cis cus lagi atau mungkin lagi asyik seterika dasi utk ikut peresmian2.

Tetap semangat dan optimis serta rapatkan barisan.
JKW SEKALI LAGI.

Sendiri Lagi:
Yang saya khawatirkan justru toko sebelah yang kehabisan tenaga karena sudah jor-joran sejak awal masa kampanye. Lihat saja pola kampanye mereka yang mulai ngawur dan kehilangan fokus.

Sandiaga Uno sekarang sudah tidak sebombastis dulu. Apa mungkin dia mulai berpikir untuk menghemat isi kardusnya ?. Entahlah.

Belakangan Prabowo mulai banyak tampil di garis depan. Tapi hasilnya jauh panggang dari api. Blunder demi blunder menjadi koleksinya.

Belum lagi beberapa tokoh BPN Prabosan pecah konsentrasi karena terlibat masalah hukum.

Masa kampanye masih panjang, lebih dari 4 bulan lagi. Mengharap kontribusi pasukan caleg juga kurang realistis. Mereka pasti lebih sibuk mempromosikan diri sendiri dan partainya ketimbang mempromosikan Jokowi--Ma'ruf.

Alhasil, pertarungan di Pilpres memang murni hanya pertarungan antar dua Paslon ini. Tim TKN dan BPN hanyalah aksesoris belaka. Dan puncaknya adalah acara Debat Capres-Cawapres nanti. Itu momen paling krusial dan menentukan siapa pemenang Pilpres kali ini.

Ahmad Maulana:
mungkin ini adalah bagian dari strategi, dimana relawan Jokowi hanya muncul pada moment2 tertentu sambil terus memantau gerakan lawan, karena lawanpun tidak perlu diserang sudah bikin blunder2 sendiri.Selain itu di medsos semakin banyak pendukung Jokowi yang militan.

Oppie Azier:
Kita ga punya raja bacot kayak si fadli zonk siihhhhhh...ada bang Denny siregar, tp posisinya kurang Sakti di banding FZ....
cmiiw.....

Opa patompo:
Mental pakdhe beda sama relawan...
Pakdhe trus bekerja walau sdh jd RI 1... Relawan yg sdh dirangkul, mungkin jaga posisi spy amannnn... Beda kelas, beda mental...

Jmn 2014, apa yg dikerjakan pakdhe 'booming'...
2018, apa yg dikerjakan kaum kampret, malah dibuat jd 'booming'...

Kalo kek gini, bahayaaa

Oey Yung:
Jgn sampe apa yg tjd di dki terjadi jg sm pak jkw..hati2 aje...jgn sampe msh pny pikiran yg waras ngalah..aje gile aje kita yg waras disuruh mengalah trs..hrs bergerak dan lbh vokal lg

andy:
umumnya jg dah pada paham bhwa MA tu sebenarnya justru kartu mati. ya mmg betul pernyataan itu, blunder mulu. cukup banyak lontaran2nya yg sbnarnya ga perlu.. ga ada ya, yg bs kasih kursus
 ke dia ttg melontarkan isu?.... meskipun tdnya byk yg bilang bhwa "jgn under estimate, MA tu jagoan politik". ...halah ternyata.....hadoooh....dlm terminologi saya: dia ni nampak kasat mata banget sbg politisi dg genre oportunis..... sbg tandem, beda jauh sm kelasnya JK. ....tp apalah dikata, ini kenyataan politik.

Lanina:
Jika Jkw kalah, yg rugi bukan dia koq. Nikmati saja jika bukan Jkw lg presiden nya.

Prihatin Prihatini:
Erick tohir ada gebrakan apa ya?

Pura Joko Pambudi:
Karena JKW selalu mau serba sendirian, lihat saja begitu banyak JUBIR ga ada yg VOKAL, tau kenapa??? Karena peran JUBIR diambil alih sendiri oleh JKW.....

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Analisa Pengakuan Jokowi Kalah 37 Persen yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/analisa-pengakuan-jokowi-kalah-37-persen-Gglotcs4o

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL:
 

Show query request by visitor on this page (What This?)

jkw kalah,