You Now Here »

Viralkan Rilis Terbaru Dosa Besar Soeharto Agar Publik Tidak Dibodohi Dengan Upaya Besarkan Nama Soe  (Read 78 times - 81 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 16,594
  • Poin: 16.670
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Njoto:
Ustadz2 kalo mau ceramah agama di jaman orba susahnya bukan main, ijinnya ke berbagai instansi, ceramahnya direkam, intel bertebaran, bisa2 saat ceramah langsung diciduk, kalo diciduk keluarga biasanya sudah siap2 tahlilan, masih untung kalo bisa pulang kerumah, benar2 jaman yg sangat mengerikan.... jangan sampai anak cucu kita mengalami hal tersebut

bams:
Lha kae komandane malah saiki nyapres

Oloan Sitanggang:
mengerikan......4 juta tukang ketapel takut danjilat soekambing......

Uun:
Tapi tapi kan belum ada keputusan pengadilan yang " inkracht " , jadi belum bisa dikatakan koruptor , inilah jurus ngeles yang hebat hehehe

Abdul Kahar:
1 lagi suharto memeliharan intoleransi dan menggunakannya untuk melanggengkan kekuasaannya.. sampe sekarang orang2 dekat pengikutnya masih mengikuti soeharto memelihara intoleransi.. turun temurun..

FAUZi:
tulisan ngawur dan seenaknya... mungkin karena Rp per klik ya ... maklum deh

bela jokowi sih boleh saja,

Tidak suka dengan orde baru (bilang hidup susah kpadahalkarena malas dan nggak kreatif) sih oke saja

MEMANG TIDAK ADA SATUPUN ANAK ATAU PENERUS PAK HARTO YANG KOMPETEN itu berkali kali kukatakan ... jadi jangan pilih mereka atau kambrat kambrat nya

Tetap pilpres 2019 tidak ada hubungan dengan Pak Harto

1. "'Kebesaran' Soeharto adalah sukses memborong tiga jabatan panglima militer sekaligus hanya dalam dua minggu," -->> apa salahnya... menilik situasi saat itu yang belum stabil kalau hal itu tidak dilakukan chaos akan berkepanjangan...

Jangan samakan situasi saat itu dengan situasi 411 atau 212 dengan para onta'ers penjarah berdaster ... jauuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhh situasi dan keadaannya

Hanya orang koplak yang tidak tahu situasi saat itu yang menyalahkan langkah itu

2. “’Kebesarannya’ adalah catatan rekor jumlah korban pembantaian, serta penahanan warga negara secara sewenang-wenang," ujar Hendardi. Korban-korban lainnya tercatat dalam invasi militer ke Timor Timur
(1975-1976), memberlakukan Daerah Operasi Militer (DOM) di Aceh (1989-1998), pembunuhan misterius (1982-1984), dan pembantaian Tanjung Priok (1984).

Eh mbak penulis...

Jangan bilang mengalami orde baru kalau tidak mertasakan situasi saat itu

DOM di aceh memang harus, dan parta pemberontak keparat macam hasan tiro minggat mencawat ekor kan ? justru oleh si habibie yang memberikan Tim Tim secara cuma cuma ke asing GAM diberi karpet merah masuk lagi

AKIBATNYA >>> ACEH SUDAH BUKAN NKRI kan ? mana ada wilayah 1 negara punya 2 hukum berbeda ... sungguh kacau

PETRUS memang harus dilakukan ... dimulai dari Yogya dan efeknya luar biasa positif... bagus dan seyogyanya di ulang agar street crime hilang (lagi) ... pernah jalan jalan tengah malam di daerah rawan ? saat itu bukan impian dan sungguh nyaman

Tanjung priok ya harus kalau nggak onta onta gila dan gerombolannya sudah sejak saat itu menguasai Indonesia.. ingat amir biki ? tahu ceramahnya ? kalau nggak tahu jangan nulis soal itu

Soal REpelita dan Pelita dan lainnya termasuk GBHN adalah langkah yang tepat saat itu

Soal korupsi, ya memang ada, tapi tak separah era sibeye ...

Harian Republika pada 4 Juli 2014 menggabungkannya: Soeharto sebagai 'Diktator Terkorup'," >>>> Ohhhh... referensi koran "itu" wkwkwkwkwk....................



yang bilang jaman orde baru hidup susah hanya para pemalas



yang nulis dengan melupakan jasa Pak Harto orang tak tahu diuntung yang saat ini masih diberi kesempatan bernafas.. tidak layak hidup di Indonesia
 


urusan prabowo jenderal pecatan  dan ga pantas jadi RI 1 tak ada hubungan dengan Pak Harto


masalah pilih Pak Jokowi setuju, satu tujuan tetapi tidak perlu menjelekkan Pak Harto dan jasa beliau dihilangkan


maaf aku komen keras karena menyesatkan pembaca

mikael endro:
kalau dari lingkungan masa kecil saya dulu, sebetulnya banyak orang yang hidup di bawah standar kelayakan, tapi tidak merasa kesusahan karena "nrimo" bahwa keadaan seperti mereka adalah kewajaran, pengalaman dulu di rumah eyang saya, bahkan ada yang mau "mengabdi" di rumah hanya dengan upah makan cukup dan tempat nunut tinggal di rumah eyang  yang memang termasuk besar saat itu, wlaupun eyang sudah bilang tidak punya cukup uang untuk menggaji, tapi ada 3 orang (salah satunya pengasuh saya yang sampai saat ini masih tinggal bersama saya , gantian saya rawat karena udah jompo) yang sampai memohon2 sampai nyembah2 segala.  Beda dengan jaman sekarang, masyarakat masa kini sudah "dibangunkan" kesadarannya akan adanya suatu standar  hidup yang layak, dikondisikan untuk tahu bahwa kita bisa memperoleh keadaan yang lebih baik dari saat in, salah satu efek negatifnya  ada  rasa ketidak puasan bila  yang kita dapat tidak  setara dengan orang lain, budaya instan untuk memboost gaya hidup kita . Ini pengalaman pribadi saja, tidap orang bisa berbeda pengalamannya. Satu hal bagi saya yang merasa bahwa keluarga saya diperlakukan tidak adil pada jaman Pak harto ,  Karier militer bapak dan om saya mandek ga bisa sampai bintang, karena  eyang putri (mertua bapak dan om saya) secara tidak sengaja menghadiri rapat LEKRA  (karena eyang putri pandai menulis berkaitan dengan budaya dan bahasa Jawa),   itupun cuma satu kali saja dan berikutnya tiap ada undangan , beliau tidak mau datang lagi. Cerita ini sebetulnya tidak ada yang tahu sampai kemudian ketika bapak dan om dipromosikan untuk jabatan strategis, dan kemudian diadakan penyelidikan meyeluruh latar belakang keluarga sampai ditemukan fakta di atas. Bagi saya jaman pak Harto secara ekonomi keluarga saya lebih menyenangkan tapi tidak menentramkan hati kami pribadi, itu saja sih buat saya..

Canute:
Mana ada 1 pun keberhasilan Suharto. 32 tahun itu tidak pendek. Jadi apa negara ini?? Jalan di tempat!! Bahkan mundur dibandingkan Sukarno.

Brian:
Dijadikan pembelajaran. Tiru yang positif, tinggalkan yang negatif.

Odank Sagala:
bukti yang nyata kemajuan Indonesia tertinggal sama vietnam maupun thailand. masih mau ngeles juga??? terlaluuu...

Canute:
Banyak ini yang baru saya tahu. Sebelumnya biasanya kasitau ke orang-orang itu: 32 tahun hanya 3 jalan tol: tol Cikampek, tol Jagorawi dan tol Dalkot. Sebenarnya yg paling parah itu adalah dia bunuh jutaan manusia, terbanyak pada saat G30SPKI. Semua atas perintah Suharto konyol itu.
PKI memang terlarang tapi menghilangkan nyawa manusia adalah beda cerita.

Love NKRI:
Bukan ngehe lagi, ngehe banget.!! Hny Capres Genderuwo yg hobi membodohkan n menghina rakyat.

Indonesia Maju brsama JOKOWI
Indonesia BUBAR ditangan Prabohong

Oloan Sitanggang:
lhaaaa....hendardi klo ngomong.. .. benar....tp kok klg Soeharto kok ketawa ketiwi tuch....mana hukumnya....  soalnya bexking soeharto broooo....Mamarika ....

Teha Sugiyo:
mantap

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Viralkan Rilis Terbaru Dosa Besar Soeharto Agar Publik Tidak Dibodohi Dengan Upaya Besarkan Nama Soeharto yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/viralkan-rilis-terbaru-dosa-besar-soeharto-agar-publik-tidak-dibodohi-dengan-upaya-besarkan-nama-soeharto-fF20MP47Y

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: