You Now Here »

Hinaan Habib Bahar Terhadap Jokowi Masa Dibilang Majas Aneh Kalau Maafkan Yang Tak Mau Minta Maaf  (Read 78 times - 115 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 16,618
  • Poin: 16.694
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Edwin Hendra Kusuma:
Ya nggak papa kan memaafkan si Bahar ini. Memaafkan orang itu baik kok, diminta ataupun tidak.



Masalah proses hukum jalan terus itu lain soal.

John Lie Kwee:
Bener sekaleee itu.

Andy Wijaya:
Jawaban yg bijak sob

jeremy edy d:
Sekaranglah saatnya menunjukkan bahwa hukum diperlakukan secara tegas dan konsekwen atau tidak oleh periode pemerintahan sekarang.
Bila nanti hanya berakhir dgn sp3 kembali, ini menjadi pertaruhan bagi pemerintah, bukan cuma pada aparat penegak hukum saja.
Pertimbangan politik ? Memang perlu ,tetapi jangan menjadikan hukum hanya dari pertimbangan politik semata.
Tegas tegas tegas. Titik.

Nawadi Zheng:
Coba kayubahar ini ngomong kek gitu di Arab Saudi sana?? Biar keturunanpun yakin kepalanya gak mau deket badannya lagi.

Oey Yung:
Enak aje maafin yg bkn mns..sejak kpn mns hrs memaafkan yg bkn mns?siapapun yg bertindak..berkata..berpikir di luar batas kemanusiaan berarti dia bkn  mns..silahkan aje plh mau jd hewan..tumb ato alien ato setan?

Lanina:
Cuekin aja, kegedean kepala...

bpd jambuluwuk:
kiasan kok pake takbir segala.....gendeng kuadrat..

Abu Delapan:
Maksud majas itu apakah majazi ? Yang artinya berarti  kiasan ? Banci itu kiasan dari penakut, haid itu kiasan dari .... buka celana itu kiasan dari .... itu justru pelecehan thd wanita, manusia,

Rombongan alumni ini banyak ngelesnya, pinter bermain kata2, sebaiknya umat yg percaya ijtima ulama itu harus hati2, ternyata ulamanya pinter bermain kata, pinter ngeles. pinter membodohi .... seperti rusun diganti rumah lapis legit, sayangnya bukan onde. Masasih manusia yg doyan ngeles dijadikan panutan ?

Gue sih pilih ijtima kyai saja dah, asli original, bebas kata penjajahan turunan yaman, yg sebenernya datang hanya untuk merubah nasib, tapi malah membodohi dengan kata2 keturunan .... preeeet.

Bambang Setiawan:
ya sangat aneh,,tidak ada yang miminta maaf kok disuruh memberi maaf.,terus maaf ke siapa? kan nggk ada yang meminta.

Valhalla:
Aparat penegak hukum mungkin sedang bermain atau bisa juga ketakutan atau memang tidak bernyali karena memang takut...hehehe

Aparat2 lemah dan tidak netral banyak terbukti dan berkelit dibalik peraturan abu2, kasus menyangkut urusan agama ini selalu begitu...gak kaget...

Kasus hukum berkaitan agama iniq selalu mudah ditebak ujung akhirnya.....

Kejadian besar seperti Ambon Poso adalah salah satu bukti paling nyata bagaimana aparat yang mandul dan tidak netral sejak awal kasus bermula.....

Dan teror2 seperti kasus masa lalu itu masih akan menjadi bom waktu yang akan muncul setiap saat...
(Presiden dihina saja seperti ini sikap aparat, apalagi yang bisa diharapkan dari aparat)

Kasus Bahar sudah bisa dibaca hasil akhirnya nanti, sebagaimana kasus2 berkaitan agama ini....

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Hinaan Habib Bahar Terhadap Jokowi Masa Dibilang Majas Aneh Kalau Maafkan Yang Tak Mau Minta Maaf yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/hinaan-habib-bahar-terhadap-jokowi-masa-dibilang-majas-aneh-kalau-maafkan-yang-tak-mau-minta-maaf-4LHDnmt1V

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: