You Now Here »

Bhinneka Tunggal Ika Tanpa Prasangka Yogyakarta  (Read 93 times - 25 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 16,594
  • Poin: 16.670
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Bhinneka Tunggal Ika Tanpa Prasangka Yogyakarta
« on: December 20, 2018, 03:14:47 PM »




FAUZi:
wah aku ga faham soal gambar model gelas pasir


yang kulihat sekarang adalah sebuah akibat .................



akibat dari reformasi dungu 1998 yang gagal itu, yang membuat pendidikan acakadut..


2018-1998 = 20 tahun sudah pendidikan kita hancur ...


anak didik yang saat itu usia 10 tahun sekarang sudah 30 tahun dan punya anak lagi dan diajarkan sesuai pendidikan yang diterima orang tuanya



kemana pendidikan budi pekerti yang sebelum 1998 ada ?
kemana pendidikan PMP, PPKn dan sejenisnya yang dulu menjadi mata pelajaran wajib ? 9dulu walau matematika 9 kalau PMP 5 ya ga lulus atau ga naik kelas)


Kuingat bagaimana dalam pelajaran sejarah dan moral bagaimana agungnya ajaran walisanga diajarkan... kini tahu tahu ada yang mengaatakan bi'dah


Kini jaran onta yang diterapkan



Dulu sebelum 1998 santai saja tuh ... murid murid putri juga sekolah nyaman tidak perlu pakai rok yang menyapu aspal membuat terlihat seperti gembel begitu
 

Belum lagi pendidikan sejarah yang jadi ga karuan


belum lagi Sisipan ajaran radikal



jadi kalau penulis mengatakan ini masih awal kukatakan >> SALAH BESAR


Kalau mau diperbaiki harus menyeluruh...



seluruh sistim pendidikan di perbaiki dari tingkat dasar sampai tingkat pendidikan tinggi dengan disiplin keras


sistim pengawasan lingkungan : hidupkan lagi litsus dan laksus ... yang dicurigai simpatisan atau memiliki pandangan radikal di awasi dan kalau perlu ciduk... hilangkan juga tak apa



20 tahun lagi mungkin bisa toleransi kembali kalau itu dilakukan

Bagus Subkhan:
iya mas terima kasih atas komentar dan pertanyaan yg mengerecut ke tawaran solusi atas permasalahan moralitas bangsa. Sepakat jika memang perubahan harus dilakukan dari level paling dasar, yakni pendidikan dan generasi penerus. Mungkin pemerintah memang perlu mulai melakukan kajian-kajian mendasar lalu mengambil tindakan setelahnya untuk dirumuskan kedalam program serta paket kebijakan mereka kedepan, agar hal-hal fundamental terkait terpelesetnya "moral" bangsa minim terjadi lagi atau bahkan tidak lagi terjadi.

Andy Wijaya:
Memang inilah yg benar

violet lavender:
saya sudah baca "kronologi" dari mulai mau dimakamkan sampai salib digergaji. ketua RT bilang terserah kalau dibilang intoleran tapiini semua sudah kesepakatan dengan keluarga almarhum dan gereja.


saya menekankan yg mengatakan sudah kesepakatan lisan dan diperkuat dengan tulisan dan meterai. kesepekatan dilakukan pada saat itu juga, detik itu juga maksudnya....

1. boleh dimakamkan disini karena ini pemakaman umum yg lagi proses ke pemakamam muslim. kemudian berubah boleh tapi harus di pinggir/pojok (mgkn maksudnya supaya gak kelihatan)


2. ketika mau diadakan doa atau nyanyian untuk mengantar alm di rumah, tidak boleh sama sekali, ok.... pindah ke gereja, tapi tidak ada yg mau menyewakan tenda dan kursi (takut virus kristen masih nempel, haram kaliiiii.... )


3. karena sudah pesan salib, tetep gak boleh pake salib .... ini pemakaman muslim (walaupun  masih proses). jadi atas "kesepakatan" keluarga terpaksa mengikhlaskan salib digergaji.



apakah ini penghinaan simbol agama? ya iyalah.... coba situ punya miniatur mesjid trus digergaji kubahnya apakah gak ribut sampai tuntutan ke pengadilan atau potong tangan dan kaki secara syariah? lagi2 minoritas harus rela dan diam atas perlakuan ini.... wong sekampung cmn 3 kk yg non muslim.


buat non muslim yg tinggal di kampung yg dimana kalian adalah minoritas kuburlah anggota kel yg meninggal di pemakaman umum beneran, atau pemakaman yg sesuai dengan agama kalian, jauh gpp, daripada ikhlas terpaksa dengan surat bermeterai.....


saya yg non muslim tinggal di kampung yg kebetulan satu gang dengan 9 KK adalah KRISTEN semuanya.... ketika ada yg mau ngontrak rumah kosong keluarlah ibu2 yg mengatakan ....." kami disini Nasrani semuanya".....
hasilnya yg non Nasrani gak jadi nyewa.


saya yg wong jogja cuman bisa bilang "Yogya memang istimewa" dalam segala hal makanya punya gelar Daerah Istimewa Yogyakarta.

firman proindo:
Mau ada persetujuan atau tidak,sudah masuk ranah pidana pelanggaran kuhp 156 a penistaan agama
Untuk lebih jelasnya baca ulasannya bang ricky vinando

kalikoening:
Jogja lagi jogja lagi....cape ne Sultan

Widdi Yulianto:
Yg alergi dg salib cuma drakula, vampir dan sejenisnya. Apakah rakyat jogja sdh jadi vampir? Apakah sultan jogja sdh jadi dracula? Serius saya nanya..

Roedy Siswanto:
Bung , Saya Setuju dng usulan penanganan anda , tapi tidak Setuju kalau ini dibilang awal. Anda bayangkan paling tdk warga se rt termasuk ketua rt yg seharusnya menjadi orang tua di rt tsb juga menyetujui tindakan tsb .

Givern Miricle:
sekedar masukan semoga bukan sebuah penghinaan
apakah layak sebuah negara demokrasi atau berlabel republik mempunyai individu yang berstatus raja atau sebagainya ?
menurut pandangan saya yang awam ini ibarat monarchi di dalam demokrasi ?
itu tidak nyambung

saya tahu mungkin banyak contoh negara menerapkan ini
jika hanya sebagai simbol untuk mengenang kejayaan masa lalu it's ok tapi jika diberi wewenang atau kekuasaan untuk memerintah sebuah wilayah, apakah tidak salah ?

bams:
Ora ngerti ki maksude opo

No Fear:
Setelah ayat mayat, skrg sepotong kayu berbentuk salib dipermasalahkan,
Khilafah oohhh khilaf...

Lanina:
Ber negara lengkap dgn hukum & aturan nya, tp spt pajangan belaka

Ivan Budiutama:
awal? udah dari dulu kaliii cuma skrg bukti gampang dibikin, pembubaran ibadah natal di bdg, ada yg rekam. Nisan digergaji,ada yg foto. Sekolah minggu dimasukin orang bawa kapak, ada yg rekam. Gereja dimasukin teroris bom, ada rekaman.

sedikit beda sama dulu, kalo dulu jaman Suharto, yg dipelihara racist, jaman SBY yg dipelihara Radikal. Beda2 dikit kalo yg minoritas dobel kayak Ahok.

Jaman dulu, bikin buktinya susah, gak setiap hari orang bawa HP ada kamera. Jaman skrg mau aneh2 bukti digital bakal menjalar sampe seluruh indonesia. Jaman dulu, yg bisa viral direkam ya video b0k3p ariel doang, karena yg pegang alat rekam cuma orang kaya. itu aja downloadnya nyari dulu ke pelosok internet dark side Indo.

Kalo baca2 beritanya, intinya "situ minoritas udah nurut aja daripada runyam". Katanya ada tandatangan perjanjian pake materai, waktu tandatangan udah diancem jg kita gak tau. Faktanya nisan dirusak. Udah gitu aja. Laen kali kalo ada masalah seperti:
- Penceramah dari agama kalian diusir di negara non-muslim (contoh yg lumayan baru AS, di singapore)
- Muslim amerika diancam diusir
- Kegiatan agama di negara non-muslim dibubarin

ya gak usah protes sampe demo bikin macet. Kan prinsipnya sama. "situ minoritas udah diem aja drpd runyam"

Just my fu**ing 2 cents. Muak gw sama manusia2 sok beragama tapi kelakuan kaya binatang.

john doe:
Sayangnya, di Eropa dan Amerika sekarang, yang mengkritik islam malah dianggap rasis, Islamophobic, far-right, teroris, dsb. Lihat Asia Bibi, ditolak asylum di UK, karena alasan "bisa membuat kericuhan di kelompok muslim UK", tetapi malah menerima orang kyk Anjem Choudary.

Imigran muslim di eropa lagi pada ngelunjak sekarang. Pada nuntut hak Islamophobia == rasisme, dan perlindungan dari kritik terhadap nabi Muhammad.

Bahkan, cmn ngomong soal UK rape gang / grooming gang, yang rata-rata pelakunya orang pakistan / Asia selatan, mayoritas muslim aja bakalan dicap hate speech terhadap komunitas muslim.

Alex Rahardja Zhou:
Bentar lagi kl barisan Kanan ambil alih parlemen Eropa, bakal deh berbalik keadaannya. Hal ini udah di wanti-wanti Hillary Clinton. dan udah dibahas di nymag edisi Agustus 2018
Judul The far right aims to take control Europe Parliament. Kl ini berhasil keadaan bakal berbalik

Bagus Subkhan:
halo terima kasih sudah memberikan komentar dan pandangan terhadap tulisan saya mas.. untuk "awal" yang saya maksud adalah kasus lokalitas yg terjadi di purbayan berikut klasifikasi tingkat konflik yg terjadi disana. Jadi bukan secara general saya memandang kesemua kasus yg pernah terjadi di Indonesia. karena kasusnya baru akan bertransformasi menjadi konflik yg kontradiksi jika tidak segera di"clear"kan duduk perkara dan dicarikan solusi baiknya.

No Fear:
intinya "situ minoritas udah nurut aja daripada runyam"
Sad but True !!
Oohh well...., & Life goes on

john doe:
Yup, fakta bahwa mereka harus menggunakan "perjanjian di atas kertas dengan materai" subtextnya adalah: Kalau anda ngga comply, perkara ini dibawa ke ranah hukum. Siapa sih yang mau berurusan sama hukum di Indo, apalagi yang berkaitan sama agama.

Ahok, Bu Meliana, dsb.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Bhinneka Tunggal Ika Tanpa Prasangka Yogyakarta yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/bhinneka-tunggal-ika-tanpa-prasangka-yogyakarta-G7A6VcE3w

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: