You Now Here »

Layakkah Said Didu Dicopot  (Read 113 times - 42 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 16,618
  • Poin: 16.694
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Layakkah Said Didu Dicopot
« on: December 30, 2018, 08:11:02 AM »




paklik:
LAYAK

Sumantri Wajib:
Untung cuma dicopot, kalau di rezim "daripada" pasti sdh lenyap...

Lanina:
Kalo sdh di copot, jgn post power syndrome lho ya...

Delavian Panggabean Sidabutar:
???? Jabatan tinggi di perusahaan negara pula...(walau bukan "nakhoda-decission maker")....toh ada forumnya untuk berargumentasi bila ada beda pandangan! Adalah fatal ketololan bila yang bukan konsumsi publik diupload di media sosial....dibilang "gaptek" ya enggak juga! Artinya: cuma mencari sensasi murahan dan follower? Dangkal sangat logika berfikir nya! Apa yang "dikicau"kan, itulah yang tersurat. Apa yang kini "diterima" itulah "tuai"an dari "narasi semprul" yang telah disiarkan!!! Berkicau lah sepanjang hari....bila masih sewot! ??? ??? ??? ??? ????

Rosita:
Nah ketahuan kan pegawai yang ketularan kelompok rijik

Danis Purwono:
Said Didu antek Demokrat penjilat SBY sama munafiknya seperti para bani kencing onta (BKO) yang lain.  Rajin menghujat capaian pemerintah, tapi kalo mudik atau keluar kota pasti pake infrastruktur yang dibangun pemerintah sekarang. Berani gak dia dan para BKO mudik tanpa lewat jalan tol, jembatan, bandara yang dibangun pemerintahan Jkw.

YouSuf Mohammed:
Sama dengan pns yg mendukung khilafah..

Alex Rustandjaja:
Tidak perlu ditutupi jabatan komisaris BUMN pada umumnya diberikan kepada pihak pendukung atau paling tidak netral terhadap pemerintahan yang sedang berkuasa. Ada miripnya dengan jabatan Dubes juga jelas hanya diberikan kepada diplomat karir atau imbal jasa dukungan politik. Sudah praktek yang lazim, bahkan di jaman Soeharto banyak sekali posisi Dirut, Komisaris BUMN, Duta Besar dibagi-bagikan kepada para perwira tinggi baik yang masih aktif ataupun purnawirawan sebagai balas jasa terhadap loyalitas mereka terhadap Soeharto. Begitulah realita politik. Si Said Didu berlagak pilon, sok-sokan menyerang kebijakan Jokowi sementara enak-enakan makan gaji buta sebagai komisaris BUMN. Di jaman Soeharto orang kayak dia bukan hanya dicopot tapi langsung diinterogasi oleh super body yang namanya Kopkamtib sampai termehek-mehek. Kalaupun tidak ditahan minimal diteror dikenakan wajib lapor bisa seminggu sekali, bisa sebulan sekali, pokoknya hidupnya dibikin tidak nyaman. Kalau cuma dicopot mah sudah beruntung banget....

Senopati:
Tentu tidak etis, sebagai komisaris BUMN pertambangan, nyinyir soal Freeport yang sekarang sudah BUMN juga, meskipun cuma sebagian. Posisi Komisaris BUMN kok malah oposisi dengan pemerintah yang notabene adalah pemilik BUMN. Memang harus memilih, kerja di pemerintah atau jadi oposan. Tentu berbeda, sebagai internal pemerintah tentu ada prosedur dan saluran untuk sampaikan aspirasi, dan forumnya bukan di media massa atau media sosial.

jeremy edy d:
Yang lainnya gimana ya....
Ada nggak ya....

Julius DS:
Syukurlah benalu2 mulai disingkirkan

Fidi W:
Kalau ada peraturannya utk copot beliau, secepatnya di Copot....

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Layakkah Said Didu Dicopot yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/layakkah-said-didu-dicopot-fp5h7fZDI

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: