You Now Here »

Spanduk Fui Ini Keterlaluan Sampai Kapan Kita Seperti Ini  (Read 125 times - 68 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 17,063
  • Poin: 17.139
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Spanduk Fui Ini Keterlaluan Sampai Kapan Kita Seperti Ini
« on: January 01, 2019, 09:13:35 PM »




2019NantiPresiden:
Saya mencium usaha hopeless dari penjual agama utk membuat suasana panas/kerusuhan sebelum pilpres karena makin terjepit. Mohon saudara2ku umat lain JANGAN MUDAH TERPANCING.
Sudah lama penjual agamaku bertingkah gila, mohon tahan diri sebentar saja sampai pilpres. OK?
Utk aparat, mohon diproses pelakunya. Minimal diamankan dulu utk penyidikan.

Brian:
Apa yg mereka (FUI dan kelompok sepemahaman) lakukan tidak terkait dengan Pilpres. Siapapun presidennya, mereka akan tetap berbuat seperti itu karena begitulah mereka diajarkan dan dianjurkan untuk bertindak.

Solusinya adalah:
1. Dinyatakan scr organisasi dan versi pemahaman sebagai ekstrimis dan terlarang. Broadcast alasannya disertai rekam jejak kelakuan buruk mereka secara terus menerus.

2. Para pengikutnya diberi kesempatan untuk meninggalkan organisasi dan pemahaman tsb dalam 48 jam. Jika kesempatan tidak digunakan, tangkap dan taroh semuanya di pulau terpencil selama minimal 100 tahun.

Roedy Siswanto:
Maaf semua ya , bukan berarti Saya setuju dng segala intoleransi dan kegaduhan yg ditimbulkan oleh kaum budat. Saya melihat semua kegaduhan ini terjadi karena Pak Jokowi telah berhasil membuat negara ini Naik Kelas , sehingga " pelajarannya " juga berbeda dikelas sebelumnya . Jadi jangan kaget saudara saudara ku ...Kalau nanti Naik Kelas lagi maka pelajarannya juga berbeda lagi . Hehehe..

Brian:
Semoga masyarakat kita semua bisa lulus ujian ini

Zeffanya N Zeevanka:
I love your article MBA????always nyentil & stand with the truth. Kami jujur ga peduli baliho yg mrk PSG krn kami belajar Dari kasus meiliana. Diam ITU emas lbh worth it n kami ingin damai natal lbh berasa ditengah carut marut pilpres. Bàgian kami cm mendoakan n let it go. God speed. Happy new year Mba'e? ??? ????

firman proindo:
Himbauan tsb tidak berlaku untuk natalnya prabowo,sandiaga beserta keluarga besar partai Gerindra.

Sederhana Saja:
I love Jesus because Jesus is moslem. Kalau yang membuat baliho itu bersungguh-sungguh dengan apa yang ditulis, maka konsekwensinya adalah dia harusnya juga mengasihi para pengikut Yesus. Jika benar demikian apakah itu pertanda penganut agama2 yang berbeda di Indonesia akan benar2 saling mengasihi??? Kalau sampai itu terjadi maka toleransi beragama di Indonesia akan mencapai puncak keemasan!!!!!  Dan berarti kalau ada umat agama lain yang membuat baliho: I love prophet X because prophet X is a Christian, tidak akan terjadi ribut2!!!! Wouw, kayaknya mimpi. Tapi tidak ada yang tidak mungkin, jika Tuhan menghendaki.
Kembali ke kalimat tadi: I love Jesus because Jesus is moslem; saya tergelitik untuk sedikit membahasnya.

Pertama, bagi saya sebagai pengikutNYA (yang biasa disebut orang Kristen, kaum kristiani, atau kaum nasrani, atau kadang2 kaum kafir), Yesus adalah Tuhan sendiri yang datang ke dunia dalam rupa manusia. Karena Dia adalah Tuhan, maka Dia tentunya tidak beragama. Karena agama hanya diperuntukan bagi manusia. Dan istilah agama dibuat untuk memberikan label atau identitas pada penganut kepercayaan-kepercayaan atau keyakinan-keyakinan yang berkembang dari berbagai jaman.

Kedua, karena Dia datang ke dunia melalui peristiwa kelahiran untuk menjadi manusia,maka Dia lahir kedalam satu keluarga dengan tradisi/kepercayaan/keyakinan tertentu.  Nah, Yesus dilahirkan dalam keluarga yahudi yang juga adalah penganut kepercayaan yahudi yang taat. Berarti kalau ditanya agamaNYA apa? Jawabnya adalah agama yahudi. Karena, jangankan agama islam, agama Kristenpun belum ada saat itu. Pengikut Yesus mulai disebut Kristen sesudah sekian puluh Dia wafat di kayu salib. Karena agama yahudi, hindu dan budha sudah ada pada jaman Yesus, maka penganut agama yahudi, hindu dan budha yang jauh lebih berhak mengklaim Yesus sebagai penganut agamanya, dibanding umat agama lain. Pendapat saya ini tidak ada maksud untuk memojokkan atau melecehkan siapapun, tapi hanya sebagai tanggapan dari apa yang saya baca.

Abu Dias:
anjurannya kan yang kuat melindungi yang lemah .....
mayoritas mengayomi minoritas .....
bayangkan bila dahulu yang mayoritas bersikukuh, nggak bakalan ada hari sumpah pemuda ....

Love The Truth:
Ya...saya setuju dengan tulisan anda, saat ini kita harus bilang..Indonesia krisis Pluralisme dan Krisis Toleransi...banyak Teman teman dulu yg ucapin selamat Natal sekarang tidak lagi, banyak anak anak yg didik oleh para orangtua yg justru menjauhi toleransi...anyway, Lets Find out a solutions. Marilah kita jauhi SARA, we all God creature...marilah kita hidup berdampingan, saling kasih mengasihi...aminn.

Suti:
duluu waktu saya masih tinggal di jakarta, anak saya kelas 2sd satu hari cerita, dia males main sama teman tetangga karena sering ditanya "kamu kenapa gak masuk islam saja?" yg nanya itu masih tk...
waktu smp pindah ke kota kecil, masuk smp negeri, gantian guru agama islam yg ngomong "kamu kenapa gak masuk islam saja?"
segitu pentingnyakah bagi 'mereka' mengurusi agama orang lain?
yg saya ajarkan ke anak saya, keberagaman adalah kekayaan... Tuhan yg maha luarbiasa menciptakan keberagaman agar dunia ini indah, colourful... hormati dan nikmati saja keindahannya...
btw, kami sudah sangat dewasa dalam beragama (ber-iman) jadi mau dihina seperti apapun kami tidak peduli, urusannya bukan dengan kami tapi dengan Sang Pemilik kehidupan... salam damai

Tony Gede:
BTW yg nulis di Tiktoknya Agnes Monica tuh beneran nanyanya gitu? Nyuruh doi pindah agama gitu? ??? ??? ??? ???

Kalo tiktok saya ditulisin gitu, saya bales aja, "Gw mau agama apa juga itu bukan urusan lo, Nyet..."

Tony Gede:
Gimana kalau kita balik?

Gimana kalau yang Kristen nulis gini, "I love Mohammad because Mohammad is Christian?"

Trus pajang tulisan gitu di daerah mayoritas Kristen, kayak Papua, Manado, dll.

Gimana kira2?

Atau kalau perlu, baliho2 gini dipajang gede2 di negara mayoritas Kristen, kayak USA, Papua New Guinea, Italia, Vatikan, dsb ....

Tujuannya juga utk mengingatkan sesama umat Kristen...

Gimana?  Mantap nggak?

Jadi biar mereka jg ngerasain rasanya jadi minoritas... Mungkin dengan gitu mereka belajar buat jangan terlalu idiot dan belagu hanya karena merasa jumlahnya lebih banyak.

Brian:
Malah jadi pembenaran bagi makhluk2 busuk tsb untuk menghancurkan kelompok yg mereka anggap sbg "pendosa" ????

Biasa lah, hobi menjadikan diri sendiri sbg korban padahal faktanya malah sebaliknya.

Tony Gede:
Yg sy bilang ITU bikin bgtu di tempat2 di mana penganut Muslim ITU minoritas.  Mau liat saya masih berani ga mereka (mahluk2 intoleran busuk INI) belagu.  Paling2 mengkeret kayak ayam sayur.

Brian:
"Paling2 mengkeret kayak ayam sayur"

Betul om, untuk mereka dan pengikutnya yg kebetulan jd minoritas secara jumlah.

Nah di tempat yg kebetulan mereka mayoritas scr jumlah, kemungkinannya malah dijadiin bensin buat bikin ribut ????

Tony Gede:
Mungkin itulah saatnya mereka di-"Tanjung Priok"-kan? ??? ??? ?????

Brian:
Itu Om yg ngomong ya, bukan saya ??? ?????

Tony Gede:
??? ??? ??? ???

Soekojono Goen:
Menurutnya, apa yang mereka lakukan hanya “dalam kerangka mengingatkan saudara Muslim”.


Muslim model seperti itu mau mengingatkan kaum muslim yang rahmatan lil alamin ??
Ingatkan diri sendiri dulu untuk belajar agama Islam yang benar !!

Brian:
Kelompok muslim yg rahmatan lil alamin harus kompak bersama-sama mengingatkan (dengan sangat keras jika perlu) kelompok seperti FUI dan sejenisnya ini.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Spanduk Fui Ini Keterlaluan Sampai Kapan Kita Seperti Ini yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/spanduk-fui-ini-keterlaluan-sampai-kapan-kita-seperti-ini-t4QSQ_RbS

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: