You Now Here »

Pertanian Dan Perikanan Go Digital Mungkinkah  (Read 141 times - 106 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 20,040
  • Poin: 20.116
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Pertanian Dan Perikanan Go Digital Mungkinkah
« on: January 11, 2019, 10:02:46 AM »




Tony Gede:
Bisa dilakukan.  Begini caranya.

Pertama, infrastruktur, baik fisik maupun telekomunikasi, sudah harus dibangun dulu dan berfungsi dengan baik.

Kedua, bisa dibangun website dan aplikasi platform untuk menghubungkan berbagai pihak yang terlibat, seperti petani, nelayan, investor, pemerintah, supplier alat pertanian dan perikanan, eksportir, dan konsumen dalam dan luar negeri. 

Ketiga, aplikasi platform ini harus dimiliki dan dikontrol bukan oleh sekelompok investor, tapi oleh koperasi induk yang dibentuk bersama oleh koperasi-koperasi pertanian dan perikanan di seluruh daerah di Indonesia.  Kita bicara soal koperasi induk raksasa yang seukuran koperasi Zen Noh.

Keempat, koperasi-koperasi di seluruh daerah tersebut harus beranggotakan bukan hanya petani dan nelayan, tapi juga investor, supplier alat pertanian dan perikanan, eksportir, dan juga konsumen dalam negeri. 

Kenapa?  Karena mereka2 inilah pihak yang nantinya akan terhubung sebagai pemakai dan juga pemilik kolektif aplikasi platform dan website ini.

Untuk daerah pedesaan, BUMDES bisa membantu untuk memacu pembentukan koperasi-koperasi petani dan nelayan, dan juga membantu mengundang investor, konsumer, dan suplier alat2 untuk juga turut menjadi anggota.

Kelima, semua orang yang ingin membuka akun dalam applikasi platform tersebut harus jadi anggota koperasi di daerahnya dulu.  Dengan demikian, applikasi dan website ini dimiliki secara kolektif oleh para anggota koperasi.

Keenam, koperasi induk ini juga bisa mempekerjakan tenaga-tenaga profesional untuk menjalankan / mengembangkan website dan applikasi platform tersebut.  Dalam gugus tenaga profesional ini, harus ada juga tenaga-tenaga pemasaran profesional untuk memasarkan produk ke pasar dalam dan luar negeri.

Ketujuh, koperasi induk ini nantinya juga bisa bekerja sama dengan koperasi-koperasi di luar negeri untuk membentuk perusahaan korporasi / PT yang menjadi perwakilan mereka bersama.  Perusahaan ini nantinya akan mengimpor dan memasarkan produk2 pertanian dan perikanan dari Indonesia ke koperasi-kopeasi di pasar luar negeri tsb.

Nah, konsumen luar negeri yang sudah masuk dalam daftar kerjasama juga bisa terhubung melalui aplikasi platform ini.

Tetapi memang, konsumen luar negeri tidak akan jadi bagian dari pemilik kolektif aplikasi platform ini seperti halnya konsumen di Indonesia.

Gimana, mbak Rahma?  Ada tambahan?

Opa patompo:
Wah, jgn terlalu berat...
(Maaf neh) kemampuan melek digital petani dan nelayan blm mumpuni.
Pembentukan koperasi dengan pengawasan pemerintah, untuk membantu "melek" dan pemberdayaan petani dan nelayan. Itu saja dulu.
Untuk investor, supplier, jgn jd anggota koperasi...

Tony Gede:
Kenapa jangan? Ini hanya supaya mereka terkoneksi saja.  Lagipula, walau investor jadi anggota, mereka ga bisa jadi penentu kebijakan.  Karena kebijakan kan harus dngn suara mayoritas.

Kalau ga, biasa jg bikin koperasi terpisah yg mengakomodasi investor, spti koperasi simpan pinjam.  Juga koperasi konsumsi utk mengakomodasi konsumen.  Lalu koperasi jasa jg bisa dibuat utk mengakomodasi supplier yang mau menyewakan mesin2 pertanian atau perikanannya.

Lalu semua ini dikoordinasi sama koperasi induk? ???

Gimana? ??? ??? ??? ???

Opa patompo:
Menurut pribadi, persoalan investor dan supplier knp tdk jd anggota, adalah "kesejahteraan anggota koperasi dengan keuntungan bisnis".

Investor dan supplier, mengejar uang...
Namun hasil petani, nelayan, tdk bisa diprediksi...
Hasil blm ada, kudu bayar... Tdk ada jaminan soal sejahtera, tp utang kudu bayar...

Lain hal bila koperasi sdh sejahtera, kemudian membeli alat untuk membantu usaha koperasi...

Anu, saya hanya liat soal "sejahtera" dan "untung"...
Investor dan supplier, kalo soal bisnis, ga liat petani dan nelayan, itu bisnis

Pomidor:
Bukan lagi mungkinkah, tapi harus, mbak.Tapi sblm itu, musti dibuat desa2/pesisir2 digital sebanyak mungkin. Jgn spt sekarang. Ada daerah sentra pertanian tp akses internet di sana lemot banget. Akhirnya spt yg sudah2, yg memanfaatkan produksi daerah itu ya org2 kota yg melek informasi & memiliki jaringan penjualan luas. Ibaratnya, mereka ga terlalu berpeluh tp menangguk keuntungan yg jauh lbh banyak dibandingkan petaninya.


Kl memang tekadnya go digital, ya bangun dulu infrastrukturnya, termasuk jaringan internetnya yg optimal. Jangan putus nyambung putus nyambung kayak org pacaran.

Tony Gede:
Bisa kok.  Lihat uraian saya di atas.

Alex Rahardja Zhou:
bisa tapi berat
Hehehe malah yg untung para petani hydro dan aquaponics

Tony Gede:
Ndak musti sob.

Lihat uraian saya di atas.

Opa patompo:
Ya memastikan petani/ nelayan untung dalam go digital y susah.
Perlu adanya (ya anggep aja dulu dech) perkumpulan koperasi untuk kek gituan...
Dmn ada kerjasama pemerintah dengan koperasi tersbut. Personal koperasi hanyalah petani/ nelayan aja... Diluar ntu, biasanya "maling"... Yg tipu2, ambil duit , kabur...
Setelah mandiri, barulah pemerintah mundur.

Tony Gede:
Lengkapnya, bisa juga lihat uraian saya di atas.

Tambahan sedikit, untuk daerah pedesaan, BUMDES bisa membantu untuk memacu pembentukan koperasi-koperasi petani dan nelayan, dan juga membantu mengundang investor, konsumer, dan suplier alat2 untuk juga turut menjadi anggota.

Tony Gede:
Sebenarnya dengan pendayagunaan BUMDES dan koperasi, ini bisa dilakukan.

Juga, saat kita membangun aplikasi platform untuk mewadahi, aplikasi platform itu pun harusnya dimiliki oleh koperasi, bukan oleh orang perorangan atau investor.

Coba gugel dengan keyword cooperative platform, atau platform koperasi.  Ada beberapa tulisan teman2 yang cukup menarik soal ini.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Pertanian Dan Perikanan Go Digital Mungkinkah yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/pertanian-dan-perikanan-go-digital-mungkinkah-WJo4KT3nx

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: