You Now Here »

Kasus Abu Bakar Baasyir Jokowi Mendengar Suara Rakyat  (Read 142 times - 89 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 18,971
  • Poin: 19.047
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Kasus Abu Bakar Baasyir Jokowi Mendengar Suara Rakyat
« on: January 22, 2019, 04:00:25 PM »




Thomas Togi:
yang saya belum mengerti waktu kasus ahok pakde tidak bereaksi apa-apa.jika kasus abb sebagai bentuk kompromi ahok lebih punya etikat baik kok daripada abb

Alamakkk:
Saat itu Ahok adalah besi panas, jadi pakde tidak boleh menyentuh sama sekali, biarpun terlihat tidak adilnya. Karena begitu pakde terlihat intervensi, 7 juta 212 dan oposisi akan menggunakan isu tersebut untuk melengserkan beliau.
Tentu kita tidak ingin Prabowo dan HTI berkuasa, bukan? BTP pun mengerti akan kondisi tersebut dan memakluminya.

BlakBlakan:
Ditakut-takutin pake Prabowo dan HTI mempan ya? Padahal orang goblok juga tau Prabowo gak akan bisa akur dgn HTI. Klo HTI mau mendirikan khilafuck, terus Prabowo ntar jadi bagian apa dari khilafuck? Emang khilafuck setuju negara dipimpin presiden?

john doe:
Berarti, keadilan di Indonesia itu tergantung situasi dan kondisi politik dong? Apa yang bisa dipercaya dari PakDe kalau ternyata prinsipnya sendiri aja tergantung sikon? Uber-Pragmatisme PakDe yang jadi problem!!

Lihat situasi sekarang! Gara-gara Ahok dipenjara, Al Maidah makin perkasa! Jangan lupa, sejak Ahok dipenjara 2016 silam, masyarakat indonesia makin ogah milih pemimpin non-muslim!

https[://]beritagar[.]id/artikel/berita/banyak-muslim-keberatan-jika-non-muslim-jadi-pemimpin

Budi Hastanto:
Yg psti presiden tidak menginterfensi pengadilan\ hukum.
Soal abb itu bkn interpensi, tp pengambilan "keputusan " yg di dasari hukum dan sbgi a.
 Itu pernyataan yg berbeda.
Mngkin bgt x a. ????✌

Alamakkk:
Pakde berprinsip apa-apa harus sesuai hukum. Beliau paham akan Trias Politika dan patuh untuk tidak melanggarnya. Tidak seperti Suharto yang menjadikan dirinya sebagai pemegang otoritas hukum tertinggi (yang tampaknya otoriterian ini akan diikuti oleh Prabowo).
Dan harus dicatat, bukan Jokowi yang memenjarakan Ahok, tapi badan pengadilan yang memutuskannya.
Dan tentu bukan akibat Ahok dipenjara dan salah Jokowi, radikalisme bertumbuh hebat sekarang. Jadi karena siapa? Coba buka artikel Seword yang dulu-dulu.

Pelepòn Laladóttir:
Maaf ya, yg tua dan sakit2an masih ada selain baasyir, mungkin malah lebih nelangsa hidupnya, gak punya biaya utk berobat, gak diperhatikan org lain, dll alasan. Kan di dalam penjara dia juga dijamin kebutuhannya, pangan, tempat bernaung, ada dokter yg bisa dtg memantau kesehatan. Beda kalau ternyata di dlm penjara dia disiksa, gak bisa ibadah, gak bisa tidur, gak bisa makan, dst. Kalau masih manusiawi dlm penjara ya sdh diterima saja hrsnya, itu lah resiko yg hrs ditanggung krn sdh membuat onar dan kerusakan. Soekarno aja dulu sampai akhirnya hayat tdk mendptkan kebebasan, pdhl kurang berjasa apa coba sama negara ini.

Alamakkk:
Saya pikir kita semua di posisi bimbang antara menyetujui atau menolak  keputusan Presiden, baik itu di sisi hukum maupun kemanusiaan. Jika dilihat dari kemanusiaan, dispensasi diperlukan sesuai dengan batas hukum yang berlaku. Tetapi jika terpidana sendiri tetap masih tidak mengakui Pancasila sebagai asas negara dan posisinya sebagai seorang pemimpin agama yang dipercayai dan diikuti oleh sebagian anggota masyarakat, tentu kebebasannya akan mengundang pro-kontra dan rasa curiga masyarakat yang tidak menyetujui tindakan terorisme.

firman proindo:
Baasyir dari dulu menolak bebas bersyarat, karena syaratnya adalah teken tanda setia thd pancasila dan nkri

Skrg Yusril dan pakde malah nekat membebaskan dia tanpa syarat.
Na ini kan menabrak aturan hukum

L Lawliet:
kali ini si ganteng nulisnya serius dan kagak pakai canda tawa...berarti ini serius amat....gua akhirnya ikhlaskan pak tua ini bebas

hoetomo:
Saat ini (menjelang Pilpres) sebaiknya pemerintah jangan melakukan keputusan2 yang ' sensitif ' ,karena efeknya bisa bervariasi terhadap image calon voternya , apalagi enak untuk di-goreng2. Kalau ada rencana keputusan yang ' sensitif ' tunda dipertimbangkan  toh Pilpres 3 bulan saja lagi.
Masalah 'sensitif' ini perlu pertimbangan yang mendalam .

Cece Heri Heryadi:
Semoga ini tidak Jadi Belunder yg menggerus suara pendukung Jokowi. sejauh ini #tetapJokowi

Givern Miricle:
suara rakyat yang mana ?

BlakBlakan:
Yg mayoritas, yg seiman, yg bukan korban bom teroris.

Hoja:
Masuk lagi Pak Eko? ????

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Kasus Abu Bakar Baasyir Jokowi Mendengar Suara Rakyat yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/kasus-abu-bakar-baasyir-jokowi-mendengar-suara-rakyat-Qd7rjFTCI

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: