You Now Here »

Atheis Telah Menunggani Kubu Bosan  (Read 126 times - 75 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 19,095
  • Poin: 19.171
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Atheis Telah Menunggani Kubu Bosan
« on: February 01, 2019, 09:00:11 AM »




Martabak Sweet:
Dari pada marah dengan Rocky Gerung dan main sudzon athies, menyerang dia secara personal, mending argue balik argumentasi dia kalau kitab suci itu benernya bukan fiktif. Dengan bukti tentunya, dan bukan karena ngaku ngaku sendiri kalau suci dan bukan fiktis. Itu baru sehat.

Sebenarnya apa sih bedanya antara
1. Kubu 2 menghasut, mengolok olok, menfitnah, mendemozied/menjelekan PKI dengan, dan mengunggangi isu PKI?
2. Kubu 1 manghasut, mengolok olok, memfitnah, mendemonized/menjelekan ATHEIS isu, dan menunggangi isu ATHEIS?

Kristen, muslim, hindu, buddha KTP mungkin lebih waras dari pada yang fanatik kalau dilihat dari sisi kemasyarakatan dan kemanusiaan serta kemauan untuk bisa membaur dan berkolaborasi.

Kalian sama sama kurang-ajar dan sama sama biadabnya. TO BE FAIR ya.
a. keduanya adalah produk atau isu yang dijejalkan dari kita kecil. Menghukum keduanya dan melabeli keduanya sebagai hal yang buruk/jahat.
b. realitanya, PKI tidak ada sekarang, ATHEIS pun kalau dilihat dari sisi humanisme/kemanusiaannya, mungkin lebih waras dari yang beragama. Beragama bukan garansi manusia jadi otomatis baik, yang jadi radikalis islamiah juga banyak, yang korupsi juga banyak. Yang susah membaur dan merasa NOMOR SATU paling SUCI, LEBIH BANYAK LAGI.

Renungkanlah. Least we can do: jangan munafik dan melakukan hal yg sama dengan kubu sebelah (bedanya: memakai "produk" yang beda tapi dengan mekanisme yang sama).

Syafei Gunawan:
sudah jelas sebelah itu tidak fair pakai argumen tukang obat ataupun ngeles kaya supir bajay yang kalau dilayani dengan argumen objektive ilmiah ga bakal nyambung, apalagi yang disasar itu warga yang sudah letih untuk kesibukan harian sehingga tidak sempat menalar terlalu mendalam, jadi yang diperlukan adalah membuat argumenrasi dengan mempermainkan kalimat yang praktis/ gampang dimengerti tanpa unsur manipulasi plus membohongi

hoetomo:
Saya pernah ketemu profesor yang mengaku atheis di mamarika tapi dia aktif membantu masyarakat miskin di Afrika .Tapi saya kok tidak yakin kalau beliau ini tidak percaya Tuhan.Apa mungkin percaya Tuhan tapi tidak mau banyak omong ???

Indri Giber:
Ada banyak alasan mengapa orang berbagi, menolong, atau berbuat baik, Mas. Tidak semua krn Tuhan. In fact, banyak riset yg membuktikan bahwa pemberi mendapatkan kenikmatan jauh lebih intense dibanding penerima. BTW, emphaty adalah karakter dasar manusia, karena kita makhluk sosial.

FAUZi:
100% BETUL..................


Menolong, berbagi dan empathy sesungguhnya tidak ada kaitan dengan Tuhan, hanya suka diakit kaitkan oleh penjual agama

Indri Giber:
IMHO, menjadi agnostic atau atheis itu adalah pilihan RG. It's none of our business. Malah IMHO kubu02 KECOLONGAN ketika RG keceplosan dgn statement dia. Mungkin maksud kubu02 adalah memakai RG utk membombadir kebijakan2nya petahana. RG hanya salah satu alat kampanye, tapi bukan senjata pamungkas. Saya yakin 'kecolongan' kubu02 ini sangat beneficial secara politis buat kubu01.

Buat saya belajar adalah dari lahir sampai lahat, tidak harus dari sekolah tapi juga dari pengamatan & interaksi masyarakat, buku, online courses, opini/podcast (termasuk dari oposisi), dll. Kemajuan pengetahuan tidak pernah berhenti, mengapa kita harus berhenti?

Syafei Gunawan:
(Sejatinya, tidak ada manusia yang atheis, yang ada adalah menuhankan fulus)
Apakah g bertentangan dengan agama Islam, bahwa tuhan adalah Esa?

Fsasosi:
KATANYA PARTAI TUHAN ??? ??? ?????

Sanggalaru:
Gak usah merembet jauh kemana-mana, justru yg jadi masalah itu adlah Koalisi yg diklaim sbagai partai Allah/Tuhan tpi isinya malah org yg meragukan eksisistensi Ketuhanan itu sendiri. Salah satu cara cepat meraih kepercayaan demi kekuasaan adalh gorengan isu agama, obral tiket surga, tunjuk kopar-kapir, klaim sbagai kelompok paling benar. Cara sprti ini akan berhasil jika mayoritas publik "dungu" sperti yg sering dikatakan oleh ustadz gerung.

Nyindir dibiarin malah memfitnah, fitnah dibiarin malah nyubit, nyubit dibiarin malah nampar, nampat dibiari malah nonjok, nonjok dibiarin malah nginjak, nginjak dibiarin malah nafsu mbunuh, begitu dibalas dgn cubitan kecil langsung teriak2 dianiaya nangis guling2 merintih kesakitan kya mau mampus...oposan mental pecundang.

Senopati:
Pertanyaan besar adalah apakah orang boleh bebas bicara "kitab suci adalah fiksi" di ruang publik. Tentu saja harus dikaitkan pada 2 hal,
1. Penjabaran Sila Pertama, Ketuhanan YME
2. Kaidah2 agama, yang kalau dalam Islam, jelas2 bertentangan dengan rukun ke-3 dari rukun iman. Posisi Kitab Suci, bahkan lebih tinggi daripada Nabi.
Hal lain yang perlu disoroti, bagaimana jemaah monaslimin yang bermetamorfosis dari radikal menjadi murtad. Dimulai dari melabeli diri sebagai kelompok ulama, yang kemudian merekomendasi tokoh, yang justru tidak jelas agamanya. Dan sekarang mengangkat Nabi pada tokoh Atheis yang bahkan sesudah menyatakan "Kitab Suci adalah Fiksi", justru di"amin"i dengan mengundang ceramah di mesjid dan pengajian, bahkan disambut dengan takbir.
Ironis sekali, orang2 yang sama demo berjilid2 penistaan agama, untuk 1 ayat. Sekarang ada yang menistakan Kitab Suci yang notabene kumpulan dari ribuan ayat, malah diundang ceramah.
Logika kamfrett memang susah dicerna.

BlakBlakan:
"Penjabaran Sila Pertama, Ketuhanan YME"

Ada yg bilang ini artinya setiap orang punya hak utk menjalankan kepercayaan masing-masing. Klo yg percaya Islam, oke. Yg percaya hindu, juga oke. Atheis pun boleh. Klo ini dikritik karena "bicara di depan publik", tanya aja anda sendiri boleh gak yg islam ceramah di depan publik? Boleh! Kenapa atheis gak boleh ceramah di depan publik. Ceramah itu tidak mewajibkan orang harus dengerin si penceramah.

Senopati:
Selama makna Atheis adalah menolak Tuhan, jelas bertentangan dengan sila pertama Ketuhanan YME. Apalagi ceramah, wong jadi warganegara Indonesia saja sudah tidak valid.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Atheis Telah Menunggani Kubu Bosan yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/atheis-telah-menunggani-kubu-bosan-cAehZAkTe

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: