You Now Here »

Kriminal Dibela Ulama Nu Dihina Tenggelamkan Fadli Zon Dan Gerindra Fadlizonhinaulama  (Read 88 times - 44 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 18,532
  • Poin: 18.608
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Oma Acel:
Puisinya kontra produktif  untuk kubu 02. bukannya menguntungkan tapi justru menggerus  suara 02. Warga NU makin merapatkan barisan mendukung 01.

Octo Duma:
yes.. ! betul skl Oma .. ????

Jemima Mulyandari:
Wowo marah ngga ya?? ??? ?????

Octo Duma:
Harusnya wowo marah dong ke zon ????

Jemima Mulyandari:
Alamat dilempar hengpong ya ??? ?????

Octo Duma:
hahaha ... meskipun iya, tp gak bakalan ada wartawan bisa meliput ..

Jemima Mulyandari:
Wekekeke...

Jemima Mulyandari:
Betul sekali Oma. Saya jadi pengen tau reaksinya Wowo ??? ?????

Mojo pahit:
Si zonky salah profesi...seharusnya doi jadi perayu gombal sj

Jemima Mulyandari:
Hahahaha....

Opa patompo:
Ivy Susi tuh yg kudu jemput FZ k laut... Biar dibereskan dsna...

Jemima Mulyandari:
Mantap Opa. Tenggelamkan.

Awam Wahono:
Fadlizon gertak sambal, tahu kasus ratna segera disidangkan

Jemima Mulyandari:
Aslinya ketir2 juga dia.

Armand van Cakra:
Fadli Zon memang memberi kesan bahwa dia suka menghalalkan segala cara dan bermain kotor.

Tetapi harus dipahami bahwa dia melakukan ini semua karena kesetiannya kepada Sri Prabowo Subianto. Segala hal dilakukannya untuk membela Prabowo, dan saya sangat menghargai sikap yang ditunjukkan oleh Fadli Zon.

Fadli Zon dan saya mencintai Yang Maha Mulia Prabowo Subianto, sama seperti Mbak Jemima dkk mencintai Jokowi dan Ahok.

Edwin Hendra Kusuma:
Saya ragu FZ melakukan itu untuk Prabowo. Yang saya lihat semua yg dia lakukan adalah untuk dirinya sendiri, bukan untuk siapa2. Kalau memang dia mencintai Prabowo, masa sih dia pilih cara kotor yg justru bikin bad impact cepat atau lambat ke Prabowo?

Dia melakukan itu semua untuk tampil kontroversial, untuk dirinya sendiri. Itung2 iklan lah. Diakui atau nggak, masih banyak dari masyarakat kita yang mau beli barang yg diiklankan dengan cara macam itu.

Armand van Cakra:
Pemahaman yang menarik.

Karena menurut saya memang hanya Fadli Zon satu-satunya orang yang setia kepada Prabowo. Dari tahun 1990-an sampai sekarang dia masih berjuang untuk Prabowo.

Selain itu menurut saya tindakan kontroversialnya dilakukan dalam rangka menghalalkan segala cara untuk membela Prabowo Subianto. Salah benar belakangan.

Edwin Hendra Kusuma:
Soal FZ konsisten dengan dukungannya ke Prabowo itu tidak akan saya bantah, karena saya lihat memang benar dia konsisten dengan dukungannya. Yang saya permasalahkan justru motif di balik dukungannya. Benarkah itu karena dia sungguh2 mencintai Prabowo? Atau dia, seperti orang2 macam Amin Rais, sebenarnya berusaha menunggangi atau minimal membonceng Prabowo?

Armand van Cakra:
Benar juga ya. Itu saya tidak tahu.

Karena orang seperti Amien Rais, Yusril Ihza, Ruhut Sitompul, dan Hary Tanoe motifnya mudah ditebak yaitu untuk keuntungan diri sendiri dan oportunis.

Fadli Zon motif sebenarnya apa saya juga tidak tahu.

Jemima Mulyandari:
Masuk akal sob.

Octo Duma:
Masih banyak bagi oposisi, cara lain yang santun dan mendidik masyarakat dlm berpolitik.
Yang Zon lakukan menurut saya adlh mengajak masyarakat(nya) untuk membenci dan memusuhi pemerintah yg syah. Dia sadar Pemerintahpun punya pendukung. Apa akibatnya ?, sekarang timbul fenomena perpecahan bangsa yg salah satu penyebabnya adalah cara oposisi berpolitik spt yg Zon lakukan itu.

Jemima Mulyandari:
Betul sekali Pak.

Armand van Cakra:
Baik meskipun saya pendukung Prabowo memang harus diakui bahwa Fadli Zon dkk main kotor dan menghalalkan segala cara.

Tapi bagaimana lagi?
Karena memang fokus mereka adalah memenangkan Prabowo, dan yang dilihat adalah efektivitasnya.

Jadi moral dan etika dikesampingkan dahulu.

Edwin Hendra Kusuma:
For the sake of the conversation, OK, kita asumsikan bahwa Prabowo adalah orang baik seperti yang anda bilang (nggak sulit buat saya, semua orang pasti punya sisi baik), lalu kita lihat juga orang2 di sekelilingnya yang anda akui bermain kotor dan dibiarkan saja oleh Prabowo.

Saya rasa anda pernah dengar tentang pembunuhan Kitty Genovese puluhan tahun yang lalu, yang ditusuk di depan apartemennya, yang menjerit minta tolong dan tak ada satupun dari orang2 yg mendengar mau menolongnya. Mereka juga diam saja ketika si pembunuh melenggang pergi. Bahkan tidak ada satupun dari mereka yg menelpon polisi. Perilaku ini sekarang dikenal dengan istilah bystander effect atau Genovese syndrome.

Apa hubungannya dengan Prabowo? Kembali ke asumsi bahwa dia orang baik, saya ingin kutip sedikit sermon dari seorang pastor di film The Boondock Saint, "we must all fear evil men. But, there is another kind of evil which we must fear most … and that is the indifference of good men!"

Prabowo punya kesempatan untuk menunjukkan integrity dengan menyetop cara2 kotor yg dilakukan orang2 di kubunya, tapi itu tidak dia lakukan.

Armand van Cakra:
Kasus Kitty Genovese saya tahu, kasusnya senada dengan Wang Yue di China.

Semua ini karena mengalahkan incumbent/petahana sangat sulit. Kalau dulu di DKI Jakarta Fauzi-Nara bisa kalah itu karena kinerjanya memang kurang baik dan track record Jokowi-Ahok cemerlang.

Selanjutnya di DKI juga Ahok-Djarot kalah karena Anies-Sandiaga menghalalkan segala cara.

Dari contoh diatas maksud saya adalah kalau mau menggunakan hanya cara yang lurus-lurus saja hampir mustahil bagi Prabowo untuk mengalahkan Jokowi, mengingat track record dan kinerja Jokowi  yang baik. Apalagi Prabowo punya masa lalu yang agak hitam seperti pelanggaran HAM, penculikan, Orde Baru, ke Jordania, dipecat dari militer.

Pada akhirnya Prabowo harus menggunakan segala cara untuk bisa menyaingi Jokowi.

Jemima Mulyandari:
Mantap sob.

Jemima Mulyandari:
Saya benar2 tak habis pikir dengan cara berpikir anda yang seperti ini. Egois. Menghalalkan segala cara untuk menang. Dengan sadar & sengaja mengesampingkan moral & etika. Dan itu bukan kelakuan manusia yang baik. Orang jahat kok dicintai & dibela?? Kan aneh?? Itu artinya anda memang sama saja dengan Zon yang ngga bisa membedakan antara mencintai dan menghina.

Octo Duma:
Pikirkanlah keutuhan bangsa ini . Apa anda tega melihat sesama bangsa Indonesia saling gontok2an, saling menghina, mencaci . Jika benar Prabowo mencintai NKRI, harusnya mementingkan persatuan dan kedamaian bangsa ini diatas keinginan untuk berkuasa.

Jemima Mulyandari:
Betul sekali Pak. Heran banget saya hal sesederhana ini dia ngga ngerti. Astagaaaa....

Jemima Mulyandari:
Tampaknya anda tidak bisa membedakan antara mencintai dan menghina. Mencintailah tanpa harus menghina orang lain sekalipun kamu tidak menyukai bahkan membencinya. Dan orang yang anda cintai adalah orang yang suka menghina. Di gerombolan seperti itulah anda sedang berada sekarang ini.

Armand van Cakra:
Prabowo melakukan semua ini karena terpaksa dan tidak ada cara lain. Padahal aslinya dia adalah orang yang polos dan jujur.

Coba lihat dari tahun 2004 dulu, Prabowo sewaktu ikut Golkar dan akhirnya mendirikan Gerindra. Tidak ada penghinaan dll yang dilakukan Prabowo.

Prabowo baru mulai melakukan ini semua semenjak dikhianati oleh Megawati dan Jokowi.

Mbak Jemima cobalah mengenal lebih jauh Prabowo, agar tahu bahwa sebenarnya Prabowo bukan orang jahat seperti yang selama ini digambarkan.

Jemima Mulyandari:
Wakakakaka..... daripada mengenal Prabowo yang sudah jelas2 menghalalkan segala cara untuk menang dan itu jahat, lebih baik saya mendukung Jokowi yang sudah jelas2 bekerja membangun negara.

Dan daripada kamu sibuk menghibur dirimu seperti ini padahal fakta2nya sudah jelas terpampang di depan mata, lebih baik kamu belajar menerima kenyataan bahwa orang yang menghalalkan segala cara untuk menang itu namanya orang jahat.

Armand van Cakra:
Agree to disagree then.

Saya tidak bisa memaksakan pemahaman saya kepada Mbak Jemima, kalau anda merasa Jokowi yang terbaik ya silakan.

Kita lihat nanti April 2019 bagaimana hasil legislatif dan pilpresnya.

Jemima Mulyandari:
Ini bukan sekedar masalah agree atau disagree lagi. Ini  sudah masuk wilayah mendukung orang baik atau orang jahat. Dan yang namanya menghalalkan segala cara itu namanya jahat.

Awam Wahono:
Ingat jokowi ingat prestasi yg membuat optimis sebagian besar rakyat !

Jemima Mulyandari:
Setuju sekali. Dihina & difitnah Jokowi juga tetap dia. Makanya saya sama sekali ngga pernah ragu mengatakan keIslaman Jokowi sangat memberkati keKristenan saya. Bandingkan ama kelakuan sebelah yang menghalalkan segala cara jahat2 begitu. Aiiihh....

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Kriminal Dibela Ulama Nu Dihina Tenggelamkan Fadli Zon Dan Gerindra Fadlizonhinaulama yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/kriminal-dibela-ulama-nu-dihina-tenggelamkan-fadli-zon-dan-gerindra-fadlizonhinaulama-AUuySvjy1

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: