You Now Here »

Jangan Bawabawa Tuhan Dalam Politik  (Read 87 times - 47 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 17,034
  • Poin: 17.110
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Jangan Bawabawa Tuhan Dalam Politik
« on: February 07, 2019, 09:00:20 AM »




Oma Acel:
Super setuju. ????
Kubu 02 tuh yg suka takbir2,  klaim partai Allah lah,  giliran ditanya #prabowojumatandimana,  mingkem semua.

FAUZi:
Ah sama aja oma, penulis di seword juga suka bawa bawa Tuhan, bawa bawa pembalasan Tuhan segala... kayak yang maha tahu aja kalau Tuhan berpihak



Tuhan itu ada di hati tiap insan, urusan dengan Tuhan = urusan pribadi yang sangat private, menjadikan agama sebagai identitas saja sudah ngawur berat, menanyakan apa agamamu juga harusnya tabu berat...; kan nggak enak ditanya kamu pakai celana dalam warna apa toh ?



Urusan agama seyogyanya urusan di kamar, sendiri dan private, keluar dari situ gunakan ukuran lain dalam bermasyarakat, norma, adat dan hukum, tidak perlu bawa bawa agama, apalagi dalam politik ...

Harry:
Di sini pun sama...jokowi bilang jangan bawa2 agama ke politik. Eh maaruf amin jadi cawapres. Baashir diwacanakan bebas (walaupun batal karena blunder). Terakhir polemik doa kyai. Terlepas ini blunder tidak...kyai sepuh umur 90 tahun ditarik utk memberikan dukungan politik utk pilpres. Layak tidak? Kalau kita konsisten tidak membawa2 agama masuk politik. Itulah saya lihat kedua kubu sudah tercemar. Contaminated oleh nafsu memasukkan agama ke politik demi berkuasa.

John Lie Kwee:
Masalahnya rakyat Indonesia masih banyak yg bisa dijanjikan sorga untuk suatu suara politik. Makanya M di moment terakhir berubah jadi Ma'ruf. Padahal sebelonnya engga. Membawa agama? liat aja.. apakah Ma'ruf Amin bawa bawa agama dlm kampanye die?? Boleh dong ulama menjabat dlm jabatan politik?? Kalo dlm gereja Katholik, pastor apalagi Uskup tidak boleh menjabat dlm jabatan politik. Itu karena ajaran Kristus tidak dapat dibatasi oleh batasan batasan negara.

yuviandi purbodewanto:
Hahahh bisa aja bung Asuko .. "Kalau begitu, pepatah vox populi, vox dei harus diganti apa dong?" kalo menurut nasehat john doe ya diganti ini: "vox populi, vox populi" (suara rakyat ya suara rakyat).

FAUZi:
Betul.. apakah karena ungkapanvox populi, vox dei sudah lama jadi pasti benar ?


Agama jangankan digunakan dalam politik, dalam hubungan horizontal antar sesama manusiapun seyogyanya tidak digunakan


Cukup dengan norma, adat budaya dan hukum negara


jadikan ranah agama = ranah pribadi yang paling private saja

Harry:
Good thinking. Sudah sangat jarang saya menemukan tulisan yg "thought-provoking"/menggugat cara berpikir. Ini salah satunya. Mengingat tuhan dan agama bagi warga negara ini berbeda2 sudah seharusnya keyakinan macam itu tidak diumbar ke ranah publik. Apalagi utk kontestasi politik seperti pemilu. Idealnya pemilu adalah mekanisme demokrasi yg sebenarnya bertujuan utk memilih pemimpin atas dasar nilai2/attribute yg berlaku universal. Common ground yg sama2 dirasakan penting oleh setiap orang. Misalnya apa? Semua warga negara ingin kualitas hidup yg lebih baik, pendidikan yg berkualitas buat anaknya, lapangan pekerjaan, keadilan sosial dan kemanusiaan. Agama walaupun sering disebut seakan2 memiliki tujuan baik yg sama. Yaitu sama mengajarkan kebaikan. Kenyataannya lebih sering menjadi pemecah belah. Karena masing2 lebih mengutamakan dogmanya sendiri ketimbang amal/kebaikan tadi. Bahkan saya melihat kalau agama dibawa ke politik...dalil2 dalam agama tersebut menyebabkan tidak adanya titik temu sebagai dasar kontestasi yg adil. Ambil contoh kasus ahok dulu...almaidah 51. Pilkada yg harusnya menghasilkan pemimpin yg dinilai dari parameter yg terukur dan bisa diterima luas. Malah parameternya bergeser ke keimananan yg tidak ada titik temunya bagi masyarakat yg majemuk.

Segalanya Baik:
Pernahkah kita berpikir bebas, betapa "enaknya" predikat seorang Ulama. Memiliki "hak" untuk mendominasi pemahaman ttg Tuhan.
Pelajarilah ttg agama dr Teori Konspirasi, lalu gabungkan dengan Ilmu Manajemen dan Marketing. Apa sih jualan sebuah agama. Mereka menjual kunci surga. Menakuti manusia bhw kalau tidak memeluk agama mereka, akan masuk neraka. Slogan masing2 agama adl Kunci Surga mereka paling menjamin.
Jika kita terlahir di komunitas yg tidak mengenal agama, maka kita tidak akan kenal agama. Lalu tidak kenal juga sorga neraka, sama halnya tidak kenal konsep dosa.
Dengan menjadikan anak2 kita yg sejak bayi menjadi pemeluk agama orang tuanya, itu adl pelanggaran hak azasi manusia yg paling hakiki.
Agama hanyalah kepentingan bagi yg menciptakan Agama. Bukanlah kepentingan Tuhan. Jika memang neraka ada, lalu semua manusia masuk neraka; tidak akan mengurangi Kemuliaan Tuhan (Sejatinya Tuhan pun tidak lah Mulia- krn Mulia adl atribut manusia).
Ttp agama dan peperangan antar agama, tetaplah ciptaan Tuhan di dunia ini. Segalanya baik adanya. Semuanya membentuk kita manusia sampai saat ini. Tidak ada yg tidak baik di dunia ini.

Segalanya Baik:
Inilah yg membelenggu kemanusiaan kita. Pemahaman bhw Tuhan tidak Terjangkau Akal Pikiran manusia telah mengunci pikiran manusia yg ingin mengenal Tuhan. Jika ada pemikiran lain ttg Tuhan, maka pemikiran lain itu otomatis ditentang oleh hampir semua manusia.
Penyebutan Tuhan sbg Maha: Maha Kuasa, Maha Pengasih lg Maha Penyayang, dan Maha2 yg lain. Saking Maha Kuasa nya, Tuhan dimanusiakan sbg Raja yg Maha Kuasa. Semua itu adl persepsi memanusiakan Tuhan sbg Manusia yg Maha. Persepsi memanusiakan Tuhan ini sering muncul di dalam pertanyaan: Bisakah Tuhan menciptakan benda yg sangat besar, sehingga saking besar nya Tuhan tidak mampu mengangkat benda itu.
Sejatinya, Tuhan sangatlah sederhana. Dia ciptakan manusia dg akal pikiran dan perasaan. Manusia berada di dunia dgn segala hukum alam nya. Hukum alam ini lah yg diciptakan Tuhan sebelum manusia dilahirkan. Tanpa hukum alam, semuanya akan tidak beraturan.
Kita mengenal besar kecil, berat ringan, jatuh ke bawah, atas bawah; semua karena kita ada di bumi dg gaya gravitasi nya. Jika kita di luar angkasa, kita saksikan bhw bumi menggantung di angkasa tanpa ada penyangga. Demikian pula seluruh tata surya dg milyaran bintang, melayang di angkasa. Di luar angkasa tidak ada besar kecil, berat ringan, atas bawah, bhk tidak ada siang atau malam.
Sampai saat ini manusia belum lah mengenal Tuhan. Masih mencari Tuhan. Melalui agama2 yg ada di dunia. Padahal sejatinya, Tuhan ada di dalam roh/jiwa setiap manusia (setiap manusia berarti semua orang tanpa pandang bulu). Begitu yg diyakini oleh pengikut agama bhw manusia diciptakan dr setimpal tanah dan Tuhan meniupkan Ruh-Nya.
Coba perbandingkan secara sederhana negara2 yg berdasarkan agama dan negara2 sekuler, yg mana yg lebih maju.
Sayangnya agama berarti ada umatnya, setiap umat berarti ada ulamanya. Sedangkan demokrasi membutuhkan suara untuk menang. Tidaklah salah politikus gunakan agama untuk mendulang suara. Dengan "mengunci" sang ulama maka otomatis umatnya akan ikut pilihan ulamanya. Sah2 saja. Jokowi juga memainkan itu. Ttp krn disini pro Jokowi, gerakan mendekati ulama dianggap sah. Sedangkan Prabowo dicela. Mau pakai propaganda Rusia juga sah2 saja.
Karena Tuhan bersabda: Segala Sesuatu yg Dia ciptakan di dunia adalah Baik adanya.
Kita yg membuat haram halal, benar salah, dengan mendompleng nama Tuhan berarti belum beriman kepada Tuhan, ttp beriman kepada kepentingan diri atau kelompoknya. Karena segala yg kita temui di dunia adl ciptaan Tuhan, dan semua itu baik adanya.
Jokowi menang: kita bersyukur, Prabowo menang: dunia tidak kiamat. Yang membedakan adalah bagaimana kita sebagai manusia memperjuangkan cita2/niat/harapan kita.

FAUZi:
Komen bagus...

Harry:
Ini salah satu seworder yg waras. Syukurlah anda punya akal sehat utk bisa mengambil sikap independent. ??? ?????

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Jangan Bawabawa Tuhan Dalam Politik yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/jangan-bawabawa-tuhan-dalam-politik-xfV1mQFde

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: