You Now Here »

Koperasi Senjata Pamungkas Untuk Atasi Mafia Beras  (Read 82 times - 101 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 18,532
  • Poin: 18.608
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Koperasi Senjata Pamungkas Untuk Atasi Mafia Beras
« on: February 11, 2019, 07:00:45 PM »




Roedy Siswanto:
Bagus banget bung Tony . Kalau aku jadi Presiden pasti menkopnya bung Tony hahahaha.

Tony Gede:
Hahahaha... Lebay...

Masih banyak orang pasti yg lebih mengerti soal koperasi dp saya sih....

??? ??? ??? ???

Edwin Hendra Kusuma:
Jaman SMP dulu, guru IPS saya pernah menceritakan tentang koperasi pertama di Inggris, di mana para buruh mengumpulkan modal selama beberapa lama dengan iuran 1 penny per hari. Jadi bisa kita bilang koperasi ini suatu badan usaha yang dijalankan oleh pengurus koperasi dengan para anggota sebagai pemegang sahamnya, dan SHU dibagikan rata kepada anggota setiap tahun. Sampai di sini saya cukup paham, sampai guru saya tersebut melanjutkan ceritanya bahwa keberhasilan koperasi tersebut itu menarik banyak buruh lain untuk jadi anggota. Saya lalu bertanya, "Pak, kalau anggota yang sudah bergabung 10 tahun yang akumulasi iurannya jauh lebih banyak dibandingkan dengan anggota baru, apakah penerimaan SHU-nya akan sama dengan anggota yang baru bergabung dan baru iuran sedikit? Apakah ada pembedaan? Rumus penghitungannya gimana?"


Guru saya nggak bisa jawab. Ada yang bisa jawab nggak di sini?

Tony Gede:
Ada hitungannya.  Saya g ngerti detailnya, tpi yg jelas, pembagian keuntungan itu berbanding rata atau proporsional dngn persentase iuran yg udah disetor.

Jdi tentu saja yg udh masukin iuran lebih banyak dpt persentase SHU yg lebih banyak.

Ttp mirip prinsip saham yg ditanam.

Selain itu, peran serta dlm memajukan koperasi jg masuk dalam rumus perhitungan.

Yg membedakan koperasi dngn korporasi adalah besarnya modal / iuran seseorang tidak menentukan besar jumlah suara yg didapat.

Tiap orang hanya dapat 1 suara saja.

Jdi yg menyumbang iuran terbesar bukan berarti jadi penentu kebijakan.  Penentu kebijakan tetap suara mayoritas anggota.

Edwin Hendra Kusuma:
Nah, hal seperti ini saya rasa nggak banyak orang yang tahu. Tahun 2002 sewaktu staff saya dulu ada yang mau membentuk koperasi karyawan, kendala dia menarik staff utk jadi anggota ya itu. Staff banyak yang nanya, lha hitungannya gimana kalau ada karyawan baru? Profit kita berkurang dong? Karena pada bingung sendiri, koperasi jadi batal terbentuk, padahal udah saya sediakan modal awal untuk nantinya ditambah dengan iuran wajib bulanan dari karyawan dengan pemotongan gaji yg akan disetorkan accounting langsung ke rekening milik koperasi.


Akhirnya baru terbentuk tahun 2004 setelah saya kirim tiga staff untuk konsultasi ke Dinas Koperasi dan minta bantuan pendampingan.

Tony Gede:
Tahun 2002 ya?

Ga heran sih.  Taun sgtu seingat saya memang belum banyak tulisan soal koperasi di internet.

Kalau sekarang, rumus buat hitung2an ginian bisa dicari di internet.  Ada kawan2 penulis yg berbaik hati membagi info2 seperti ini.

Edwin Hendra Kusuma:
Sebenarnya beberapa koperasi saya lihat cukup berjalan bagus, atau minimal bisa bertahan, koperasi susu Boyolali, misalnya. Lalu kenapa bentuk badan usaha koperasi ini seperti kurang banyak diminati dan banyak yang jalan setengah hati?


Saya kira kuncinya di sini ā€¯Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaanā€¯ sebagai dasar dari koperasi. Banyak yang salah menafsirkan frase "asas kekeluargaan" itu bukan sebagai asas tapi sebagai metode kerja...

Roedy Siswanto:
Bung , saat ini persusuan di boyolali sedang surut karena kwalitas produknya . Menurut Saya ini karena koperasi tidak dikelola professional.

Edwin Hendra Kusuma:
Betul, tapi masih bertahan biarpun gonjang-ganjing. Ada yang kondisinya lebih buruk. Di koperasi SAE Pujon Malang, banyak anggota yang keluar karena pengurus kurang cakap dan nggak kreatif dalam pengelolaan koperasi. Itu yang saya maksud dengan banyak yang salah menafsirkan frase "asas kekeluargaan" itu bukan sebagai asas tapi sebagai metode kerja...

Tony Gede:
Padahal jgn pakai mindset sperti itu.

Yg namanya koperasi adalah perusahaan. Tetap saja yg dijalankan itu bisnis.

Jdi melakukannya pun harus secara profesional. Administrasi dan akuntansi rapi. Pemasaran agresif. Kemasan produk menarik. Produknya jg harus dikontrol mutunya.

Yg gitu2lah...

Tony Gede:
Sayang banget.

Kalau saya lihat, mungkin krn citra koperasi di mata masyarakat jg hanya dinilai sekelas UKM.

Dikiranya kalau koperasi, paling2 kelasnya UKM.  Jdi dikiranya koperasi itu usaha sampingan atau usaha rumahan aja.

Padahal jgn pakai mindset sperti itu.

Yg namanya koperasi adalah perusahaan.  Tetap saja yg dijalankan itu bisnis.

Jdi melakukannya pun harus secara profesional.  Administrasi dan akuntansi rapi.  Pemasaran agresif.  Kemasan produk menarik.  Produknya jg harus dikontrol mutunya.

Yg gitu2lah...

Tony Gede:
Itu dia... Padahal namanya berdasar asas kekeluargaan, bukan berarti menjalankannya asal2an.

Koperasi tetap harus dijalankan secara profesional sebagaimana layaknya sebuah perusahaan.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Koperasi Senjata Pamungkas Untuk Atasi Mafia Beras yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/ekonomi/koperasi-senjata-pamungkas-untuk-atasi-mafia-beras-jYLnFyRXt

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: