You Now Here »

Aroma Busuk Jual Beli Jabatan Tercium Di Rotasi 1125 Pejabat Anies  (Read 69 times - 49 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 17,591
  • Poin: 17.667
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Tony Gede:
Ah, kalian2 para cebong... protes melulu aja kerjanya.

Ini gubernur pilihan "umat", tau.  Jadi artinya, naiknya pun diberkahi Allah.

Hormat dong... hormat, jangan di-bully melulu gubernurnya.

Kurang apa coba.  Beliau ini orang yang selalu ingat jasa-jasa mereka-mereka yang mengorbitkan dia naik tahta jadi raja kecil di Jakarta.

Buat timsesnya, dibikin jadi anggota TGUPP semua.  Jumlahnya aja banyak lebih banyak dari jumlah menteri Indonesia.  Padahal cuma buat ngurusin Jakarta aja.

Buat ormas-ormas preman pendukungnya, sekarang dapat proyek-proyek yang didanai APBD.  Langsung, nggak pake tender-tenderan.  Buat apa tender.  Itu sistem thogut.  Sistem tunjuk langsung ke ormas-ormas yang namanya bawa-bawa agama itu lebih barokah.

Dan sekarang, buat pejabat-pejabat yang dulunya diam-diam suka menyabotase kebijakan Ahok, atau minimal benci Ahok, bakal naik jabatan semua.

Iya dong.  Ngapain pejabat bela-bela gubernur nggak seiman?  Ngebela penista agama?  Sinting tuh... uuuh...

Ngapain pejabat-pejabat yang setia sama Ahok dipiara, ntar jadi musuh dalam selimut.

Kalau Jakarta sering banjir sekarang, ya mustinya disyukuri.  Negara kayak Australia aja sekarang petaninya menderita karena kekeringan yang dahsyat, kita dikasih air kok ngomel.

Kalau sekarang Tanah Abang semrawut, ya mustinya kita bangga dong.  Masak Tanah Abang rapi. 

Helooo, kalo rapi, preman-preman sama pedagang kaki lima mau dikemanain dong?  Ini kan namanya pemerataan pendapatan, jaring pengaman sosial.  Mustinya bangga sama gubernur inovatif kayak gini.

Masak mau bikin kayak jaman Ahok, preman dikasih kerjaan jadi juru parkir, terus pedagang kaki lima dikasih tempat jualan dalam gedung.

Gubernur aneh.  Itu sama aja kayak singa disuruh makan rumput.

Preman ya mustinya jadi preman.  Kerjanya malak.

PKL mustinya jadi PKL dong.  Kerjanya jualan di pinggir atau di tengah jalan, bikin jalan jadi sempit dan macet.

Kalau nggak gitu, nggak berasa jadi kayak Jakarta namanya.  Ntar itu namanya Surabaya.

Mustinya bangga sama gubernur Anies.  Dia bikin ciri khas Jakarta jadi makin kental terasa.  Kota yang keras dan tidak berperikemanusiaan.

Masak kayak Ahok, Jakarta mau dibuat berperikemanusiaan.  Rakyat miskin mau nggak dipinggirkan.

Nanti gimana dengan ungkapan "sekejam ibu kota" dong... nggak berlaku lagi kalau ngikutin caranya Ahok, sih.

Ahok payah.  Anies is the best.

Mas:
Makanya Jokowi nggak mau tinggal di Istana... kira2 mau muntah kalau harus liat rainya dan tingkah lakunya sehari2.. hueeek..

vango 77:
Duit duit sob..biar ngak bisa kerja tapi bisa bayar dan akhirnya warga Jakarta yang di korbankan. Tapi ngak apalah. Warga adalah warga mereka suka atau tidak tetap harus diam..wkwkwk...yang penting aku senang dan kaya raya

Chrisno Hertanto:
emangnya sang gaberner bau harum?

BigPapa:
kpk harus turun nih

Hinamata:
atuuut..

Alex Rustandjaja:
Pokoknya enaklah jadi pejabat di DKI sekarang suasana sudah balik ke jaman ‘normal’ seperti sebelum jaman Jokowi-Ahok-Djarot. Malah lebih enak lagi sekarang, tunjangan jabatan sudah dilipat gandakan sama Ahok, kerja santai, kebiasaan pungli di’hidup’kan kembali, kurang apa lagi. Pokoknya beda pak gub kita ini, orangnya banyak senyum, tidak pernah marah-marah, ganteng, seiman lagi. Nggak  seperti sama Ahok yang maunya menomor satukan masyarakat, pungli sedikit juga dipecat, bikin capek, repot dan stress. Kalau sekarang asal bisa menjilat atasan, apalagi rajin cium tangan Pak Gub (biarpun bau nasi kebuli), karir dijamin lancar....

Tony Gede:
Bau nasi kebuli... hahahahaha...

Wolf Hunter:
Hmmm, terindikasi kalo sekarang mutasi jabatan berdasarkan tarif, bukan prestasi lagi.
Jangan2 buat warga ngurus dokumen juga kena tarif.

Jadi ingat lagu anak2:
???? Disana tarif
      Disini tarif
      Dimana-mana ada tarifnya
La la la la.... ????

Mas:
Dibanding Ahok.. gak seujung jarinya.. terlalu guoblok.. sok pinter.. kebanyakan nyocot

Wajik Kletik:
waktunya bayar jasa

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Aroma Busuk Jual Beli Jabatan Tercium Di Rotasi 1125 Pejabat Anies yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/aroma-busuk-jual-beli-jabatan-tercium-di-rotasi-1125-pejabat-anies-ogJWq4xJd

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: