You Now Here »

Membandingkan Survei Kompas 2014 Dan 2019jokowi Dipastikan Menang Lagi  (Read 62 times - 103 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 18,536
  • Poin: 18.612
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Alex Zhou Rahardja:
Lampu kuning buat team TKN. Lampu kuning buat team TKN
Keadaan memang naik bila di banding 2014 tapi jangan salah Jkw sekarang incumbent. Kalau incumbent nilainya dibawah 50% udah early warning kl di bawah 50% itu sih udah gawat. Memang lawan masih di bawah tapi kalau team 01 nggak all out bakal kalah 01

dodolgoreng:
belum lg serangan fajar
hehehehe

Alex Zhou Rahardja:
Team TKN harus makai prinsip worst case scenario jangan lihat survey yg menangkan mereka jauh ini udah bener-bener lampu kuning kl nggak bisa di bilang lampu merah udah nyala. Incumbent tapi suara di bawah 50%. Kalau bukan incumbent sih nggak masalah sama-sama penantang tapi kl posisi udah incumbent itu sih alamat bahaya kl masih nganggep nggak apa-apa masih menang toh lawan di bawah padahal yg bener mestinya kl mau menang incumbent elektabilitas minimal 55% aman 60% sampai hari H

eren armin:
Saya sih tetap waspada bung alif, jgn terlena oleh survei, sejak pilkada paling rasis thn 2017 saya sih ud gk mau lg mengandalkan survei dan perkiraan, yg hrs digalakkan skrg ini mumpung waktunya masih 28 hr lagi adalah tim tkn jokowi door to door yakinkan para pemilih. Jgn lengah, Jakarta sudah dikacaukan oleh gerombolan kampret, kebayang gk kacaunya negara ini kalau sampai mrk yg berkuasa?gk nyampe 2030 ud bubar , kyk suriah

Oriza Salsiyanti:
Percuma ngomong, diskusi atau apapun selama kita gak dateng ke TPS tgl 17 April dan nyoblos 01. Saya guru minoritas di sman di Banyuwangi. saya selalu dibuly karena milih Jokowi. Asal tahu aja semua murid kls XI dan XII sudah dicuci otak sama guru2 untuk milih 02. Sumpah saya khawatir. Asal tau aja, mereka sangat militan. Dan saya pastikan bahwa mereka akan ke TPS pd hari H. Keadaan ini hampir 100 % di semua sekolah negri di banyuwangi

Parlindungan Panggabean:
Tetap yakin (dengan kerja keras tentunya) Jokowi-Amin unggul atas lawannya dengan hasil yang lebih baik dari 2014. Banyak alasan yang mendukung pendapat saya, salah satunya rakyat sudah semakin cerdas dalam mengambil sikap untuk berjuang mempertahankan NKRI dan Pancasila.
Baik juga release hasil survei Kompas sebagai penambah semangat untuk pendukung Jokowi bekerja lebih keras dan total.
Itulah sebabnya sebelumnya saya berpendapat sudah cukup untuk mengkonter dan menjelaskan serangan fitnah dan hoax dari pihak lawan. Sudah saatnya kita bergerak bekerja menjangkau seluruh elemen, dan juga menyerang dan menggempur pihak lawan, dengan tetap menjaga kewarasan tetapi hindari fitnah dan hoax.

#tetapJokowiuntukNKRI&Pancasila.

Rosita:
Waspada - dukung mendukung sepertinya belum menyentuh target.



Di lain sisi, keadaan ini lebih baik untuk tidak menggerakkan Pasangan 02 ngambek dan lempar handuk...01 vs kotak kosong.

eddy eddy man:
kejutan sudah terjadi dgn kena ott nja si romy ..sedikit tapi ada efek ...entah ada kejutan atau tsunami politik lain nja ..?

Kusuma Adiwijaya:
Justru itu, saya melihat penjelasan dari Litbang Kompas, hasil survey dari golongan berpendidikan tinggi meningkat dari 38,8% (Okt 2018) menjadi 46,1% (Mar 2019) untuk pasangan Prabowo Sandi. Dan terjadi tren menurun untuk pasangan Jokowi Ma'ruf. Menurut saya terjadi ketidak puasan dikalangan berpendidikan tinggi terhadap kinerja pak Jokowi saat menjabat saat ini. Dan hal ini dikarenakan efek ekonomi yang tidak dirasakan oleh mereka. Apa yang dilakukan pak Jokowi dalam tatanan nasional cukup baik untuk membawa keadilan sosial yang merata, tapi ada golongan yang selama ini telah menikmati kue ekonomi merasa terkurangi porsinya, golongan ini merasa ketidakadilan karena pembangunan yang dibuat oleh pak Jokowi. Memang mereka harus disadarkan ada prinsip pengorbanan bahwa selama ini mereka sudah dimanjakan, dan ketika "previlege" tersebut hilang dalam rangka membantu saudara-saudara kita yang lain, mereka merasa telah terjadi penurunan kualitas hidup. Bisnis susah, uang tidak mudah didapatkan dsb. Point saya: pak Jokowi harus mampu merangkul mereka kembali dan percaya apa yang pak Jokowi lakukan adalah untuk kepentingan bersama yang lebih besar.

FAUZi:
Peningkatan pada golongan berpendidikan tinggi menurutku terbawa oleh kalangan pengusaha, ASN dan kalangan dunia usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, kurasakan sendiri betapa sulitnya memenangkan tender atau mendapatkan proyek karena sulitnya melakukan "deal' sementara mengikuiti tender/lelang dengan penuh kejujuran bukan budaya kita


Pun infrastruktur pembangunannya dikuasai BUmN, swasta sulit ikut serta,



Kondisi ini membuat kalangan dunia usaha (walau tidak terang2an) namun memihak 02, walau dengan kekhawatiran akan berkuasanya kelompok radikal dan kalangan onta berdaster


Dan pengaruh kalangan itu cukup signifikan... karena menyangkut hidup banyak pihak yang tidak mau dan tidak berani melawan walau pilihan dalam hatinya 01, masalahnya menyangkut perut sekeluarga

Alex Zhou Rahardja:
Makanya 01 harus ubah kebijakan dia maksud gw gini bagus sih mihak ke UMKM tapi ke pengusaha gedenya juga dong. Ok tranparansi penting tapi sebenernya sih kl aja mungkin pemerintah mau denger apa nggak bagus kl mereka sederhanakan kode pajak. Jadi misalkan ada transaksi jual beli maka yg terima uang yg kena pajak penghasilan dan yg beli barang nggak kena pajak karena keluarkan uang. Kayak gitu misalkan. Kedua mengenai infrastruktur di bangun BUMN sebenernya sih swastanisasi BUMN harusnya di galakkin dengan cara jual saham ke swasta nasional atau perorangan nasional atau koperasi nasional Luar negeri nggak boleh masuk kecuali sangat terbatas prosentasenya.

Ivand V. Liasta - Zen:
Hah... Waswas

hoetomo:
Survey litbang Kompas punya agen2/wartawan2 tersebar diseluruh Indonesia jadi hasilnya realistis.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Membandingkan Survei Kompas 2014 Dan 2019jokowi Dipastikan Menang Lagi yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/membandingkan-survei-kompas-2014-dan-2019jokowi-dipastikan-menang-lagi-QBoQYOr2t

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: