You Now Here »

Mempertanyakan Akal Sehat Para Akademisi Pemilih Prabowo  (Read 73 times - 108 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 18,532
  • Poin: 18.608
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Mempertanyakan Akal Sehat Para Akademisi Pemilih Prabowo
« on: March 21, 2019, 08:17:50 AM »




FAUZi:
Bukan termakan hoax om


Pemilih 02 banyak yang bukan pendukung prabowo tetapi yang diinginkan adalah terbukanya esempatan yang lebih baik, dan itu tak didapatkan di era Pak Dhe, sebaik apapun upaya Pak Dhe.


Sempitnya kesempatan memperoleh pekerjaan dan proyek adalah salah satu alasan

Memang dipikir berapa banyak sih pengusaha yang suka dengan transparansi dan pola lelang / tender yang terbuka ? mungkin nol koma sekian .......... enakan bisa deal kok


Dan bagi teman tenman pengusaha yang tidak memilih 01.. kalau ada indikasi pegawai atau keluarga yang tidak sepemikiran ya jangan kerja ditempatnya.. as simple as that



Gile ndro' masa kerja mau, makan dari situ tapi pilihan politik beda.. ya tidak mau lah pengusahanya ..


Kalau tidak ditunggangi onta sakit, onta gila dan penjarah berdaster aku juga ogah milih 01 kok...

Itu baru satu contoh lho


ASN memang suka dengan Pak Dhe ? he he jangan naif...

Dan 1 ASN punya berapa banyak keluarga ? sanak kadang ?



baru 2 point dari ratusan point lho

Martabak Sweet:
In the end, seburuk buruknya kubu Prabowo, ada nilai baiknya. Motivasi tiap pemilih itu beda beda. Dan kalau poin yang penting, kedua kubu tidak ada, atau sama sama ada, akan di cek poin berikutnya...sampai pilihan ditentukan.

Dan sebaik baiknya kubu Jokowi, ada sisipan bangsatnya juga.

Dan vice versa/timbal baliknya.

JUMAWA = beresiko kalah, apalagi proven tidak perfect.

Martabak Sweet:
Logis.
Para penjilat kubu01 dan cultnya selalu berpikir menang debat = menang pemilu.

Padahal belum tentu (sudah ada 2 case yg jadi bukti)

Kubu 02 lebih pintar, memanfaatkan debat untuk menang pemilu meskipun harus kalah sebagian secara akal sehat dari kubu 01.

Fokus dan energi yang dituangkan sudah beda

Indri Giber:
Kenyataan memang pahit. Selama belum ada perbaikan sistemik (transparansi, akuntabilitas), pelaku bisnis cenderung memilih shortcuts. Dari 'dalam' sendiri memang banyak pihak yg maunya mempertahankan status quo, menentang perubahan. Jadinya ya catch-22.

Juan:
setuju... waktu pilkada DKI pun begitu. tidak sedikit pengusaha (setidaknya di lingkungan pergaulan ayah saya, seorang kontraktor bangunan) yg merasa Ahok "terlalu bersih". dan opini tersebut muncul terlepas dari golongan SARA si pengusaha. tidak berarti karena satu etnis dengan Ahok lantas auto-support. jadi ya kembali ke pribadi masing-masing.

Martabak Sweet:
"Saya dibuat bertanya – tanya mengapa mereka semua lebih memilih mendukung Prabowo daripada Jokowi. Apa mereka tidak mampu menggunakan nalar mereka dalam menentukan pilihan realistis yang teruji pengalaman kerja nyatanya. Mereka yang katanya berpendidikan tinggi tapi tidak mampu menggunakan nalar mereka untuk memilih pemimpin sejati."

1. Apa kamu kira, program yang diutarakan dari kubu 01 itu 100% benar? Ada ya ng salah data dan ada yang bukan solusi kok. Buat yang pinter, apalagi terlibat di industrinya, ya wajar kalau mempertanyakan, terlepas bakal milih no1 atau no 2. (ibaratnya program DP 0%, buat orang finansial dan perbankan ini goblog, meskipun terdengar wah buat orang awam atau penulis).

Sebelum bilang mereka tidak bernalar, konsultasi dulu deh dengan pakar.

2. Anda berasumsi kalau menang debat = menang pemilu. Ini justru tidak bernalar.

Menang debat belum tentu menang pemilu karena pemilu adalah pilihan yang multilayer dan multi dimensi.

3. apakah infrastruktur/tidak hoax adalah satu satunya kriteria dalam memilih? Ya tidak, kembali ke #2. Tiap pemilih itu beda "kenanya" dimana. Makanya bernalarlah supaya bisa antisipasi kepada kebutuhan pemilih yang beraneka ragam dan supaya tidak kalah.

Martabak Sweet:
Kenapa heran? Makin rendah pendidikannya ya makin mudah dibohongi dengan pencitraan dan jualan agama. Tidak heran menang di kategori SD tapi kalah ketika jenjang pendidikan bergerak ke atas.

hoetomo:
Kebanyakan cita2 kita itu : sekolah se-tinggi2nya , bekerja kedudukan yang mantab  dengan gaji/penghasilan  besar , bisa pilih pasangan hidup yang keren karena tajir kehidupan berkeluarganya terpandang.
Kenyataannya :
Sekolah sampai sarjana mudah didapat ,tidak ada permasalahan.Dapat  gaji yang besar dan punya posisi yang bagus masih merupakan masalah (tidak mudah)  , prakteknya perlu keahlian yang lain atau menang dalam persaingan., cita2 belum terkabul.
Disini mulailah mencari keahlian2 yang diluar pendidikannya (makelar,politik,KKN , mencari relasi yang menguntungkan ) , sementara keahlian sarjananya yang asli terlupakan.Apalagi tuntutan pasangan yang keren menuntut kehidupan mewah.

Sam simanjuntakk:
Bab mrk termasuk yg menikmati birokrat korup

Sholikin Mursalim:
DI lingkungan Kantor Saya juga begitu.
Sudah jebol S3 masih ngobrolin hoax dan memilih 02

Warto Doank:
Di Indonesia , pemilih yang rasional lebih sedikit bila dibandingkan dengan pemilih yang irasional dan emosional . Dan pemilih prabowo kebanyakan pemilih yang irasional dan emosional .

hoetomo:
Irasional adalah rasional yang salah ,perhatikan kalau bersuara seperti R gerung , fz , fh.
beda dengan Adian N dan Budiman S

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Mempertanyakan Akal Sehat Para Akademisi Pemilih Prabowo yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/mempertanyakan-akal-sehat-para-akademisi-pemilih-prabowo-mREKr13J5

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: