You Now Here »

Undecided Dan Swing Voters Dalam Politik Itu Sama Dengan Penganut Agnostik  (Read 51 times - 43 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 17,541
  • Poin: 17.617
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Martabak Sweet:
Saya kritik ya Bu. Karena banyak sekali yang melenceng. Dan tidak, hubungan antara agnostik dan undecided (voters) itu minim atau tidak ada.

1. Agnostik secara umum itu paham dari orang yang MASIH percaya Tuhan tapi tidak percaya agama beserta ritual dan aturan aturan anehnya. Jadi BEDA dengan atheis. Varian varian dari agnostik atau subnya juga ada.
2. Agnostik adalah pilihan. Bukan karena tidak tahu mau milih agama mana, tapi karena sudah tahu apa yang mereka pilih dan harapkan. Biasanya karena:
a. agama yang ada bertentangan dengan nurani praktek dan ajarannya
b. agama yang ada malah mengkerdilkan keTuhanan Tuhan. Contohnya: men-judge orang masuk neraka kalau tidak beragama, padahal ada orang yang mungkin lahir di pulau terpencil yang tidak pernah tersentuh agama. Kalau orang ini masuk neraka berarti Tuhan tidak adil. Sudah bertentangan dengan sifat KeTuhanan
c. contoh lain adalah ketika Tuhan menganut agama. Jelas sekali mengkerdilkan dan membatasi Tuhan
d. contoh lain tentang surga dan neraka, klaim saja tanpa bukti ada. Saya tidak tahu ada atau tidak, anda pun tidak tahu (hanya bisa "percaya kalau ada/tidak ada").
e. Seandainya justru agama yang ada itu salah, dan Tuhan yang benar itu di luar dari 5, 6, 7, 8, 9 agama yang diakui. Konyol kan. Tapi ini ranah pribadi dan buat yang MEMILIH jadi agnostik, mereka memilih untuk langsung jalan tol ke atas, tanpa lewat ritual ritual dan tokoh agama

3. Jadi jelas disini kalau analogi agnostik dan undecided voters itu ngawur banget.

4. Undecided voters, juga bukan otomatis mereka tidak tahu apa yang mau dipilih tapi ada yang karena MEMILIH jadi undecided atau golput. Penyebabnya macam macan:
a. tidak ada kubu yang 100% mewakili mereka
b. ke dua kubu ada cacatnya, dan cacatnya adalah di hal yang kebetulan sangat penting untuk mereka.
c. ada yang merasa milih dan tidak milih sama saja.

Salah atau benar kalau menjadi undecided voter itu lebih ke persepsi masing masing deh.

Tapi yang pasti, yang komplen soal undecided voters jangan norak, arogan, goblog, karena:
1. KALIAN YANG BUTUH suara undicided voters, kalau tidak kalian akan shut the fuck up dan tidak angkat angkat ini sebagai issue.
2. JADI, kenalilah para undecided voters dan temukanlah apa yang penting buat mereka supaya mereka bisa dipersuade supaya milih yang kalian/Ibu mau mereka pilih.
3. Cocokmologi dan menghina mereka atau nyolot ke mereka tidak akan membuat tujuan anda tercapai yaitu supaya undecided milih yang kalian pilih
4. You (yang butuh) level with them (undecided), bukannnya mereka yang level with you - ini basic logic dan nalar. Yang butuh ngalah dan keluarkan effort.

Erika:
Sy menyebut org2 Agnostik sebagai org yg ada dipersimpangan... bukan atheis. Betul mrk hny percaya pd tuhan tp tdk percaya pada agama,  tapi saat mrk mati, tetap saja ceremonial mayat dilakukan berdasarkan agama tertentu.
Binatang mati bisa kita buang bangkainya, manuasia mati... ??? Tetap saja harus diselenggarakan pemakamannya, despite he has regilion or not...

Artinya anda membaca tulisan saya sambil berlari... karena kalau membaca sambil duduk, pasti apa yg sy tulis di komentar ini sdh anda baca diatas.

Undecided atau swing voters buat saya bukan orgyg harus dipersuade tapi harus di ejek.... tp ngejeknya ngejek cara org dewasa dan bukan ngejek cara anak2....

doodleramen:
Agnostic bukan di persimpangan, tapi mereka percaya keberadaan Tuhan tidak bisa dibuktikan oleh manusia. Bisa jadi ada, bisa juga tidak.

Dan juga, kata siapa seorang yg tidak beragama harus dimakamkan menurut agama? Malah kalau anda memakamkan seorang atheis dengan ritual agama tertentu berarti anda telah menghina almarhum. Karena telah memaksakan agama ke almarhum yg tidak mau memeluk agama semasa hidupnya. Emang kenapa kalau seorang agnostik/atheis matinya tidak masuk surga? Wong mereka gak percaya surga itu ada. Juga jangan terjebak doktrin agama bahwa seorang atheis/agnostik itu sesuatu yg buruk. Mereka sebagian besar meski tidak beragama tetap meyakini humanity atau kemanusiaan, yg menurut saya lebih penting. Studi sudah membuktikan anak2 yg hidup dalam keluarga yg tidak religius malah lebih murah hati: www. sciencemag. org/news/2015/11/nonreligious-children-are-more-generous

Kalau di Indonesia pemakaman mungkin harus menurut agama, karena itu sudah hukumnya. Tapi jangan menganggap hal yg sama berlaku di seluruh dunia.

Membandingkan agnostik dan golput juga gak nyambung. Seorang golput hidupnya mau tidak mau akan terpengaruh kebijakan pemerintah. Jadi sebaiknya memilih biar tidak ada kandidat yg 100% sesuai keinginannya. Sedangkan seorang agnostik/atheis tidak akan terpengaruh oleh agama manapun kalau dia memilih tidak beragama.

Indri Giber:
Bar none!
Membandingkan swing voters & undecided dengan agnostik memang gak nyambung. Krn agnostik adalah merupakan philosophical position, bukan menunggu utk berubah pikiran. Oh btw, agnostik itu bukan agama. Far from it.

Martabak Sweet:
Betul tidak nyambung sama sekali.

Martabak Sweet:
Wih komen pertama dan kedua saya dihapus hihi. Terlalu berat untuk di counter argue sepertinya

Martabak Sweet:
In the end, Ibu (dan yang lain) harus mengakui kalau tiap orang berbeda dan berbeda pula motivasi untuk memilih.

Ini yang tidak diajarkan oleh banyak agama yaitu menghargai perbedaan, dan salah satu penyebab kenapa orang jadi agnostik. (out of topic)

Martabak Sweet:
Ceremonial mayat agama apa cuma relevan di Indonesia Bu dan negara yang MEWAJIBKAN nikah, mati, penguburan, ktp (resident ID) untuk ikutan "beragama" atau beragama yang sama.

Kalau negara atau environment tidak mengkondisikan ceremonial mayat harus pakai agama, BUKAN sebuah isu.

.:M:.:
Boleh ya ikutan, opini anda benar, opini penulis juga benar buat saya.

Di kacamata saya, analoginya seperti: monyet dan ikan sama, sama2 binatang, dan bukan manusia.
Tapi bisa dihubungkan dengan manusia, berangkat dari perspektif sebagian karakter manusia bisa diasosiasikan dengan karakter hewan, atau ungkapan manusia adalah binatang berpikir. Jadi tergantung, dibangun dari angle apa..

Maaf kalau kurang berkenan.

FAUZi:
Menarik..........cuma perumpamaannya kurang pas menurutku


undecided voters itu adalah orang yang tidak mau menggunakan nalarnya dalam menggunakan hak pilihnya, mungkin akibat kurang informasi, pendidikan rendah, rendah diri bila lingkungannya memiliki pilihan berbeda namun intinya bisa di katakan dengan 1 kata saja >> g o b l o g dan p e n g e c u t, karena pasti akan ada perbedaan yang nurani atau akal sehat bisa menentukan condong kemana

Ku ambil contoh diri sendiri saja, aku pilih 01 karena adanya kaum radikal, gerombolan onta sakit dan onta gila disana, gerombolan penjarah berdaster yang hanya bisa bikin ricuh di kelompok 02, kelompok yang ingin mengembalikan dunia ke sistim jaman batu, kelompok yang tak waras... kalau tidak ada mereka belum tentu aku pilih 01 karena sebagai orang yang sangat profit oriented aku tak peduli dengan cara ... yang penting tujuan utama >> dapat profit dan kesinambungan usaha dapat berjalan



Golput juga tak bisa disamakan dengan agnostik karena golput adalah orang yang terlalu malas menggunakan nalarnya, pikirannya hanya diisi sesuatu yang dianggapnya ideal dan semua itu utopis..



kalau agnostik lebih ke filososfi kok

burungku dikebiri FRETELIN:
PERDANAX sis
Semoga Indonesia dilindungi dari para "undecided voters"
Apalagi di forum ini, ada yang mengaku netral, masih bingung dengan pilihan, tapi sekalinya muncul langsung kritik master-master di mari.
Pilihan itu terpampang nyata, apalagi kalau hanya dua. Mau pilih hemat atau boros? banyak yang berhasil atau gagal? efisien atau ribet? teliti atau sembrono? optimis atau pesimis? melek teknologi atau gaptek? dan lain-lainnya.

Indri Giber:
IMHO, artikel ini mengadung pejorative judgement thd agnostik. Theis, agnostik, SBNR (spiritual but not religious), atau atheis adalah manusia juga, yg kita harus respek selama mereka tidak melanggar hukum. I used to think mbak Erika lebih fair dari ini. I hope I'm wrong, though.

.:M:.:
Suka dengan bahasan dalam artikel ini.
Dulu, karena ngerasa "ini hidup gw, ya aturan gw"..hampir nyerempet (sebatas dalam perspektif sih, belum tindakan) agnostik, lgbt, prefer kremasi ketimbang dikubur padahal ktp islam, dan beberapa hal lainnya yang cendrung beda arus. Seiirng waktu berjalan..syukur alhamdulillah, Tuhan YME ga ngediemin, 'dijedotin' lah logika2 berpikir saya dengan ditantang si egosentris dengan mekanisme kehidupan yang saya jalani...sampai saya menyerah, udah a,b,c,dst..ko korelasinya banyak banding terbalik...hanya untuk menunjukkan aing teh ga ada apa2nya, ternyata bukan hanya saya yang punya kehendak atas kehidupan saya, masih ada kuasa Tuhan YME.
Saya juga nda bisa sok-sok an mau 'merubah dunia' tanpa ikut serta dalam rantai aturan atau mekanisme yang berlaku..think big, think global boleh..tapi perlu diimbangi dengan act small things, act locally..proporsional.. untuk urusan pilpres, sebenarnya banyak waktu untuk mencerna dan memilih berdasarkan banyaknya informasi yang beredar, apalagi di jaman internet begini, pertanyaannya kan lebih pada kita mau terlibat, inisiatif, atau nda. Kalau riweuh sama banyaknya info beredar temasuk hoax, sama halnya, seliar apa pun logika..baliknya tolak ukur ke urusan kata hati, nurani. Saya setuju dengan ungkapan Mbah Tedjo, ya pilihnya berdasarkan hati nurani. Kalau ada plus minus ya wajar, namanya hidup  ya kesempurnaan cuma ya punya-Nya, jadi kalau ada negatif atau kekurangan itu bagian dari dinamika mekanisme kehidupan yang memang perlu dijalankan, evolusi, pastinya juga banyak lessons to learn, apalagi kalau konteksnya bangsa, berarti kan parameternya untuk kepentingan kolektif, yang umum, (which is sangat kompleks, macam tentang syariat dan makrifat)

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Undecided Dan Swing Voters Dalam Politik Itu Sama Dengan Penganut Agnostik yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/motivasi/undecided-dan-swing-voters-dalam-politik-itu-sama-dengan-penganut-agnostik-E5Z10e6f8

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: