You Now Here »

Bagaimana Cara Prabowosandi Merehabilitasi 90 Juta Perokok Duit Siapa Tolak Ukurnya Apa  (Read 36 times - 79 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 17,056
  • Poin: 17.132
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Juan:
kalau bicara efektivitas, saya rasa masih lebih efektif menaikkan harga rokok... karena kenaikan harga tidak pandang bulu. sekalian mengajarkan masyarakat untuk lebih memprioritaskan pengeluaran. saya yakin para istri tidak akan tinggal diam kalau suaminya lebih memilih beli rokok dibandingkan belanja keluarga.

rehabilitasi hanya akan efektif kalau jumlah perokok sedikit... kalau perokok banyak, cepat atau lambat pasti akan tergoda lagi.

FAUZi:
Hmm...

aku seorang diri, dengan teman terbatas dan dari kenala yang tak seberapa itu sampai saat ini sudah 24 orang yang kukenal meninggal akibat berhenti merokok

3 Tahun - 7 Tahun setelah berheti (bagi perokok aktif) biasanya "dud' alias "ma'ot"

Kalau berhasil lewat 7 tahun biasanya hidup terus tapi prosentasenya kecil kok,

Indikatornya adalah cara meninggal yang sama persis bagi ke 24 orang yang kukenal tsb



Sudah ratusan orang yang berhasil kusadarkan agar jangan berhenti merokok, kecuali belum menjadi perokok ya jangan merokok...yang sudah menjadi perokok aktif kalau berhenti selalu kuucapkan selamat tinggal kadang kukirimkan bunga dukacita... jadi batal berhenti


nah wowo pastimau mengurangi penduduk secara signifikan maka mau meluncurkan program rehabilitasi itu..


gitu aja

Ari:
Bisa iya bisa juga ga..tergantung bagaimana pola hidup dia setelah berhenti merokok

FAUZi:
ga bisa, mau pola hidupnya sehat dengan menjaga makanan, olahraga, ataupun lainnya tetap 3-7 tahun bakal dud, sudah banyak contoh yang kulihat....

jadi yang mendukung larangan merokok = mendukung pembunuhan berencana ...

Ari:
hehe lebih baik di teliti dengan cermat sob jangan hanya dari pandangan mata saja...kalau ane bilang ada temen ane yang bisa bertahan lebih dar 7 tahun dia ga dud juga bisa sob..pola hidup sehat itu tidak hanya yang anda sebutkan, rajin memriksakan kesehatan ke dokter juga pola hidup sehat..so kesimpulan anda baru dari kacamata anda saja bukan dari hasil science

jadi mendukung larangan merokok = membantu sekitar anda juga untuk hidup sehat

setiap orang akan mati pada akhirnya, orang yang yang berhenti merokok setidaknya sudah mendapatkan pahala kepada orang yang memang terganggu dengan asap rokok

Nah mudah2an kedepan kalau yang memang masih ingin tetap merokok menempatkan dirinya pada kotak khusus untuk orang merokok atau area orang merokok

tapi kalau memang ada orang yang ingin berhenti merokok yang jangan di salahkan itu juga baik malah membantu dirinya dan lingkungannya dan juga uang yang nya bisa disaving untuk yang lebih bermanfaat kalau orang itu pada level yang menengah kebawah pendapatannya

Dan jangan menyalahakn orang yang ingin mengajak berhenti merokok karena orang2 itu juga berarti memperhatikan anda dan care sama si perokok sob

FAUZi:
kalau baca komenku sebelumnya, kukatakan bukan tidak ada yang berhasil melewati 7 tahun tetapi prosentasenya sedikit, jauh lebih banyak yang dud...

Dalam skala yang sangat kecil saja (kenalan yang kukenal secara pribadi sudah 24 tewas, diluar itu dari info yang kutanyakan sangat banyak)

Aku katakan yang belum merokok janganlah mulai, namun yang sudah jadi perokok aktif (perokok aktif = rata rata 1 bungkus perhari atau lebih) janganlah berhenti

He he orang tuaku meninggal di kepala 8 dan beliau perokok berat, mertuaku malah lebih tua lagi mencapai 90 saat berpulang dan perokok berat kretek non filter)

aku sendiri rata rata 3 bungkus per 2 hari dan sehat sehat saja ...


Justru aku selalu dan akan selalu menyampaikan kebenaran soal ini, merokok memperpendek umur adalah nonsense terbesar ... sudah diatas 100 orang yang BATAL berhenti merokok, cukup dengan menyebutkan nama kenalannya yang telah meninggal karena hal ini (berhenti merokok), silahkan kalau mau buat experimen dengan nyawa sendiri kataku dan mereka kembali klepas klepus he he


>> tapi kalau memang ada orang yang ingin berhenti merokok yang jangan di salahkan

wah aku akan jadi pembantu pembunuh kalau diam saja..., justru harus dicegah supaya umurnya tetap panjang..

Syukurlah soal ini semakin menyebar dan banyak yang muali membantu menyadarkan para perokok untuk tidak berhenti

Ari:
Presantase kecil itu diambil dari survey mana sob..berapa banyak sample yang anda ambil dengan metode apa anda ambil pertanyaan secara langsung apa tidak langsung, sudah di lakukan investigasi secara mendalam dari yang 24 itu meninggalnya penyebabnya apa ya harus di visum dulu sob, itu baru bisa menjawab secara sciencetific mengenai penyebab kematiannya kalau dari kesimpulan anda seh ga bisa di pegang sob

Kematian orang tuh ga bisa di judge dengan analogi anda yang super duper ga ada proof tanpa bukti penelitian

Kalau emang umurnya segitu ya segitu makanya banyak berdoa supaya umur dipanjangkan bagi yang beriman

Mencegah lebih baik dari pada mengobati kalau dipilih lebih baik mana merokok dan tidak ya lebih baik tidak...kalau ditanya istri yang suaminya perokok berat dan sebetulnya istrinya tidak terlalu suka suami merokok ya dia akan lebih mengatakan.."lebih baik saya buat beli lauk pauk makan bisa sekeluarga"

FAUZi:
1. Meninggal antara 3 sampai 7 tahun setelah berhenti merokok
2. cara meninggalnya sama (bukan kecelakaan, bukan sakit usus buntu, bukan di meja operasi, bukan kesetrum, bukan HIV, bukan dibunuh, bukan bunuh diri, bukan stroke)



sudah kudata semua kenalanku yang berhenti merokok (yang masih hidup setelah 7 tahun) maka bisa bilang prosentase nya kecil, ini juga lagi menunggu sisa 18 teman yang sudah berhenti merokok masih berapa yang hidup setelah 7 tahun mereka berhenti he he



FYI, sudah 2 dokter (perokok) yang juga ikutan meneliti dengan akses yang lebih luas tentunya dan berkesimpulan sama walau tidak berani mempublikasikan ...

Ari:
Kenapa ga dipublikasikan, harusnya publikasikan kalau memang itu data ga usah takut sehingga bisa di cermati apa sebab dasarnya dan dicari bagaimana penanggulangannya kedepan agar lebih baik lagi bukan hanya retorika saja, selama itu tidak ada publikasi nyata ya hanya retorika he he

Kalau baca kalimat terakhir saya mengenai istri yang harus memilih memberikan uang rokok buat suami yang perokok berat dan buat beli lauk pauk sekeluarg kok ga dibantah sob hehe

FAUZi:
Nggak masalah dianggap retorika, kampanye sunyi saja om, yang perokok ya ajak teman2 nya agar jangan berhenti, dan itu tidak susah, siapa yang mau ber eksperimen dengan nyawanya sendiri,

Soal istri aku susah komen soalnya istriku juga perokok, anakku 2 dari 4 juga perokok... dan akibatnya semua tetap sehat

Ari:
berarti anda juga pembunuh donk karena tidak mempublikasikannya...oh pantes karena keluarga perokok ya....kalau gitu ya cocok dengan alasan anda...tetap semangat merokok kalau gitu...mudah2an yang 2 tidak ikut2an merokok tetap berpikiran dengan sehat karena merokok tidak ada manfaatnya

FAUZi:
Ha ha... belum ada penelitian sahih merokok membuat meninggal, tapi terbukti berhenti merokok membatasi umur...

(kalau merokok = membuat cepat mati kenapa keluargaku usianya panjang panjang seperti kura kura ?)

(Kalau berhenti merokok = 3 sampai 7 tahun kemudian meninggal sudah ada 24 contoh orang yang kukenal...)

Dan sebagai perokok bukan hal yang memalukan,

Sebagai WNI aku membantu pemasukan negara melalui cukai rokok

Membantu lapangan kerja bagi buruh pabrik rokok agar tak kena PHK


Membantu dunia usaha dengan berputarnya uang (cek pendapatan utama warung warung kecil, apalagi warung kopi dan gorengan, rokoklah yang membuat mereka bertahan karena memberi keuntungan finansial

Ari:
Hehe..ya silahkan dengan keyakinan itu sob saya juga tidak mengatakan itu memalukan...saya juga punya teman yang merokok..yang menjadi permasalahan kalimat anda mengatakan tentang pembunuhan dan menjudge orang yang mengajak berhenti merokok berarti pembunuh...sedangkan kalau anda dengan segala komentar anda meyatakan punya penelitian yang membuktikan sebaliknya tapi tidak mempublikasikan sehingga bisa di cari apa permasalahannya bukan itu juga menjadikan anda seorang pembunuh...berpikir jangan pada diri sendiri

Kalau anda mengatakan dengan merokok anda membantu lapangan kerja dengan cukai rokok dan sebagainya ya memang begitulah hal yang sudah terjadi sebelum anda lahir juga rokok memang sudah seperti itu, mau di putar2 logika nya juga tidak bisa sob

Banyak bersyukur karena anda diberi umur panjang...sehingga banyak waktu untuk anda mengingatkan sesama bahwa bahaya merokok itu ada...baik yang merokok dan juga buat yang tidak  merokok, apalagi bagi yang berpenghasilan menengah kebawah lebih baik untuk hal yang lain dari pada hanya sekedar terbakar dan berubah jadi asap saja

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Bagaimana Cara Prabowosandi Merehabilitasi 90 Juta Perokok Duit Siapa Tolak Ukurnya Apa yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/bagaimana-cara-prabowosandi-merehabilitasi-90-juta-perokok-duit-siapa-tolak-ukurnya-apa-zoE20gptm

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: