You Now Here »

Ketika Teroris Merasa Terzolimi Ingatkan Kita Untuk Menjaga Indonesia Dari Orang Seperti Mereka  (Read 39 times - 103 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 17,074
  • Poin: 17.150
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Alexander David  ツ:
Logika saya sederhana aja,... Kalau memang model "Khilafah" mereka itu satu2nya bentuk negara yang "diridhoi" Allah... maka harusnya banyak negara "Khilafah" yg maju di dunia.

Kalau memang "cara" kekerasan mereka itu "cara" yang yang "diridhoi" Allah... maka mereka pasti akan menang, gak perlu sekarang mewek dan tanya "kenapa kami didzolimi ?"

FAUZi:
memang ada bentuk negara semacam itu yang sukses ?

itulah maka kukatakan mereka itu goblog akut....

FAUZi:
Memang keracunan agama adalah penyakit yang paling parah dan tak bisa disembuhkan, semua nalar dan logika tertutup buntu, kebodohan akut yang luar biasa, itulah sebabnya yang sudah tercuci otaknya jangan dibiarkan berada di NKRI, singkirkan mereka apapun caranya

Faizal Dennis:
saya melihatnya barat bakal bikin kelompok teror yg baru, melihat kejadian di nz yg menjadikan kaum muslim sebagai korban, ada kemungkinan mereka sedang menciptakan skenario lain untuk meneror(mengontrol) masyarakat dunia.

Alexander David  ツ:
Jujur aja saya juga agak takut satu itu,... Yg kemarin itu cuma ujung dari gunung es. Tapi menurut saya, tujuan mereka itu cuma untuk membela diri saja bukan karena mereka ingin mengontrol dunia. Well... coba bayangkan, andaikan, misalkan, cuma bayangan ya... berbondong2 warga RRC pindah ke Indonesia. Trus setelah mereka banyak, mereka berdemo, kadang anarkis, menuntut demokrasi diganti komunisme, atau UUD diganti UU RRC misalnya. Apa reaksi penduduk Indonesia ? Menurut aku yang terjadi spt itu sob...

 
(click to show)


Baca tulisannya ? "Islam will dominate the world ?"
 
(click to show)


Cepat2 deh NU buat cabang di seluruh dunia, biar orang2 sedunia tahu Islam Nusantara itu seperti apa.

Indri Giber:
Yang membela diri siapa, Brenton Tarrant?
Saya meluruskan dikit, BT itu penganut white supremacist. Bukan membela diri. Lebih precise lagi, BT itu narasinya sama dengan ISIS atau islam fundamentalist: world domination, dan memberangus yg tidak sealiran.

Yolinda Harlina:
Ho oh...
Serupa hanya beda dasar aja... Disinilah lingkaran setan akan merusak peradaban dunia... Ketika suatu pihak merasa lebih dari yang lain...
Sedangkan Nabi Muhammad SAW menyebarkan Islam dgn kedamaian... Menjadi perang bila yg dihadapi adalah kezaliman... Tidak memaksakan, bahkan melindungi kepercayaan dan ajaran lain...

Alexander David  ツ:
Ya, itu benar sis, @yolindaharlina:disqus juga benar, tapi aku melihatnya gak sesederhana itu. Ini semua pendapat pribadiku saja, sebagai orang awam yg kebetulan suka baca berita luar negeri. Menurut aku, penilaian itu ada 2, introspeksi dan ektrospeksi. Kita bisa saja menilai diri kita baik, ramah... tapi ketika kita jalan lalu orang2 di sekeliling kita melotot... harusnya kita lakukan introspeksi, barangkali aja kita pakai kaos bertuliskan "F**K YOU!".

Ini foto salah satu demo di Jerman, pertengahan 2018... Aku berpikir, ada apa orang2 ini ? Tulisan demonya "Whoever doesn't love Germany, should leave germany !"
 
(click to show)

Trus saya ketemu artikel ini di tempo...
 
(click to show)

Bisa dapat gambaran gak sekarang, kira2 apa yang buat orang2 itu demo ? Kesimpulan saya : Mereka selama ini dapat gambaran Islam Salafi, yg 11:12 dengan HTI di Indonesia. Sis mau gak kalau misal HTI berkembang sampai jadi mayoritas di Indonesia ?

Ini dari koran UK pertengahan tahun kemarin, mereka sudah memprediksi kalau akan ada aksi2 kekerasan seperti di New Zealand kemarin. Sayangnya kita "kurang" mengantisipasinya...
 
(click to show)


Well, itu saja yang bisa saya mengerti dari hal yg kompleks ini. Buat saya, mereka mendapatkan "kesan" yang salah, akibatnya ya seperti itu. Kebetulan aja di "handle" sama sayap kanan, dan mudahnya dapat senjata, hingga jadi berdarah2. Saya yakin 100% andai saja "image" yang mereka dapat itu dari NU, gak akan seperti ini. Mungkin saya salah... maklumi aja bukan bidangku yak :) Kalau soal komputer boleh deh aku bangga dikit hehe...

Indri Giber:
Oh wow, kok yg dibaca yg aneh2 sih. Berita yg bagus2 banyak lho ;-)
Background story nih, saya tinggal di bbrp negara Eropa total belasan tahun. White supremacist (WS) di sana sangat sangat minoritas dan dibenci. Mengapa? Karena mereka tahu betapa menyakitkan WWII. Sampai hari ini banyak orang jerman yg malu dgn masa lalu kelam pendahulunya, btw. Di sana anti semitic dan menyangkal holocoust itu ilegal.

Sebenarnya anggota WS itu kebanyakan adl orang2 yg punya latar belakang masalah sosial. Ngumpul bareng scr rahasia dan saling memperkuat ideologi mereka, dan merencanakan 'sesuatu'. Mengapa rahasia? Krn ideologi yg diskriminatif itu ilegal. See? mirip ISIS kan?

So, authority di eropa bekerja keras memberantas ideologi diskriminatif, apapun namanya: ISIS atau WS. Ideologi partai boleh ke kanan(nasionalis), ke kiri(sosialis), atau tengah(liberal), selama mereka tidak menawarkan narasi2 deskriminatif. So, sebagai pemilih, mereka bebas menyesuaikan jalan pikiran masing-masing.

Alexander David  ツ:
Well, memang sis betul... pertanyaan saya waktu kejadian itu "apa sebabnya ?" Dan kalau WS itu sebabnya, maka logikanya orang keturunan Chinese di Australia akan disikat duluan sama mereka. Islam di Australia, hanya sekitar 2,6% (di NZ lebih kecil lagi 1%an). Chinese di Australia malah 6% lebih. Buat saya pilihan kekerasan kemarin, itu karena kebetulan pelakunya suka kekerasan saja. Buat orang berpendidikan, caranya akan halus, debat mungkin, atau buat UU, atau sejenisnya.


Entahlah... mungkin harusnya para pemimpin, duduk bersama, bicara yg jujur mencari solusi. Saya sih agak pesimis ini akan menjadi makin baik. Lihat saja pilpres ini, bahkan di negara kita jumlah mereka (Salafi, Wahabi, HTI) pengikut wowo makin banyak. Masalah kita sebenarnya sama dengan mereka di Eropa. Trus harus bgm ? Tidak mau ditembak, lalu ? Mau dipelihara sampai mayoritas ??? Sampai Indonesia bubar ? Maaf, jujur saja saya juga tidak punya jawabannya... Have a nice day sis. Nice to talk to you :)

Lanina:
Seharus nya mrk di bantai spt mrk membantai korban-korban nya.

Abdul Kahar:
ciri2 khas kaum mereka..licik..suka membolak balik fakta, menakut nakuti.. memelihara kebodohan pengikutnya.. menggunakan anak2 dan wanita untuk perisai.. otak bar bar

Njoto:
Jihadis palsu ternyata hatinya ciut juga

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Ketika Teroris Merasa Terzolimi Ingatkan Kita Untuk Menjaga Indonesia Dari Orang Seperti Mereka yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/ketika-teroris-merasa-terzolimi-ingatkan-kita-untuk-menjaga-indonesia-dari-orang-seperti-mereka-xJt17H8UM

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL:
 

Show query request by visitor on this page (What This?)

rss,