You Now Here »

Khilafah Pilpres 2019 Saatnya Prabowo Hatihati Telunjuk Rakyat Sudah Mengarah Ke Hidung Dia  (Read 33 times - 121 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 17,071
  • Poin: 17.147
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Parlindungan Panggabean:
Sepakat dengan bapak Hendropriyono,  ini bukan lagi soal subjek, melainkan soal yang jauh lebih besar dari sekadar pilpres. Ini soal NKRI dan Pancasila berhadapan dengan ideologi khilafah.
Ini soal masa depan anak cucu kita.
Dalam kondisi seperti sekarang ini, pilihan sebagai golput bukanlah pilihan yang bijak. Tidak menunjukkan sikap sebagai warga negara yang baik. Bahkan menurut saya, itu adalah sikap yang pengecut.

#Sayabelanegara.
#JokowidemiNKRI&Pancasila.

siBaling:
Prabowo jahat, menggadaikan nasib nkri hanya demi berkuasa. Berkawan dengan radikalis dan makar,  bisa-bisanya ngibul nasionalis dan patriot. Jaga mulutmu. Ini NKRI!

Hinamata:
LATEN original.

Idey:
Begitu kuatnya ambisi menjadi orang nomor 1 Indonesia mengalahkan rasa nasionalis yg dimiliknya. Amat sayang nalarnya pun turut serta. Masih berlakukah kalimat yg ada pada gambar ini?
(click to show)


Mas B:
Wowo Ngibul .... hehehe

Coco:
Jangan lupakan PKS. 8 tahun kami tinggal si luar, 2006 kami pulang. Perubahan yang terjadi sangat luar biasa. Dulu kalau bertemu siapa saja, kita salaman, dengan yang lebih tua kita bungkukkan badan. Sekarang cium tangan, kadang anak anak cuma menempelkan tangan kita di dahi atau pipi mereka. Cium tangan adalah sesuatu yang sakral, sekarang menjadi sesuatu yang mnrt saya tdk ada artinha. Laki laki hanya salam dr jauh dengan perempuan. Hijab, janggut, celana tdk menyentuh mata kaki, laki laki pake daster, laki laki dipisahkan dengan perempuan saat acara pernikahan. Tari tarian daerah, musik, panggung, tidak ada lagi saat acara hari kemerdekaan, karena haram buat mereka.
Penulis menyinggung soal IPB.sudah diketahui umum, bahwa ini sarangnya PKS, cikal bakal HTI dr sini. Sebutlah, Felix siaw, Sambo, Gatot. Beberapa Tahun sjk saya plg...mhswa bisa hutbah, paki Toa saat kelas berlangsung. Nyanyi tidak boleh ada kata cinta, sayang. BEM dikuasai mereka, dr jurusan, fakultas sampai tingkat universitas. Dosen , pegawai, banyak yang sdh terkontaminasi. Kita bicara Dosen, yang gelarnya banyak, bisa mereka ajak. Sekarang mereka sedang tiarap, mereka bergerak diam diam, dari lingkungan sekitar kampus, sampai perumahan perumahan elit. Dan saya rasa ini bukan terjadi di Bogor saja.
Menurut saya FPI, FUI, HTIadalah preman premannya, PKS yang berpendidikan caranya lebih halus. Tapi misi mereka sama , mengganti NKRI dengan Khilafah.
Setuju sekali dengan bpk Hendropriyono ,kita sekarang sedang berada di posisi “On The Point Of No Return”

Buat teman teman yang belum memutuskan pilihan, atau berpikir untuk golput karena “prinsip”, buka mata, lihat sekeliling, karena apa yang sekarang kalian nikmati, mungkin akan lenyap selamanya.
#saveNKRI
#onevotecanmakediffence

doodleramen:
Saya juga melihat fenomena ini. Sebagai perantauan yg jarang pulang ke tanah air, saya kaget melihat betapa luas dan derasnya adopsi budaya Arab ini terakhir kali saya pulang. Sampai anak2 kecil di bawah 10 tahun pun dipakaikan hijab. Padahal ketika berada di Arab Saudi sekalipun, saya tidak melihat anak2 yg seumuran begitu dipakaikan hijab. Mereka berpakaian tshirts dan jeans seperti layaknya anak2 di negara-negara barat. Kelihatannya di Indonesia sekarang banyak yg lebih Arab daripada orang Arab sendiri. Sangat ironis, kekayaan kebudayaan negeri sendiri mulai tergerus oleh budaya bangsa lain.

Eddy Lou:
*Pendukung Jokowi yang memilih bepergian liburan daripada menggunakan hak pilihnya, berpotensi menggerus suara.*

Lembaga Center for Strategic and International Studies ( CSIS ) menyebut hari libur saat pemilihan presiden berlangsung berpotensi menggerus suara calon petahana Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Pilpres 2019 yang akan berlangsung 17 April berdekatan dengan libur Hari Raya Jumat Agung yang dirayakan umat Nasrani.
Dari hasil survei yang dirilis CSIS, sebanyak 7% responden berencana liburan saat Pemilu berlangsung. Sedangkan mayoritas responden yakni 93% memilih tidak berlibur.
Berdasarkan hasil survei cross tabulasi antara rencana liburan dan kategori agama, mayoritas responden yang beragama Islam (93,5%) memilih tidak berlibur. Hanya 6,5% responden beragama Islam yang berlibur saat hari pencoblosan Pilpres. Adapun responden beragama Kristen/Katolik sebanyak 13,1% akan berlibur dan 86,9% memilih tidak berlibur.
"Kalau (umat Nasrani) liburan (tidak mencoblos) mungkin bisa menjadi problematik (untuk Jokowi)," kata Direktur Eksekutif CSIS, Philips J Vermonte, saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (28/3).

Alasannya, pada Pilpres 2014, Jokowi mendapatkan limpahan suara dari non-muslim. Sedangkan di segmen pemilih muslim, mantan Walikota Solo tersebut mengalami kekalahan.
Sehingga apabila pendukung Jokowi memilih bepergian liburan dibandingkan menggunakan hak pilihnya, berpotensi menggerus suara. "Saat ini bahkan lebih problematik," kata Philips.
Peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Noory Okthariza, mengatakan jumlah 7% tersebut apabila dihitung agregat pemilih dapat mencapai 12 juta orang. Oleh sebab itu menurutnya liburan mendatang dapat menjadi faktor yang berpengaruh terhadap dinamika Pilpres.
"Ketika masyarakat mengambil libur panjang sampai Minggu (21 April) barangkali dapat mempengaruhi pencoblosan," kata Noory.

Soal potensi ketidakhadiran pemilih, Philips mengatakan hal ini menjadi pekerjaan rumah Komisi Pemilihan Umum (KPU), peserta kandidat, hingga partai politik. Apalagi waktu pencoblosan semakin sempit. "Perlu didorong agar pemilih datang menggunakan hak suaranya," kata dia.
CSIS menggelar survei pada periode 15-22 Maret 2019 dengan margin of error kurang lebih minus 2,21% dengan tingkat kepercayaan 95%. Survei menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel 1.960 responden yang dipilih secara acak bertingkat mewakili 34 provinsi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner

Alexander David  ツ:
Pemilihan tgl 17 jam 7-13 pagi ... Apa hubungannya dengan hari jumat agung yg tgl 19 ? Ya kalau mau berlibur pastilah setelah mencoblos tokh ? Coba deh tanya pada teman yg Kristen/Katholik... aku rasa sebagian besar mereka malah harus ibadah ke gereja tgl 19.

Iq Jongkok:
Bukan balas dendam, ketika pkd Jokiwi terpilih kembali, sangatlah diharapkan ada tindakan tegas kepada  organisasi pendukung khilafah dan penyebar kecemasan.
Pun demikian terhadap orang2 atau organisasi yang bekerja sama dengan mereka, dengan pernyataan mereka yang sengaja atau diindikasikan bisa mengorbankan persatuan, kesatuan dan keutuhan bangsa demi ambisi mereka. Jangan pernah  beri mereka kepercayaan dibidang apapun yg menyangkut kepentingan publik.
Alang-alang harus dibuang dr halaman tp kadangkala rumput ikut tertarik.

ian christian:
Dan hari ini, Prabowo mengaku ada pihak yang mengatakan bahwa dirinya akan memenangi Pilpres 2019, tetapi yang dilantik orang lain

Hahahahahahaha...bner2 hy qualified utk lulus PAUD aja ini org kayaknya..
Bayangkan klo junjungan nya aja kaya gini,lalu kualitas akar rumputnya kaya apa? ??? Otak segede biji sawi dan terletak di tumit. !
Pasti !
Yakin !

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Khilafah Pilpres 2019 Saatnya Prabowo Hatihati Telunjuk Rakyat Sudah Mengarah Ke Hidung Dia yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/khilafah-pilpres-2019-saatnya-prabowo-hatihati-telunjuk-rakyat-sudah-mengarah-ke-hidung-dia-QFjX3Xxbd

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: