You Now Here »

Slamet Tak Selamat Di Desa Pleret Bantul Warganya Mengaku Khilaf  (Read 32 times - 74 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 17,074
  • Poin: 17.150
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Alexander David  ツ:
Berapa lama lagi kira2 umur NKRI ?

Dekat rumah saya sudah ada Laudry "Khusus". Dekat rumah orang tua saya sudah ada Perumahan "Khusus". Lalu meningkat sekarang ada Desa "Khusus". Lalu meningkat nanti ada Kota "Khusus". Tidak lama setelahnya ada Provinsi "Khusus"... Lalu masing2  Provinsi say Good Bye...

Setelah itu kita akan butuh visa / paspor untuk pulang kampung lebaran / main ke rumah sanak keluarga. ??? ??? ??? ??? ????

Perlu ratusan tahun nenek moyang kita menyatukan Nusantara. Sejak Gajah Mada dengan Sumpah Palapa, Perjuangan Kemerdekaan, Sumpah Pemuda... Mudah memecahnya, tapi sekali pecah mungkin tidak akan pernah bisa kembali seperti sekarang. Selain Jakarta, Yogyakarta itu salah satu "barometer" NKRI.Apa yg harus kita lakukan mengatasi perubahan ini ?

Oen:
Indonesia Barat dan Timur seperti Jerman Barat dan Timur atau Korea Utara dan Selatan , ingin seperti ini kali sob?!?

Alexander David  ツ:
Entah apa mau mereka, sepertinya ini praktek dari strategi "Bakar Rumah dan Jarah Barangnya" si brengsek Prabowo, dia sedang bakar kita rumah kita dengan Intoleransi sejak pilkada Jakarta. Kalau apinya cukup besar, maka akan dia jarah. Prabowo tipe manusia yang menghalalkan segala cara. Terima kasih Informasi sob untuk strategi jahat itu.

Waktu Gus Dur diturunkan, Gus Muwafiq katanya sudah angkat panser TNI dengan tangannya. Tapi dipanggil Gus Dur dan dia disuruh pulang.Gus Dur berkata, kalau dia rela turun dan tidak mau ada bentrokan antar rakyat, tapi kalau soal Pancasila, dia (Gus Dur) rela mati. Kalau soal pancasila saja dia rela Mati, apa lagi NKRI ?

Oen:
Karena tapir makanya kaga boleh tinggal sekampung ya? Kalo Indonesia dahulunya penduduk nya menganut kepercayaan apa ya?

TMP2:
Contoh keberagaman dan keseragaman yg diterapkan terbalik-balik...

Julius DS:
Mungkin disitu bahasa sehari2nya sudah berbahasa Arab bukan bahasa Jawa dan Indonesia lagi...seperti negara lain Afganistan, Pakistan, Iran, Irak, Mesir, Syria....wajib berbahasa Arab, bahasa daerahnya sudah punah.....juga hilang budaya nya....

Bono Chandra:
Bener kata Kang Prabowo NKRI punah.....kepunahan sdh didpn mata apalagi dgn beliau jd Presiden semakin mempercepat kepunahan NKRI

Alexander David  ツ:
Sepertinya cuma perlu keberanian, ketegasan dan konsistensi sob... Di Malaysia juga sama, ada yg buka usaha "Khusus", langsung diomeli & ditindak sama Sultan Johor :
 
(click to show)


Lanina:
Memang benar lbh baik angkat kaki, ketimbang di terima secara terpaksa.

Zeffanya N Zeevanka:
Sayangnya Indonesiaku hancur krn agama, toleransi hilang smp rasa kemanusiaanpun yg ga kenal agama raib entah kmna...

Lady Kafirun:
Ada 3 kemungkinan :
1. Penganut aliran tertentu
2. Sarang HTi
3. Sarang PKS

Bono Chandra:
Kanjeng Sinuwun harus turun gunung sebab tidak hanya di Pleret Aja spt yg Mas Slamet terjadi....di Sleman jg ada

august ballers:
harusnya mereka yg diskriminatif ini yg minggat dari Indonesia,, emg tanah air siapa? ????

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Slamet Tak Selamat Di Desa Pleret Bantul Warganya Mengaku Khilaf yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/slamet-tak-selamat-di-desa-pleret-bantul-warganya-mengaku-khilaf-9Z3YZLytc

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: