You Now Here »

Jika Tidak Gandeng Kh Maruf Amin Jokowi Bisa Kalah  (Read 106 times - 113 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 20,449
  • Poin: 20.525
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Jika Tidak Gandeng Kh Maruf Amin Jokowi Bisa Kalah
« on: April 19, 2019, 09:11:16 PM »




Hang Tuah:
Dengan hasil suara sementara Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga di 33 provinsi versi quick
count, Angka quick count mungkin sudah tidak update, saya memberikan catatan iseng-iseng tak berhadiah.  Bagaimana pendapat teman-teman disini. Tidak semua propinsi sih, tapi ketemu nggak benang merahnya ?


1. Aceh ( Provinsi ini sudah sejak lama bergolak untuk bersyariah, mendirikan Aceh
Darusalam a kind of khilafah.  Cita-cita Pemimpin : Daud Berueuh).
Jokowi-Ma'ruf Amin:
17,13 %

Prabowo-Sandiaga
Uno: 82,87%


2. Sumatera Utara (Provinsi ini dikenal banyak mengekspor Ustadz yang berhaluan keras, dan Basis Dewan Gajah dalam PRRI)
Jokowi-Ma'ruf Amin:
49,11%
Prabowo-Sandiaga Uno:

50,89%


3. Sumatera Barat (Provinsi ini telah dimenangkan oleh Kaum Muda sejak Perang Saudara antara Kaum Paderi dan Kaum Adat/ Kaum Tua, sejak jaman Belanda, Plus Basisnya PRRI/Permesta : DEWAN BANTENG).
Jokowi-Ma'ruf Amin:
9,55%
Prabowo-Sandiaga Uno:

90,45%


4. Riau (Bagian dari Pergolakan Sumatera di jaman Orde Lama. Ustadz Kondang berhaluan keras lahir disini dan menjadi referensi, mengarahkan dukungannya untuk Prabowo Sandi at last day )
Jokowi-Ma'ruf Amin:
38,49%
Prabowo-Sandiaga Uno:

61,51%


5. Jambi ( Gubernurnya aja Turun temurun berasal dari PAN, korupsi merajalela )
Jokowi-Ma'ruf Amin:
39,21%
Prabowo-Sandiaga Uno:

60,79%


6. Sumatera Selatan ( Dewan Garuda / PRRI dahulu pernah ada disini)
Jokowi-Ma'ruf Amin:
39,15%
Prabowo-Sandiaga Uno:

60,85%


7. Bengkulu ( Tanah kelahiran Ibu Fatmawati, dan tempat pengasingan Bung Karno)
Jokowi-Ma'ruf Amin:
51,40%
Prabowo-Sandiaga Uno:

48,60%


8. Lampung (Cukup keras, tapi banyak Pujakesuma. Apa hubungannya dengan Jokowi?)
Jokowi-Ma'ruf Amin:
50,45%
Prabowo-Sandiaga Uno:

49,55%


9. Kepulauan Bangka Belitung (Tanah kelahiran Ahok, dan cukup banyak yang Non Muslim).
Jokowi-Ma'ruf Amin:
73,77%
Prabowo-Sandiaga Uno:

26,23%


10. Kepulauan Riau ( Ekstension dari Riau )
Jokowi-Ma'ruf Amin:
43,18%
Prabowo-Sandiaga Uno:

56,82%


11. DKI Jakarta  (Gambaran Indonesia Mini dan ini rawan sekali )
Jokowi-Ma'ruf Amin:
52,01%
Prabowo-Sandiaga Uno:

47,99%


12. Jawa Barat (Di sini dulu basis DI/TII dibawah Komando Karto Suwiryo)
Jokowi-Ma'ruf Amin:
39,00%
Prabowo-Sandiaga Uno:

61,00%


13. Jawa Tengah (Secara Tradisional ini adalah Basis Pendukung Bung Karno, Penggagas Pancasila)
Jokowi-Ma'ruf Amin:
78,51%
Prabowo-Sandiaga Uno:

21,49%


14. DI Yogyakarta ( Mirip Jateng, sangat Njawani  tapi terbuka bagi seluruh WN Indonesia)
Jokowi-Ma'ruf Amin:
67,80%
Prabowo-Sandiaga Uno:

32,20%


15. Jawa Timur (Basis Nahdliyin yang sudah selesai dengan Pancasila dan Benteng Utama Pancasila)
Jokowi-Ma'ruf Amin:
69,72%
Prabowo-Sandiaga Uno:

30,28%


16. Banten ( Dahulu bagian dari Jabar, Basis DI/TII dibawah Kartosuwiryo)
Jokowi-Ma'ruf Amin:
37,05%
Prabowo-Sandiaga Uno:

62,95%


17. Bali ( Basis Tradisional Pendukung Bung Karno, Dominan Hindu dan Benteng Pancasila)
Jokowi-Ma'ruf Amin:
91,00%
Prabowo-Sandiaga Uno:

9,00%
18. Nusa Tenggara Barat (Gubernurnya Kader PKS, dan Infrastruktur Politik Agama sudah jadi Mesin. Beruntung masih ada Nadahtul Wathan dan TGB, tapi realita NW semakin terpinggirkan).
Jokowi-Ma'ruf Amin:
24,47%
Prabowo-Sandiaga Uno:

75,53%
19. Nusa Tenggara Timur ( Tidak heran. Mayoritas Penduduk adalah Non Islam)
Jokowi-Ma'ruf Amin:
86,49%
Prabowo-Sandiaga Uno:

13,51%


20. Kalimantan Barat (Terbuka menerima pendatang, penduduk yang Islam semakin dominan).
Jokowi-Ma'ruf Amin:
47,75%
Prabowo-Sandiaga Uno:

52,25%


21. Kalimantan Tengah (Terbuka menerima pendatang, penduduk yang Islam semakin dominan, namun Lembaga Adat Dayak masih diperhitungkan).
Jokowi-Ma'ruf Amin:
50,29%
Prabowo-Sandiaga Uno:

49,71%


22. Kalimantan Selatan ( Dahulu ini adalah basis DI dibawah Komando Ibnu Hadjar).
Jokowi-Ma'ruf Amin:
38,00%
Prabowo-Sandiaga Uno:

62,00%


23. Kalimantan Timur (Terbuka menerima pendatang, penduduk yang Islam semakin dominan)
Jokowi-Ma'ruf Amin:
54,34%
Prabowo-Sandiaga Uno:

45,66%


24. Sulawesi Utara ( Kristiani / Non Islam cukup Dominan )
Jokowi-Ma'ruf Amin:
84,17%
Prabowo-Sandiaga Uno:

15,83%


25. Sulawesi Tengah  ( Hikmah ketulusan hati Jokowi dalam menanggulangi Bencana Tsunami, dan JK Factor, Golkar Split)
Jokowi-Ma'ruf Amin:
51,19%
Prabowo-Sandiaga Uno:

48,81%


26. Sulawesi Selatan ( Golkar split antara de Facto dan de Yure, JK sudah tidak terlibat kontes lagi, Basis DI/TII – Kahar Muzakar  dan basis Permesta)
Jokowi-Ma'ruf Amin:
41,22%
Prabowo-Sandiaga Uno:

58,78%


27. Sulawesi Tenggara ( Extension atau Serambinya Sulsel, JK Factor dan Golkar Split).
Jokowi-Ma'ruf Amin:
37,96%
Prabowo-Sandiaga Uno:

62,04%


28. Gorontalo ( Kampung halaman Sandi, dan penduduk Muslim dominan)
Jokowi-Ma'ruf Amin:
44,66%
Prabowo-Sandiaga Uno:

55,34%


29. Sulawesi Barat ( Propinsi pemekaran, extension dibawah bayang-bayang Sulsel, JK Factor)
Jokowi-Ma'ruf Amin:
48,55%
Prabowo-Sandiaga Uno:

51,45%


30. Maluku ( Tebak-tebak buah manggis aja, mungkin suara akan bergerser )
Jokowi-Ma'ruf Amin:
39,80%
Prabowo-Sandiaga Uno:

60,20%


31. Maluku Utara ( kayaknya akan bergerser deh ).
Jokowi-Ma'ruf Amin:
80,08%
Prabowo-Sandiaga Uno:

19,92%


32. Papua ( Hehehe, kampung halaman kedua Jokowi )
Jokowi-Ma'ruf Amin:
72,76%
Prabowo-Sandiaga Uno:

27,24%


33. Papua Barat ( Idem Papua, tapi pendatangnya mungkin lebih banyak )
Jokowi-Ma'ruf Amin:
70,64%
Prabowo-Sandiaga Uno:

29,36%


Heiii, data Kaltara mana???


Jika penduduk Indonesia adalah 100%, yang Muslim 90 % dan Non Muslim 10 persen, gambaran besarnya kurang lebih:
10 % cadangkan suara untuk Kolaisi 01.
45 % ( 50 % dari 90 % ) masih dukung Kolalisi 1.

45 % ( 50 % dari 90 % ) pendukung Koalisi 2.
Gambaran quick count =  55 % untuk Kolalisi 1 dan 45 % untuk Koalisi 2.


Kalau 45 % + untuk koalisi 2, berarti ada + nya dari Non Muslim untuk Koalisi 2, karena Keluarga Besar PS rerata adalah Non Muslim.
APAKAH saat ini Umat Islam di Indonesia terbelah dua bagaikan Semangka ?
Ada yang mesti dicermati disini. Ada apa di balik semua ini?
Sekali lagi, ini tidak bertujuan tertentu, melainkan hanya belajar untuk menganalisis sebuah
pola.
Kalau ada yang salah, jangan marah.  Just share your opinion.

Ber SATU kita Teguh, Bercerai belum tentu kita bisa Rujuk lagi.



Salam Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa.
INDONESIA.

Jayalah Negeriku, Jayalah Bangsaku.

pro Indonesia:
Memang agak merisaukan jika di analisa, tugas berat pemerintah untuk mencerdaskan bangsa. Kita amini kemenangan sementara 01, berapapun selisihnya yg penting menang. bahkan sampai hari pencoblosan pun masih banyak yg percaya Jokowi akan legalkan lgbt...

ASDFG:
Hubungan antara faktor-faktor ketertarikan dengan persentase perolehan suara tiap-tiap paslon cukup berarti. Analisisnya mantap.

Awam Wahono:
Betul, tapi ya tidak kaget difitnah ,di jelek jelekin selama 4,5  tahun , syukur alhamdulillah raja salman memfasilitasi untuk sholat sunah dan berdoa didalam kabah alhamdulillah masih bisa menang , jadi presiden itu memang berat sudah kerja bagus masih difitnah , biar pa jokowi saja yg sabar dan sudah terbukti bisa kerja

Roy Agung Saputra:
Yg agak mengganggu saya bbrp hari sejak pemilu, adalah persentase kemenangan paslon 01, yg menurut versi QC di sekitar 9-10%. Tadi nya saya berharap pak Jokowi bisa mencapai angka 60% karena ada pak Ma'ruf. 
Begini hitung2an saya, menurut Wikipedia, jumlah penduduk non-muslim Indonesia itu 13% dan muslim 87%.. nah taruhlah dr 13% itu kita kurangi yg belum cukup umur, yg golput, yg berlibur, dan yg milih 02, boleh lah saya perkirakan yg 10% solid mendukung Jokowi karena alasan pro-pluralisme dan Bhinneka Tunggal Ika NKRI Pancasila.
Kalo pake rumus gitu, berarti dari angka 55% kemenangan Jokowi, maka 45% nya berasal dari penduduk muslim.. yg artinya hampir seimbang 45:45 dengan pendukung 02.
Saya kok agak sedih membaca keadaan ini, dan berharap pemerintah ke depan berusaha benar2 untuk mencerdaskan rakyat Indonesia, agar lebih rasional dan tidak emosional atas dasar hoax, dalam pengambilan keputusan yg menyangkut masa depan negara ini.
Saya alumni kuliah di Jerman, dan saya lihat hasil2 pemilu luar negeri, yg di menangkan pak Jokowi dengan telak di kisaran 75%, menurut saya karena faktor pendidikan juga. Semoga Indonesia semakin maju.

erik:
hampir semua negara 01 menang, sedangkan 02 menang skitar 7 negara.

Roy Agung Saputra:
..dan saya bisa membaca arah 7 negara itu ke mana, mereka bukan lah tempat2 yg kita tuju untuk bersekolah, kecuali mungkin Mesir dan Turki, tapi Turki stau saya mah ancur2an keropos di dalam..

ASDFG:
Pengaruh "serangan fajar" berupa penyataan dukungan resmi TRIO UUU itu.

Menjelang 17 April, survai terakhir yang saya lihat adalah survai oleh Roy Morgan dan memang selisih suaranya di kisaran 9%.

Roy Agung Saputra:
Itu yg saya mikir agak serem, berarti di kelompok pemeluk agama Islam memang kekuatan kanan gede banget jumlahnya.. hanya pendidikan yg bisa meredam itu

Indriawan Sutanto:
Ya ada tangan Tuhan yang menolong Indonesia melalui KH. Ma'ruf Amin dengan dukungan NU sebagai penjaga Indonesia, serangan begitu berutal terhadap Jokowi, tapi mereka lupa ada yang lebih berkuasa dari apapun ya itu TUHAN yang maha kuasa yang mengasihi Indonesia, saya tahu banyak orang yang berdoa bagi Indonesia karena apa yang ditunjukan waktu kampanye sangat menghawatirkan, terima kasih atas kasih karuniaMu terhadap bangsa kami, amin

Sita W:
KH Ma'aruf Amin merupakan bagian dari strategi, walaupun pada awalnya banyak orang yang patah hati, lebih karena riwayat pak Kyai saat menjadi Ketua MUI berkaitan dengan pilkada Jakarta. Tapi bila ingin menang apalagi kemenangan kali ini mutlak diraih demi mempertahankan kebhinekaan Indonesia, kenapa tidak mengambil strategi jitu dengan segala kelebihan dan kekurangannya? Saya yakin hal inipun menjadi pembelajaran bagi pak Kyai untuk lebih arif dan tidak sekedar tunduk pada orang-orang yang ingin 'berkuasa' dengan cara-cara yang tidak terpuji, seperti yang telah terjadi di pilkada Jakarta.

ASDFG:
Saya melihat dia berjiwa besar ketika menyatakan permohonan maafnya terkait kejadian itu. Adalah hal luar biasa untuk seorang pemuka agama, apalagi sekelas beliau, mau melakukan itu. Itu patut kita syukuri.

Deni Afandi:
yang penting ahok dukung jokowi 1 periode lagi

Alex Rustandjaja:
Kenapa di Banten tempat asal KMA, begitu juga Jawa Barat tetap kalah?

erik:
di banten dn jabar klo gak kiai maruf amin, 01 diperkirakan bahkan bisa cuma dapat 10% seperti yg terjadi di aceh dan sumbar.

Fuad Hasan:
Kita mungkin boleh berbahagia pakde menang, tapi sebenarnya bangsa ini sedang sakit dan berduka. Pemilu kali ini ibarat perang pemenangnya juga sudah sekarat. Kita menang tapi kenyataannya fundamentalisme sudah makin mengakar. Intoleran makin merajalela. Tidak ada jaminan 5 tahun ke depan kita masih bisa mempertahankan kebhinekaan. PR terbesar bagi pak jokowi untuk 5 tahun ke depan adalah merubah pola pikir masyarakat. Jangan kita seperti negara lain yg jatuh ke right wing extrimism. Contoh di India mayoritas hindu semakin berani menindas minoritas muslim. Please bring back your sanity. Buat pak jokowi if you need to bring your force do not hesitate. Rather than we regret it at the end.

Zulhendri Hendry:
Rakyat pendukung NKRI harus bersyukur karena ada KH Ma'aruf Amin Indonesia makin optimis mencapai kemajuan..

Katarina:
Di sumatra barat, walau banyak bupati/walikotanya yg deklarasi dukung jokowi, tetep gak bisa melawan kampanye hitam.
Bahkan TGB yg cukup disegani warga NTB sekalipun, tidak berdaya mnghadapi dahsyatnya serangan hoax

Fuad Hasan:
Ini yg udah berkali2 gw komen di IG. Kunci kemenangan jokowi ada di jatim tahun ini. Tanpa jatim solid ke 01 jelas pasti kalah. Dan jatim merupakan basis NU. Gw inget banget pas nelpon kakak di kampung pada pilih siapa? Dia jawab muslimat banyak dukung jokowi karena KH. Ma'ruf Amin. Pemilu tahun ini jelas bukan soal adu gagasan, tapi adu siapa yg paling islam. Miris dan mengerikan tapi itu kenyataan. Di sisi lain ada satu partai koalisi jokowi yg sepertinya tidak benar2 berniat di kubu 01. Dibuktikan dg hancurnya jokowi di basis massa mereka. Sudah saatnya hukuman diberikan. Jangan kasih kursi mentri strategis ke mereka. Kalo perlu kurangi jumlah mentrinya.

ASDFG:
Sebuah keputusan politik yang sangat cerdas dan saya sangat dukung begitu mengetahuinya. Sejumlah orang menyayangkan mengapa bukan MMD, tapi jelas dia tidak punya basis massa kuat dan besar untuk menghempang manuver politik lawan yang dipastikan akan jauh lebih kejam dibanding perhelatan sebelumnya.

Jika kekejaman itu ada yang berhasil, turunnya suara bisa sampai dua digit apabila bukan sekelas MA yang digandeng.

Itupun hanya bisa mendongkrak selisih suara dari 6% di Pilpres sebelumnya menjadi 9-10% di Pilpres saat ini dalam keadaan isu-isu kejam rontok satu per satu. Seakan-akan sebagian anak bangsa di Republik ini adalah durhaka atau gagal menilai kinerja unggul seorang anak manusia mempertahankan periuk nasinya terisi terus dan hidupnya semakin nyaman dan maju.

Saya tidak yakin jika MMD yang digandeng bisa meraih itu.

Pelepòn Laladóttir:
Ah gak jg deh. Jkw menang ya krn bantengnya yg kuat plus jkw sendiri sdh bagus orgnya.

erik:
pemilu ini udah politik identitas.
di jateng krna jokowi putra daerah.
di jatim karna NU all out mendukung jokowi.
sisanya minoritas all out ke jokowi.

Roedy Siswanto:
Kalau dibilang minoritas all out dukung Jokowi nggak jugalah karena fakta di Kelapa gading Dan sebagian Jakarta barat 01 menangnya tipis . Menurut aku sebagian minoritas utamanya pedagang yg buka toko banyak yg ke 02 karena merasa pajak nta dikejar kejar .sekian lama keenakan kolusi dng Petugas pajak yg korup .

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Jika Tidak Gandeng Kh Maruf Amin Jokowi Bisa Kalah yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/jika-tidak-gandeng-kh-maruf-amin-jokowi-bisa-kalah-ps6R9YW_w

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: