You Now Here »

Icmi Tawarkan Evoting Bppt Sudah Siapkan Sistem Siapa Berani Putuskan  (Read 72 times - 108 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 17,626
  • Poin: 17.702
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Senopati:
e-Voting akan rawan konflik. Penyelenggara akan sulit menangkis tudingan kecurangan. Bahkan dengan sistem manual saja, masih banyak yang tidak paham prosedur perhitungan suara, apalagi full elektronik. Kecurigaan akan timbul mulai dari tingkat pemungutan suara, katakan pemilih memilih A, tidak ada jaminan lantas dihitung A, dengan mudahnya dialihkan ke B atau C. Tudingan semacam itu, tidak mudah sekalipun sudah dilakukan audit. Sedikit modifikasi pada tingkatan software, bisa diatur lolos audit tetapi akan trigger pada waktu pemilihan sebenarnya.
Belum lagi keamanan server, mudah sekali merubah data di server untuk memenangkan kontestasi. Bukankah sekarang saja sudah ada tudingan pada penyelenggara yang kebetulan memang punya akses terhadap server. Atau bisa juga serangan dari luar. Bahkan Amerika sekalipun tidak luput dari serangan semacam ini.
Cilakanya untuk Indonesia, serangan cyber tidak perlu benar2 terjadi atau jadi ancaman. Hal tsb sudah menjadi bahan hoax. Masalahnya, sekali lagi, penyelenggara akan sulit menangkis tudingan2 tsb, karena semua proses berada di dalam server yang tertutup.
Menurut saya, cara manual sekarang ini sudah yang terbaik, sangat transparan dan kebal terhadap macam2 tudingan kecurangan. Lha mau curang bagaimana, mulai dari TPS berjenjang sampai nasional dihitung bersama2, ada penyelenggara, saksi, pengawas, pengamat. Semua bisa saksikan langsung prosesnya, dan masing2 puas karena pegang salinan juga. Praktis tidak ada peluang kecurangan.
.
Sebagai referensi tentang e-voting dan permasalahannya, wikipedia "Election Security". Ini khusus membahas rentan-nya pemilu elektronik terhadap serangan cyber.

ian christian:
Indeed...
Teknologi atau semacamnya hy sekedar membantu,mempermudah,tp jika SDM nya unnalar,unfaedah,unmalu..maka teknologi secanggih apapun justru akan semakin jd senjata utk merusak satu sama lain..

Jgn bandingkan dgn negara2 maju,org2 di negara maju SDM nya jelas beda dgn org2 di negara brkembang.

Indri Giber:
Ditambah lagi tingkat literasi masyarakat kita di daerah2 terpencil yg belum merata.

Oey Yung:
Waduh..kl sy pkr sih e voting malah akan nambah persoalan br tuh...bs aje nanti pihak yg kalah blg dihack lah..kgk ush jauh2 liat tuh di amrik aje sml detik ini perdebatan kemenangan trump aje sebagian rakyat amrik msh blg krn bantuan rusia...jd selain sdm kt belum memadai jg pola pikir dan mental bangsa kt blm matang...lah yg manual aje yg diliatin jutaan org aje msh dibilang curang apalagi yg pake tekhnologi..bs2 yg kalah blg curang trs dah

B-Over:
Saya mau komen lagi karena ICMI berharap pilpres 2024, eVoting sudah bisa diterapkan. Apapun itu mau manual atau elektronik punya kelemahan dan keunggulan spesifiknya masing2. Saya pribadi oebih suka elektronik tetapi pertimbangan keamanan database di sisi backend, kesiapan database kependudukan nasional serta infrastruktus akses data infoemasi yg bikin saya harus berpikir menunda dulu penerapan eVoting.

Yang paling mungkin dan hemat biaya utk diterapkan di pilpres 2024 yaitu kita semua kompak sampai ke penyelenggara pemilu jangan kasih tau wowok kalau ada pilpres. Itu sudah

B-Over:
ICMI ngeluarin usulan seperti itu seakan-akan itu hal yang baru. Lalu cendikiawannya pada kemana sampe fokus panjang lebar ngejabarin keuntungan perhitungan elektronik.

Mulai saja dari hal yg bersifat fundamental. Bagaimana membantu pemerintah dalam pengusulan pemerataan akses teknologi informasi sampai keseluruh pelosok indonesia.

Manfaatnya ngga cuma ngomongin untung rugi penerapan eVoting tapi ke hal2 yang lain juga yang jauh lebih punya manfaat bagi rakyat seperti proses perijinan, perdagangan, distribusi pajak, evaluasi pendidikan, monitoring bantuan pemerintah dalam bidang kesehatan, sosial, ekonomi dll.

Mulai dengan nimpuk hape ke mantan menteri yg bilang internet cepat buat apa..

At Heist:
nimpuknya dengan hape jadul, yakin banyak yg mau nyumbang, kalau hp IOS atau Android keenakan malah. wkwkwkw

sujoko joko:
E - Voting bisa dilaksanakan dengan catatan kampret sudah punah

B-Over:
Mutlak setuju!!!!

Syafei Gunawan:
Akhlak ... itulah yang harus diperbaiki apalagi moral para elit sudah sedemikan parahnya, pSahetapi bilang MA moral ambruk, semua warga harus punya kesadaran untuk meningkatkan kwalitas moral tanpa itu tinggal tunggu waktu, Indonesia akan segera lenyap

ASDFG:
Lebih bagus tetap manual seperti sekarang, tetapi dipersempit ruang kecurangan. Di antaranya dengan penggunaan pemindaian sidik jari atau retina mata pemilih.

gencnzn:
Manual lebih aman, kalau ada kecurangan masih ada bukti fisik. Terbayang kalau kemarin pakai E voting, mungkin si preciden-precidenan lebih mudah bisa menklaim 90%.Dengan  didukung oleh ahli IT nta & provokator, keributan bakal susah beres.

B-Over:
Ngga sesimpel itu juga mas sob karena banyak penyandang disabilitas pada tangan atau mata yg harus diperhitungkan.

Manual atau elektronik sama2 punya kelemahan dan keunggulan spesifiknya masing2.

ASDFG:
Bukan berarti orang yang tidak bisa diambil sidik jarrinya atau sidik retina matanya karena keterbatasan fisik si pemilih tidak bisa ikut pemilu.

Terlepas dari keterandalan alat pemindai yang digunakan dan efektivitas pelaksanaan di lapangan yang perlu diperhitungkan, maka tidak perlu menjadi halangan akan sejumlah kecil, bukan banyak, orang yang tidak bisa diambil sidik jari atau retina matanya. Bentuk verifikasi lain atau yang sudah ada selama ini mungkin sudah cukup untuk orang-orang khusus tersebut.

Prinsip umumnya adalah:
Semakin akurat dan efektif alat verifikasi pemilih yang digunakan, semakin berkurang ruang atau peluang terjadinya kecurangan.

ian christian:
Dr dulu kok sy ga paham/tau fungsi ICMI itu .

Bisro:
E budgeting,  dki  yg barometer Indonesia aja gak jelas  transparansinya sejak si ono yg pegang dki ,gimana e voting ?

John Lie Kwee:
Kalo capresnya macem si wowo, sistim e-voting belum bisa digunakan di Indonesia. Selain rawan dicurangi, audit trail-nya tidak akan dia akui.. Wong surat suara resmi manual yg dihitung KPU aja ga diakui..

yebi tambarta:
mainan anak anak
kerjaan mudah banget, yang penting baik kedua kubu mesti memeriksa teliti dengan men debug, program tsb.
jgn cuma dari ikatan atau golongan radikal.
karena g sulit kok jika di dlm program, di setel timer, pada saat nya perubahan sedikit sedikit secara program.
baiknya source code nya di buka umum.
jadi jika ada code yang g bener bisa di koreksi bersama.
g perlu suatu ikatan cendekiawan klo cuma buat program sepele gitu.
kecuali dengan memanfaatkan nama ikatan atau institusi supaya di perhatikan usulannya.
itu usulan anak SD aja ngerti.
g usah sistem server, tapi pemindahan data tersimpan dr storage local.
pengumpulan praktis, ngirit biaya.
aman.
hamya satu media online yaitu saat progress hitung, display mode only.
tutup web dr akses data.
selain dgn cara transfer data kecil kecil menengah ke induk.
mau jebol pakai apa ? pakai tuyul ?? pakai kemenyan ??

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Icmi Tawarkan Evoting Bppt Sudah Siapkan Sistem Siapa Berani Putuskan yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/icmi-tawarkan-evoting-bppt-sudah-siapkan-sistem-siapa-berani-putuskan-CLFUFSkp0

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: