You Now Here »

Saya Kecewa Berat Hasil Perolehan Suara Jokowi  (Read 119 times - 62 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 18,532
  • Poin: 18.608
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Saya Kecewa Berat Hasil Perolehan Suara Jokowi
« on: April 28, 2019, 01:19:27 PM »




Ifan Hamzah Fansuri:
Ada istilah "Padang Bengkok"
Ledekan buat org Padang yg kikir dan pelit...(image dari dulu org padang pelit dan kikir)
Malin kundang aja tega tidak mengakui ibunya..
Apalagi berharap mengakui jokowi sebagai pemimpin...kenal jg kagak
Jd jgn berharap klo org Sumbar bakal balas budi sama pemimpin yg sudah membangun daerahnya...

FAUZi:
Kekecewaan itu semua ada dasarnya om penulis !!

Pembiaran ajaran radikal sejak repotnasi 1998, pembiaran selama 10 tahun oleh presiden paling gagal sepanjang sejarah manusia dunia akhirat, flora dan fauna itu

Pembiaran dunia pendidikan dikuasai oleh ajaran radikal yang mensucikan onta dan gerombolannya

Dan yang terpenting ketidak tegasan pemerintah untuk membasmi radikalis itu

Mari kita minta agar pemerintah :

1. menghidupkan kembali lembaga seperti LAKSUS. LITSUS, membuat Perppu agar dapat mengambil langkah seperti UU subversif dulu

2. Bagi kelompok yang sudah di bubarkan pimpinan dan anggota nya DI CAP KTP dan termasuk anak keturunannya, batasi akses mereka ke pekerjaan seperti ASN, pendidik, dan bidang vital lainnya baik pemerintah maupun swasta


3. Gerakan kembali pemantauan dan pengawasan ketat terhadap simpatisan gerombolan onta

4. Adakan kembali 'petrus' untuk mereka dan pelaku street crime


Niscaya akan aman dan masyarakat  bisa dididik


Abaikan HAM karena HAM adalah omong kosong dan teori konyol terbesar di muka bumi ini, HAM is the biggest bullsh*t

Brian:
HAM tidak lah omong kosong, selama diberlakukan untuk manusia. Manusia yg seutuhnya secara fisik, mental dan perbuatan.

Makhluk yg fisiknya saja serupa manusia (contohnya ya kelompok ekstrimis dan radikal), ya tidak perlu diberikan HAM ????

doodleramen:
Menurut saya HAM itu bukan omong kosong. Anda boleh dikatakan agak beruntung hidup di Indonesia yg cukup demokrasinya walaupun masih jauh dari sempurna. Bayangi kalau anda hidup di negara seperti Korut atau negara2 diktator, anda akan nangis2 bertanya kenapa tidak ada HAM di negara2 itu. Anda mau UU subversif? Ya OK lah karena presidennya sekarang Jokowi yg ngga getol memburu orang2 yg menghinanya. Coba kalau presidennya masih Soeharto? Habis ente kalau ngomong yg jelek sedikitpun di depan publik. Sudah lupa jaman orba? Atau anda waktu itu masih belum lahir, atau masih kecil gak ngerti politik?



Masalahnya bukan HAM sebenarnya, tapi law enforcement atau penegakan hukumnya yg tidak konsisten dan acak adut. Juga kualitas UU dan pasal yg bisa dipertanyakan dan ambigu. Di negara maju pasal penistaan agama sudah dihapus sejak lama. Sedangkan di sini masih banyak pasal karet. Sudah banyak contohnya orang2 yg mesti mendapat perlindungan HAM tapi tidak diberikan secukupnya, seperti kasus Meiliana, kasus Munir, penganut Ahmadi, dll. Sedangkan orang2 yg melakukan persekusi atas nama agama yg jelas pelanggaran HAM malah dibiarkan. Atau juga orang2 kuat yg punya koneksi yg berlaku semena-mena sering lolos dari jeratan hukum. Atau juga penegakan hukum yg adil yg terganjal oleh tekanan massa yg besar.


Kunci keberhasilannya adalah konsistensi dalam penegakannya, bukan HAM-nya itu sendiri.

FAUZi:
uh.. aku lahir, besar dan dewasa dan berkembang di jaman orde baru Om


aku merasakan kedamaian saat petrus diberlakukan, jalan jalan tengah malam di terminal tanjung priok bisa aman... (saat itu masih sekolah)


yang terhimpit di jaman orde baru kebanyakan orang bodoh, malas dan sok idealis sajalah...



Bisnis, hidup dan lainnya jauh lebih nyaman dan mudah.. bahkan saat kita ke LN pun kita sangat dihargai (beda dengan jaman si presiden paling gagal... from Indonesia ?? the crying general ?? the country with so many zeros ?? saat nukerin duit kebank)

Munir sih sudah selayaknya mau merusak negaranya sendiri di LN kan? layak di habisi



korban trisakti ya syukurin, siapa suruh mahasiswa demo... bukannya belajar.... kapok pok pok bukan ??


Syang pak Wiranto tidak punya keberanian mengambil alih dan meneruskan Pak Harto, padahal semua signal sudah diberikan, jabatan juga cukup. Pang Ab / Menhankam


Dan akibatnya Indonesia mundur sekian dekade, untung ada Pak Jokowi bisa agak bangkit, cuma kurang tegas..



Meliana dll itu dijaman kini,

Ivan Budiutama:
masalahnya cuma 2 sebetulnya:
1. Penegakan hukum gak konsisten. Bahkan kasus si valak aja sampe skrg gak jelas dan bertele2 menurut gw. Blm lagi di badan hukum banyak simpatisan radikal.
2. Deradikalisasi gagal? 4.5 taun menurut gw perbaikan ajaran2 radikal itu IMHO gagal. Ya ya gw tau JKW sibuk ngebangun. Tapi bukannya revolusi mental salah satu jargonnya? no? Gmn ceritanya korbannya (Meliana) dihukum 2 taun penjara sedangkan pelakunya (sampe ada kerusakan material dan bakar rumah ibadah) "cuma" 3 bulan doang? ini hukumnya mandul apa emang orang2nya mabok agama? Kok gw lbh nebaknya ini masalah orang2nya emang mabok agama.

Dari 2 masalah di atas (which saling berhubungan jg). Yg jadi masalah adalah: Mabok agama. Ketika orang udah mabok agama, mendikte setiap tindakan mereka mah gampang. Suruh bom bunuh diri aja mau, apalagi cuma nyoblos partai politik/presiden.

Masalahnya buat gw, banyak penebar ajaran kebencian itu dibiarkan, dan rata2 malah jadi idola. Percaya ama gw, kalo orang2nya agak waras. Which gw setuju sama penulis, bayangin, satu penceramah agama mengumbar ajaran kebencian (entah itu orang, agama lain, ras) dan satu ruangan semua penonton kompak walk out. Menurut gw si penceramah agama jg bakal mikir or kapok. Mereka jg orang, mereka jg doyan duit. Ada yg tau pendapatan penceramah agama? Belum lagi kegiatan agama bebas pajak (which is a fuc*ing big deal IMHO). Makanya yg mereka takuti sebetulnya hilang pengikut. Gmn caranya biar gak hilang pengikut? Ya harus ikut yg lagi trend. kalo trend nya ujaran kebencian ya harus ikut. Itu lingkaran setannya. Pada dasarnya orang2 indo masih rasis dan benci agama seberang. Sad to be said. Kerjaan JKW lumayan berat 5 taun ke depan.

Arijanto Notorahardjo:
Sangat setuju Pak Ivan. Langkah pertama yang harus dilakukan oleh Pak Jokowi dan Kyai Maruf adalah membasmi radikalis yang ingin mengganti Pancasila sebagai ideologi negara. Kedua memberdayakan ekonomi keumatan yang bisa menyentuh akar rumput. Saya yakin untuk hal ini Kyai Maruf mampu membuat strategi dan langkah yang tepat dan efektif. Ketiga, ini adalah saatnya untuk membangun SDM Indonesia yang memiliki wawasan yang luas dan berpikiran maju. Bila kesemuanya dilakukan secara terencana, masif dan berkelanjutan niscaya 2024 dan seterusnya "mindset" rakyat Indonesia bisa berubah jadi lebih toleran dan bisa melihat lebih ke masa depan.

Gede Yasa:
Ini Masalah suku, satu hal Yg sangat primordial. Elemen ke-4 Dr politik Sara mulai muncul Keluar Dr kotak Pandora nkri ????
Stlh politik identitas agama, antar golongan, ras... gagal.... Ujian terakhirnya politik suku. Mampukah kt melewati ujian ini shg nkri bs maju & modern tanpa Jualan politik Sara?

Indonesia Raya:
Kesalahan Tim jokowi adalah terlalu santun Dlm berkampanye , harusnya sich lebih dahsyat perolehan suaranya bl secara membabi buta memakai isu Sara spserti gerembolan sebelah YG secara massive melakukannya , tapi ya sudah selesai pemilu Dan ada pemenangnya ya tdk perlu di sesali.yg pasti 2024 bl msh Ada gerombolan otak udang maka hrs di lawan secara brutal and massive biar hancur berantakan

Dinang De:

(click to show)


Dinang De:
keep calm and stay listen dangdut koplo

BritneyYang:
Pemilih 02 menurut saya gampang di "hasut" di "bodoh i" dan percaya
"AKAN"

SH:
Dlam 1 hal saya setuju dengan apa yg selalu Prabowo sampaikan bahwa rakyat Indonesia masih banyak yg  BODOH!!!

Syafei Gunawan:
BODOH katotoloyoh, otak ditaro di dengkul, malas alias ga mau mikir, LEBIH RENDAH DARI BINATANG (Al 'Araf 179)

Ari Kurnia:
Di lihat dulu siapa partai yang berkuasa disana

eko boga:
Pas banget dengan pemikiran saya!!!

Syafei Gunawan:
بل هم اضل .الاعراف ١٦٩

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Saya Kecewa Berat Hasil Perolehan Suara Jokowi yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/saya-kecewa-berat-hasil-perolehan-suara-jokowi-U_1X2QR0i

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: