You Now Here »

Analisis Kemenangan Jokowi Yang Tipis  (Read 149 times - 65 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 20,090
  • Poin: 20.166
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Analisis Kemenangan Jokowi Yang Tipis
« on: April 28, 2019, 06:08:08 PM »




Patrick Jahja:
Jokowi kali ini beneran ditolong oleh jawa (kasarnya....propinsi yang mayoritas nya suku jawa).


Dan sedikit masukkan saja, belon tentu bener yah. Menurut saya, jokowi masalahnya bukan cuma di fitnah2 non muslim TKA dan PKI saja, tapi dia juga emang ada masalah pelemahan ekonomi dan beratnya pajak yang susaaahhhhh banget diterima sama masyarakat yang uda biasa lewat......ahem....jalur cepat, entah jalur cepatnya "tol" ato "shortcut" ato dua2nya. Mereka2 ini anggap Indonesia belon siap untuk jalur jalur formal walaupun dikasih tau ini semua nantinya kedepannya lebih baik apalagi kalo infrastruktur menguat.

Kasarnya mereka ngarep: "aduuuuh, kalo mao keras entar aja, tunggu gue kaya dulu", atau "ih.....pokoknya usaha gue uda ga gampang, gue gak mau tau, tar gue omongin bawahan gue milih prabowo biar mampus jokowi" dsb.

Dan omongan di atas itu kita masih belum masukkin pejabat dan pegawai2 negeri yang sudah gatel banget pengen kerja sante tapi dapet "masukkan" banyak dengan pengawasan rendah.....apalagi yang di sumatra itu, kan mereka uda berapa puluh taon tu jalanin "tradisi" kerja sante, dapet "masukkan" banyak, dan gak diawasi oleh pemerintah mentang2 laen pulau ama jawa?

Nasib jokowi ya begitulah kiranya saya.

Alexander David  ツ:
Orang yg mau jalur tol soal ekonomi itu sepertinya tidak banyak kan ? Model manusia yg cuma memanfaatkan dan tidak punya rasa cinta tanah air seperti mereka... kalau ketemu sarankan suruh pindah negara saja.

Roedy Siswanto:
Kalau dihitung persentase sih kecil bung tp kalau jumlah riil lumayan banyak . Sebagai sampling ..lihat deh di Kelapa gading Dan sebagian Jakarta barat 01 menangnya tipis .

Kampret212:
Singkatnya mereka yang milih wowo, krn benci jokowi... itu aja.

Alexander David  ツ:
Pertanyaannya, setelah pak Jokowi menang nanti,... apakah PBNU & Islam Nusantaranya sudah siap perbaiki kekacauan ini ? Kalau tidak, serius... aku tidak bisa bayangkan spt apa pemilu 2024.

George Christian:
Saya setuju banget dengan analisanya. 'kekalahan' Jokowi terutama karena dibenturkan dengan Islam. Hampir semua teman saya yang getol belajar agama Islam atau baru mulai belajar Islam pindah memilih 02. Bahkan saya tidak mampu meyakinkan saudara sendiri terkait ini. Mereka bisa mengirimkan 10 - 20 hoax yan menyudutkan JKW setiap hari via WA. Benar benar gila!

Tapi Allah maha baik dengan tetap memenangkan pak Jokowi

xenakis2:
pemilih islam di kubu 02, cuma supaya bisa nyebarin hoax 20 - 30 x sehari
kalo pun dibilang baru belajar islam ternyata kelakuannya kenyataannya kayak bgono, percuma aja belajar islam....
malah menghina ajaran agama isalam dengan kelakuan" seperti itu, yo mas sob

Indriawan Sutanto:
Betul Pak sampai saudara saya bilang pasangan yang didukung ulama katanya kan aneh yang didukung ulama masa ga bisa lihat Pak Jokowi sudah bekerja dan cawapresnya ulama beneran. Saya melihat banyak masyarakat asal melihat berjubah dan bisa mengutip ayat  sudah dibilang ulama tanpa menyaring langsung yakin, ini yang terjadi jadi mudah dipengaruhi padahal sekarang sudah jaman keterbukaan informasi mudah didapatkan

Peduli Bangsa:
walau kecewa dengan selisih kemenangan tipis..
tapi melihat begitu nafsunya sang penantang dan :
  - begitu banyaknya hoax
  - politisasi agama
  - oknum KPU yg ketahuan berada diposisi mereka
  - para pelaku koruptor (yg selama kepemimpinan Jokowi merasa kering kerontang) yang
    pastinya akan berusaha sampai titik darah penghabisan untuk menumbangkan Jokowi

saya tetap bersyukur Pakde Jokowi bisa memenangkan Pemilu 2019 ini..

Ari Kurnia:
Yah untuk pemilu kedepannya pilkada Dan pilpres mesti lebih bekerja keras lagi. Terutama nanti capresnya pasti udah wajah Baru. Berarti partai pendukung jokowi mesti mulai Dari sekarang mestii kerja keras Dan mungkin perlu juga sedikit militan asal tetap berada di jalur yg benar ya. Agar orang2 baik penerus Pak jokowi bisa maju Dan memenangkan Dan juga meneruskan kebijakan Pak jokowi untuk memajukan Indonesia

hoetomo:
Masih banyak yang manja , ingin yang instan2 saja ,kalau belajar kurang sungguh2 ,kurang berfikir jujur (terutama dalam berAgama) , bekerja tidak sekeras bangsa asing ,.Yang pintar tapi bodoh juga atau suka membodohi , suka fitnah,hoax ,gosip makin seru makin suka.
Makanya kerja keras Jokowi tidak/kurang dihargai.
Jangan harap negara akan cepat maju ,Lima tahun lagi bukanlah waktu yang lama.
Kenapa pemilih di luar negeri (tinggal di negara maju) ,.Jokowi  menang besar ???Karena mereka lebih tahu dan bisa membandingkan bagaimana negara itu seharusnya bisa maju.

erik:
iya, NU dikalahkan PKS dalam penyebarannya di sumatra.

Kampret212:
Klu saya sih optimis, persentase itu hanya indikator tp bukan riil. Artinya, tidak akan sampai sebanyak itu "pembenci" jokowi. Sebagian krn faktor budaya dan agama, seperti di pulau Madura, mrk milih siapa yang direkomendasi oleh kyai. Jd rakyatnya sendiri sebenarnya tidak punya pilihan pribadi dan di antara mereka pasti ada banyak yang sama-sekali gak benci jokowi.

Termasuk di daerah lain, banyak warga yang terlalu "polos-lugu" sehingga dimanipulasi dan dibohongi oleh kelompok pembenci jokowi. Mrk secara pribadi tidak punya masalah dengan jokowi dan tidak membenci jokowi.

TMP2:
Sebutan Islam Nusantara merupakan respon NU utk mengimbangi trend Islam dg budaya kearab2an/luar, yg dg hening tapi pesat merongrong/menggerus Bhineka Tunggal Ika, yg dikhawatirkan akan berujung kpd Pancasila dan NKRI. Termasuk disini adalah penghilangan sebutan "kafir" bagi non muslim.

Roedy Siswanto:
Ini menarik Dan menurut aku bisa jadi bahan diskusi yg panjang .Walaupun aku tidak setuju dng banyak Hal yg anda Tulis tetapi aku sangat menghargai jiwa besar anda. Sebagai orang NU melakukan autokritik terhadap NU .mungkin itulah kebesaran jiwa yg diajarkan NU . Menurut Saya pada pilpres Kali ini faktor geopolitik Dan geoekonomi tdk dapat diabaikan .Sangat wajar menurutku bgmana sebuah negara yg puluhan tahun menjadi " negara mafia " , tiba tiba muncul seorang Jokowi yg berusaha keras meluruskan yg bengkok .terima kasih tulisannya bung Rama.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Analisis Kemenangan Jokowi Yang Tipis yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/analisis-kemenangan-jokowi-yang-tipis-KgYrnAyfa

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: