You Now Here »

Darurat Akankah Aparat Keamanan Tunduk Pada Tekanan Massa  (Read 69 times - 107 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 19,095
  • Poin: 19.171
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Darurat Akankah Aparat Keamanan Tunduk Pada Tekanan Massa
« on: May 01, 2019, 12:54:19 PM »




Roedy Siswanto:
Sementara Kita percayakan ke Polisi bung , mungkin Ada Hal yh ingin dicapai polisi tp tidak dipublikasikan untuk kepentingan penyelidikan.

Njoto:
Polisi perlu merubah citranya dari "santun" menjadi "penegak hukum yg profesional", tanpa tegaknya hukum negara bisa kacau, karena siapa saja bisa memaksakan kehendaknya

Alexander David  ツ:
Setuju 1000% sob, ini agaknya menurutku sih jebakan batman... perkaranya terlalu sepele,... hukumnya, jujur saja, juga tidak terlalu jelas juga soal ini. Kalau salah, akibatnya besok bukan tidak mungkin Kamvrettt buat statement baru "Tuh kan Polri dan TNI memihak 01 ? Polri tidak netral !!!" 

Aku pribadi merasa kalaupun mau bertindak, lebih tepat pemda (kalau itu bisa jadi urusan penertiban iklan / reklame), atau bawaslu kalau UU-nya bisa itu juga.

Roedy Siswanto:
Super sekali , setuju sob . Ini bisa menjadi jebakan Batman .untuk apa ? Untuk memanaskan masyarakat . Dan walaupun itu dipasang di Limus Pratama tetapi aku yakin pelakunya termasuk yg melawan Petugas bukanlah penduduk perumahan itu . Aku menduga ,mungkin aktor intelektuilnya tinggal disitu eksekutornya orang kampung sekitar perumahan tsb .

Syafei Gunawan:
Karena cebong diam apa pak polisi tidak menghargainya???

Stefanus Chandra:
Kita tunggu saja sampai 22 Mei 2019. Pada saatnya TNI yang akan turut membantu POLRI melibas mereka yang bertindak inkonstitusional. Sabar aja.

Luky Thea:
Semoga

FAUZi:
kembali contoh radikalis dan onta sakit serta kampret gila menang

Oen:
Yah biarin aja , kan engga ganggu .
.Klo pasang iklan ditivi juga apa salahnya emang ganggu ??? Demikian alasannya hehehe

Luky Thea:
Kalau emang ga ganggu hrsnya BAWASLU dr awal jgn putusin buat turunin itu baliho. Ini udah viral terjadi bentrokan akhirnya dibatalkan, masyarakat seluruh Indonesia jadi terlanjur melihat kejadian ini dan mereka jd berfikir kalau aparat keamanan bisa disetir massa.

Padu Delima:
Pesta demokrasi menjelang usai,siap siap cuci piring yah.

Luky Thea:
Kalau ferdinand huathaean, siap2 cuci kolor merah. Ahahahaha

Oey Yung:
Oh gampang aje..suruh aje byr pajaknye sesuai dgn uu yg berlaku.semakin segede gaban semakin bgs..biar provokatornye yg byr

Will W.:
Ya sabar..
Gak semudah itu ferguso...
Gabener dki aja santun ajak bicara air...
Harus hati2... bagai makan buah simalakama (buah apa ya itu gue juga gak pernah lihat)
Kalau dibiarin, penulis marah...
Kalau ditangkapin, betmen trap marah...
Tahu kan betmen zaman now itu kampret

Danis Purwono:
Biarkan saja mereka memasang puluhan ratusan ribuan baliho kemenangan 02. Kita ketawain saja ramai2. Nanti usai 22 Mei mereka makin menjadi bahan tertawaan dunia.

Senopati:
Coba dinilai situasinya, kalau dari sisi penegakkan hukum, BAWASLU sudah nyatakan "tidak ada aturan yang dilanggar". Jadi jelas, penurunan baliho juga tidak ada dasar hukumnya untuk menggunakan kekuatan penuh.
Aspek yang kedua: "manfaat". Baliho itu tidak mengubah apapun, karena pemilu sudah memasuki tahap perhitungan. Baliho tidak membuat klaim menang pilpres menjadi semakin besar ataupun menurunkannya akan mengecilkan peluang.
Jadi untuk sesuatu yang tidak signifikan, kenapa harus ada bentrok massa dan aparat ?
Khusus untuk dasar hukum, kalaupun memang mau ditegakkan satu2nya adalah izin dan pajak reklame. Sedangkan untuk pidana, mungkin tergantung situasi kedepan, kalau ternyata ada penolakan juga dari sebagian masyarakat, maka cukup alasan bagi aparat untuk bertindak termasuk menurunkan baliho tsb.

Hang Tuah:
Suruh aja bayar pajak-nya. Semakin besar semakin mahal. Semakin lama, ah ... nggak kuat bayar. Kalau sudah nggak bayar, ya wasalam. Mesti turun juga. Al Cpone aja bisa dimasukkan ke penjara gar-gara penggelapan pajak,bukan karena Core Bisnis-nya: Mafioso.

Bukankah begitu, Ferguso?

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Darurat Akankah Aparat Keamanan Tunduk Pada Tekanan Massa yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/darurat-akankah-aparat-keamanan-tunduk-pada-tekanan-massa-I9tpcSaU5

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: