You Now Here »

Menguak Tradisi Megengan Yabg Dibenci Kaum Khilafah  (Read 72 times - 89 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 19,068
  • Poin: 19.144
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Menguak Tradisi Megengan Yabg Dibenci Kaum Khilafah
« on: May 07, 2019, 03:30:32 AM »




FAUZi:
Berhasilnya penyebaran agama Islam di Indonesia adalah karena kemampuan para Wali (Wali Sanga) melakukan inkulturasi ajaran agama dengan budaya setempat,



Budaya dana adat istiadat turun temurun tidak serta merta di hapus dan diharamkan, namun di selaras kan dan tetap dipertahankan dengan memasukan ajaran agama secara harmonis



<b.dan itu berlangsung baik sejak awal di jaman Majapahit hingga 1998


Kini dengan masif dan maraknya upaya menggantikan budaya asli Nusantara dengan Budaya padang pasir (yang tidak sesuai namun dipaksakan) oleh para pengikut aliran pro khilafah dan penganut ajaran radikal, perlahan namun pasti budaya indah Nusantara mulai di musuhi dan tergeser


Yang paling mudah lihat saja busana nya

Sekarang semua di buntel, ga mikir dengan udara disini, efek polusi udaranya bagi orang sekitar seperti apa

Coba bandingkan foto mojang priangan tempo dulu dengan saat ini, mana yang lebih indah ?


 
(click to show)


doodleramen:
That’s what i’ve been saying all this time...

Kebudayaan Jawa dan Indonesia pada umumnya mulai terkikis. Ane yg bukan orang Jawa saja merasa miris kebaya, sarung batik dan sanggul konde yg indah dan elegan mulai menghilang... ane bingung kebaya yg selama berabad-abad melambangkan kekuatan wanita Jawa, dan juga dipakai ibu2 negara sekarang dianggap terlalu terbuka. Kalau lihat wanita pakai kebaya saja naik ya bukan salah kebayanya, tapi otak orangnya. Selama ratusan tahun gak bermasalah, kenapa baru belakangan ini dianggap masalah?

FAUZi:
itulah... anak wanita di sekolah harus pakai rok sambil ngepel aspal... gendheng

Alexander David  ツ:
Ini mungkin koment terakhirku sob... mau coba ikuti saran PP Muhammadiyah, "Puasa Medsos" dulu selama puasa. Kecuali saja situasi tidak kondusif. Mohon maaf kalau ada kata2ku yg kurang berkenan kawan.



Menurutku, barangkali karena perbedaan budaya maka akhirnya jadi perbedaan sudut pandang penilaian : mana yg cantik, mana yg baik, mana yg sopan, dll. Menurutku andai kita lahir di Timur Tengah, barangkali kita juga akan berpendapat seperti mereka. Sistim nilai2 (tradisional) kita di Indonesia itu berbeda jauh sekali dengan negara2 Timur Tengah.



Coba deh, bayangkan andai kita lahir di posisi mereka. Salah satu contoh kebudayaan saja, coba sob cari kata Arab dibawah ini di Youtube lalu tonton beberapa video tarian mereka disana (bandingkan dengan tarian di Indonesia) :
معلاية

FAUZi:
it's ok om...

aku suka gending asmorodono, aku suka keroncong asli, Koleksi keroncong Sundari Sukotjo aku komplit, Gending gending jawa khususnya aku lumayan lengkap, Lagu sunda karawitan aku punya beberapa dan kalau punya pasti kusuka, untuk apa menyimpan yang tak disuka

tapi aku juga suka  andrea bocelli, martin hurkens, helen fischer, dan kalau sudah mengalun  suaranya astrud gilberto atau michael franks di malam sepi dengan segelas JW Black Label atau JD di tangan ..uh it;s heaven ...

nah masing masing punya budaya sendiri, janganlah saling usaha menguasai... , apalagi dengan dalih agama hehe


gitu aja sih

Opa patompo:
"...megengan sendiri selalu menyajikan kue apem yang terbuat dari... "

Kayanya soal apem, makanya kaum "khilafah" ga bisa berbagi kalo ada "apem" maning...

Counter-Batman:
Ada juga pemuja khilafah yang doyan bid'ah, dzikir seperti orang epilepsy, bikin acara PHBI 25 juta ngundang ustad ngartis/embel-embel gelar Lc atau marga karomah dan isi ceramahnya sama seperti AH/AG/RS, kajian-kajian masjid yang diselipkan unsur politik entah dari DKM atau penceramahnya. Apalagi sengaja kampanye di dalam masjid, masya Allah, bejat sekali itu! sekedar berdagang saja tidak boleh di dalam masjid. Dan ini terjadi pasca wafatnya Gus Dur/Zainuddin MZ/Uje. Setahu saya yang seperti ini mayoritas dari anggota FPI/HTI dan mereka grassroot. Kalau yang disebutkan penulis mungkin minoritasnya, karena bukan anggota grassroot yang tugasnya menjalar. Bahkan yang penulis maksud mendekati kelompok salafy. Iya salafy memang membid'ahkan ibadah yang di luar ajaran rasulullah, tapi cara penyampaiannya hanya untuk dia dan kelompoknya dan secara tegas dan halus. Bukan aksi atau demo seperti FPI/HTI. It is different.

Joni Agus Suparta:
Selamat menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan buat semua pembaca Seword, semoga amal Ibadah kita diterima Allah SWT.Terima Kasih buat mbak Niha Alif, tulisannya menambah wawasan dan mencerahkan

nihayatur rohmah:
Iya sama2? ???

FAUZi:

(click to show)


Will W.:
Lagi2...
Gue teringat kue apem yg 90 juta merek VA.... setiap kali ada kue apem...
Hehe

Laras:
Ejaan yang betul yang mana, koq beda. Megengan atau mengengan (di paragraf pertama)?

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Menguak Tradisi Megengan Yabg Dibenci Kaum Khilafah yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/spiritual/menguak-tradisi-megengan-yabg-dibenci-kaum-khilafah-SzJcyEfie

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: