You Now Here »

Kalau Tanpa Beban Beranikah Jokowi Lakukan Halhal Ini  (Read 57 times - 59 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 17,600
  • Poin: 17.676
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Kalau Tanpa Beban Beranikah Jokowi Lakukan Halhal Ini
« on: May 10, 2019, 07:18:05 PM »




Brian:
Semoga bisa terjadi demikian om, kalau bisa minimal 50-60%  saja dari opininya om ini, menurut saya sudah bagus sekali.

Sy hanya berharap pemerintah ke depannya bisa lebih tegas menindak kelompok ekstrimis dan radikal, serta memperbaiki pelaksanaan kesamaan hak bagi kelompok minoritas.

Tony Gede:
Kalau kelompok ekstrimis, itu sudah masuk dalam poin saya mengenai penegakan hukum.  Kalau ada ormas2 yang aneh2, sikat saja.

doodleramen:
Satu lagi yg saya harap Jokowi berani melakukan di periode kedua ini. Yaitu menggunakan hak dia sebagai presiden untuk memberikan amnesti atau rehabilitasi ke Ahok sehingga nama baiknya dan hak-hak politiknya dipulihkan seperti sedia kala. Dengan begitu Ahok bisa menjadi menteri dalam kabinet atau mengisi jabatan strategis lainnya, demi kemajuan bangsa. Melihat Ahok yg sekarang bergabung ke PDIP saya rasa ini bukan hal yg mustahil.

Tony Gede:
Wuahh...keren kalau bisa kayak begitu.

Sayang memang kalau orang sebagus Ahok jadi mubazir karena keganjal status pernah ditahan cuma gara2 UU ga jelas macam UU penistaan agama gtu.

doodleramen:
Bisa dong. Kan memang sudah diatur di UUD 1945, itu hak presiden. Harus konsultasi dengan MA atau DPR sih, tapi saya rasa bukan masalah besar mengingat koalisi Jokowi mencapai 60% kursi.

nihayatur rohmah:
Setuju

xenakis2:
satojo wae mas sob
memang untuk periode ke 2 p'de JKW harus banyak beres" n bersih"
1. bikin INPRES untuk masalah e-Budgeting dipakai sebagai dasar good governance ke semua lini jajaran pemda [kabinet menteri; gubernur; bupati; kecamatan/kelurahan dst]
- yang mana e-budgetingnya terkoordinasi dengan KPK dan BPK dalam penyusunan/pengawasan anggaran sebelum dan setelah di lakukan anggaran tsb/
- seluruh jajaran aparat emerintahan diharuskan membuat report dari program" yang sedang dilaksanakan dan sudah sampai mana pencapaian dari target waktu plus kualitas
2. selalu mengadakan fit n proper test untuk jajaran aparat pemerintahan per semester [untuk mengetahui masih waras atau sudah mengalami dilusi or megalomania akut]
3.penananganan pembuat HOAX/HATE SPEECH untuk penegakan hukumnya lebih ditingkatkan
- jangan kalo sudah membuat pernyataan maaf p;lus di atas materai, dianggap sudah selesai masalahnya
- samksi hukum bisa ditambahi denda 5-50M [tergantung tingkat kerusakan yang dibuat oleh HOAX yang mereka sebar] plus tetap hukuman penjara lebih dimaksimalkan = 10 tahun [bisa dilihat juga dari pembuat  HOAX/HATE SPEECH itu publik figure sebagai politikus; ulama; pejabat/guru/dosen khusus untuk seperti mereka maksimalkan hukuman penjaranya


....udaaaaaaaaaaah........udaaaah....

Tony Gede:
Muantep tenan sob...

Pakdhe banyak pe-er nih....

Parto Suparto:
Juosh gandos.......kalau terealisasi

Alexander David  ツ:
Soal penyelesaian kasus HAM masa lalu itu jangan terlalu diharap sob... itu mirip2 seperti anak2 yg mau bercita2 jadi presiden, boleh aja tapi harus sadar itu tdk semudah bicara. Lebih baik kita belajar memaafkan sejarah, hal2 yg tidak bisa dihakimi di dunia tokh akan dihakimi di akhirat.

Hukum di dunia itu tidak bisa berdasarkan praduga, harus ada bukti. Tanya sama polisi : Mengungkap kasus2 yg aktual, bukti2 masih ada dan saksi2nya masih hidup saja suuussssahhhh... Bagaimana dgn kasus2 masa lalu yg saksinya sudah banyak mati, bukti2nya sudah lenyap entah kemana...

Tony Gede:
Setidaknya, minimal ada klarifikasi sejarah.

Jadi siapa yg salah dan siapa yg benar itu jelas.

Ada pelurusan sejarah, agar kita bisa mewariskan cerita yg benar ttg negeri kita ke generasi2 penerus kita.

Roedy Siswanto:
Bung Tony , apa yg anda tuliskan adalah Hal Hal nyata yg memang perlu dilakukan . Saya sih membayangkan betapa menumpuknya perbaikan yg harus dilakukan Pak Jokowi . Analogi saja bung , sebuah perusahaan yg dirusak oleh CEO nya dalam setahun , untuk memperbaiki sehingga kembali pada kondisi yg sama sebelum rusak butuh minimal 3 tahun . Lha ini negara dan selama puluhan tahun menjadi seperti negara Mafia maka menjadi tidak fair kalau Kita berharap Pak Jokowi bisa menyelesaikan dlm 2 periode . Tapi Kita lihat upaya yg dilakukan Pak Jokowi nanti

Tony Gede:
Memang saya jg tidak berharap semua hal bisa rampung begitu saja.

Tpi saya jg melihat bahwa hal2 yg saya daftarkan itu adalah hal2 yg perlu diperbaiki dari pemerintahan Jokowi.

Mudah2an mulai ada perhatian utk masalah2 tsb di atas.

Roedy Siswanto:
Amiin , semoga bung . Saya yakin Pak Jokowi juga ingin meningkatkan Legacy .

Ricky Vinando:
https://seword.com/umum/ini-logika-hukum-tambahan-yang-makin-membuat-eggi-sudjana-tak-berkutik-7BuT9xdQ0

Tony Gede:
Kawan2, monggo dibaca jg artikel bung Ricky ini.

Analisa hukum yang tajam soal dakwaan makar thdp Eggi Sudjana. 

Dijamin kalau tim penuntut adopsi jg argumen bung Ricky ini, Eggi bakal sulit lolos.

Dijamin keren? ??? ??? ?????

doodleramen:
Nah kebetulan ada ahli hukum di sini. sob, gimana analisanya tentang kemungkinan Ahok  mendapatkan rehabilitasi atau amnesti dari presiden dengan persetujuan MA. Apakah Ahok memenuhi syarat dari sisi hukum?

Parto Suparto:
Harapan (yg diutarakan penulis) mayoritas  warga NKRI begitu adanya.
Ketegasan pakde pada periode II nanti adalah pondasi keberlangsungan NKRI dalam jangka panjang. Kalau aktifitas intoleran, arabisasi, bisnis rente, jualan ayat, KKN dihancurkan sehancur-hancurnya maka mereka butuh waktu 20 tahun untuk seperti sekarang ini. Tidak mudah menghancurkan pondasi yg sudah dibangun mereka karena sudah mengakar dalam, juga harus dicabut sampai ujungnya agar tidak mudah bertunas lagi.
Saya kira kita sepakat tidak mungkin dengan cara persuasif, harus dengan cara ekstrim. Waktu pakde mepet, tidak mungkin dikerjakan manual lagi, alat berat opsinya mencabut/membongkar pondasi doktrin haram jadah itu. Tidak mungkin diselesaikan pakde dengan waktu mepet tapi paling tidak pondasi yang kokoh bisa dan penerusnya tinggal membangun dengan tenang dan nyaman. Sorban daster kaleng rombeng sudah ditanam dalam-dalam.
Lulusan ponpes Aswaja mohon diberdayakan pakde, budaya Nusantara yg adiluhung lebih mulya daripada budaya unta ngacengan. Tapi paling kencang teriak budaya asing haram, ahlinya maling teriak maling.

Tony Gede:
Kelamaan kalau pakai cara persuasif.

Benih sudah ditanam dlm bentuk UU Ormas.

Tim Hukum jg udh dibentuk Wiranto.

Tinggal eksekusinya aja ntr? ??? ??? ?????

hoetomo:
Juga kembalikan uang2 hasil korupsi orang2 orde baru dan yayasan.
Kalau mereka masih banyak uangnya hanya bisa untuk bikin kacau.

Tony Gede:
Betul.  Adili mereka atas korupsi2 mereka, miskinkan, dan uangnya suruh kembalikan ke negara.

Sandi Wagabener:
Kalau saya sih om Tony berharap Pakde melakukan ini.

1. Pengusutan pelanggaran HAM masa lalu (terutama tahun 1965-1966 dan 1998 + kasus Munir tahun 2004)
2. Pencabutan Perpres Nomor 51 Tahun 2014 tentang Reklamasi Teluk Benoa
3. Pembubaran ormas radikal serta pemberantasan pemuka agama yang ceramahnya memprovokasi
4. Pembubaran PSSI dan pembentukan federasi sepakbola baru.

Kalau Pakde berani melakukan itu semua, wah itu baru tanpa beban. Hehehehe.

Tony Gede:
Cakeep....

Poin 1 dan 3 sudah masuk dalam perbaikan mengenai masalah hukum.  Tpi thanks for the detail.

Soal nomor 4, mudah2an ada perbaikan. Biar tim bola kira makin keren? ??? ??? ?????

Indri Giber:
Saya setuju dgn point memilih kabinet yg benar. Contohnya menteri perindustrian yg gagal memajukan industri (padahal JKW kalang kabut membangun infrastruktur, sampai2 dilabeli tukang utang), menteri pendidikan yg gak punya gebrakan (sampai hari ini tidak ada standarisasi kualitas pesantren, PAUD, dan sertifikasi penceramah), menteri BKPM yg IMHO tidak berhasil menarik investor, menteri BUMN yg grusa grusu memberi karpet merah investor RRC, Menaker yg tidak punya gebrakan (produktivitas tenaga kerja kita sgt jauh dibanding negara2 sekelas). The list goes on....

Tony Gede:
Yak tulll...

Sama kyk perusahaan, klo mau perusahaan maju, CEO hrus milih manajer2 yg berkualitas.

Jgn cuma dipilih krn teman, keluarga, atau kerabat.

Love NKRI:
Kloning yg byk org2 spt AHOK

Tony Gede:
Cakep.

Pembangunan SDM, perbanyak lagi kader2 yg bagus seperti Ahok.

Kita perlu lebih banyak lgi org sperti beliau agar Indonesia makin maju.

Berantas mentalitas gelandangan2 politik, mentalitas pemalas, mau enak, atau mental koruptor.

Indriawan Sutanto:
Yang jelas Pak Jokowi 2 periode yang pergi umroh terlama bakal ga pulang pulang nih pasti takut dia berani cuma koar koar saja tapi takut pulang

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Kalau Tanpa Beban Beranikah Jokowi Lakukan Halhal Ini yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/kalau-tanpa-beban-beranikah-jokowi-lakukan-halhal-ini-qrg5WGqEv

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: