You Now Here »

Viralkan Orang Ini Ancam Penggal Kepala Jokowi  (Read 58 times - 70 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 17,523
  • Poin: 17.599
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Viralkan Orang Ini Ancam Penggal Kepala Jokowi
« on: May 11, 2019, 12:11:01 PM »




Toni Chua:
yup, gak peduli khilaf, mao nangis2 ato apa. pokoknya tetap tangkap. demokrasi bebas berbicara. tapi kl mengancam membunuh kepala negara itu sudah TIDAK MAIN MAIN

Sandy Andreanus:
Demokrasi artinya bebas berpendapat bukan bebas mengancam sana sini. Saya setuju kalo ada yang bilang demokrasi di indo ini kebablasan..

TMP2:
Sy kasih waktu 2x24 jam, mulai skrng....

Amir H:
kampret ini diciduk segera hari ini, Pak Polisi. Sudah keterlaluan mengancam nyawa.

Rosita:
Wow, berani ya? Tancap gas POLRI!!

Adiva Afsheen Hidayat:
waaaahhh bisa mencret tuh org, malah kepenggal seumur hidupnya itu org !!, cocotnya, otaknya, sama pantatnya engga punya jarak….

Alexander David  ツ:
Kata teman kita @Xenakis2 "udaaaah.....udaaaah..." Cukup 1, 2, atau 3 laporan aja, jangan buat gerakan gruduk polsek / polres, kasihanilah petugasnya harus ngetik jutaan laporan. Cukup viralkan saja... Please stop jangan lapor lagi yak... Udaaaah..... udaaaah....  ????

Alexander David  ツ:
Lebih baik kita coba lihat2 susunan kabinet "Zeken" baru yg aku dapat pagi ini. Coba mohon info, koment dan tanggapan dari mas Alif, para penulis dan teman2:

MENTERI KOORDINATOR
1. Menteri Koordinator Bidang Polhukam : Jend. TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan
2. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Dr. Sri Mulyani
3. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Dr. A. Muhaimin Iskandar
4. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumberdaya Alam: Jend. TNI (Purn) Moeldoko

MENTERI

1. Menteri Sekretaris Negara: Prof. Dr. Widodo Eka Cahya.


2. Menteri Perencanaan Pembangunan Negara/Kepala Bappenas: Prof. Dr. Hendrawan Supratiknyo.


3. Menteri Dalam Negeri: Dr. Pramono Anung Wibowo


4. Menteri Luar Negeri: Dr. Retno Lestari Priansari Marsudi


5. Menteri Pertahanan: Jend. TNI (Purn) T. B. Hasanudin


6. Menteri Hukum dan HAM: Prof. Dr. Mahfud MD, SU.


7. Menteri Komunikasi dan Informatika: Dr. Rudiantara


8. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Prof. Dr. Pratikno


9. Menteri Keuangan: Prof. Dr. Mardiasmo


10. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN): Ignatius Jonan


11. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah: H. Nusron Wahid, SE, ME


12. Menteri Perindustrian: Dr. Eric Tohir


13. Menteri Perdagangan: Haryadi Sukamdani


14. Menteri Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan: Surya Paloh


15. Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi: H. Syaifullah Yusuf.


16. Menteri PU dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadi Muljono


17. Menteri Lingkungan Hidup: Susi Pujiastuti


18. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN: Airlangga Hartanto


19. Menteri Agama: Prof. Dr. Mahasin. MA


20. Menteri Kesehatan: Ilham Oetama Marsis


21. Menteri Sosial: Mayor (Purn) Agus Harimurti Yudhoyono


22. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Grace Natalie


23. Menteri Pendidikan Nasional: Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si


24. Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi: Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi


25. Menteri Pemuda dan Olahraga: Agus Gumiwang Kartasasmita


26. Menteri Kebudayaan Nusantara: Dr. Hilmar Farid


27. Menteri Perhubungan :Dr. Bambang S. Brojonegoro


28. Menteri Kelautan dan Perikanan: Dr. Budi Karya Sumadi


29. Menteri Pariwisata: Maydin RH Sitanggang (Tentative)


30. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Dr. Arif Budimanta








PEJABAT SETINGKAT MENTERI


1. Jaksa Agung: Tumpak Panggabean


2. Panglima Tentara Nasional Indonesia: Andika Perkasa


3. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia: Tito Karnavian


4. Sekretaris Kabinet: Johan Budi SP








KEPALA LEMBAGA PEMERINTAH NON KEMENTERIAN








1. Kepala Badan Intelijen Negara : Budi Gunawan


2. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal: Sandiaga Uno


3. Kepala Badan Ekonomi Kreatif: Irfan Asy’ari Sudirman


Sepertinya cukup baguskah ???

Sandy Andreanus:
Lho ada sandiaga uno..

Fsasosi:
Kampret ini banyakan bacot & kebanyakan ngocoq.....

Edwin Hendra Kusuma:
Bagusnya orang ini segera disuntik konsentrat sari tempe bongkrek...

Todi Pither:
Harus segar diciduk ini orang. Sudah kebablasan. Apapun alasannya nanti, urusan belakangan. Biar tahu rasa bahwa bebas itu bukan sok jagoan.

Review Suplemen Asli:
Ga pake lama kena ini sih, yakin ai. ahaha

Gus Agus:
Wah... Mudah-mudah polisi cepat menangkap, kalau ga bisa gawat ini manusia.

Soetami Koestomo:
Ucapan-ucapan dari oknum yang “bumi datar” dan tampak kurang berpendidikan seperti ini, agaknya berasal dari hasratnya yang  membara untuk menjadi terkenal dan “dihargai” oleh sesamanya, para
radikal yang picik --- dengan cara apapun. Biar harus dibayar dengan hukuman penjara lama atau nyawa, asal tenar sesaat ---rupanya itu motivasinya.
Namun, semua orang yang nyata  adalah  pengacau yang mengancam nyawa Presiden kita Joko Widodo, dan yang jelas sekali menghendaki makar,  harus segera ditindak, dan mendapat hukuman yang berat. Hukum di negara ini tidak boleh dianggap sepele --- terutama oleh
mereka yang menginginkan khilafah.

Eddy Lou:
*"MEMPERJUANGKAN KEMENANGAN PRABOWO ITU HANYA KEDOK, MEREKA SEMUA TAHU PRABOWO SUDAH KALAH..!!!"*

"BPN SEDANG DITUNGGANGI GNPF,  FPI DAN EKS HTI..."

Membaca gelagat pemaksaan sepihak yang berlebihan dan konyol, tampaknya Prabowo memang telah berada di bawah pengaruh lingkaran ormas radikal. Ormas-ormas yang selama ini eksistensinya nyaris tiada, kini mengupayakan nasibnya habis-habisan dengan memanfaatkan Prabowo.

Kondisi psikologis mereka sudah berada pada titik nadir, dengan mentalitas *zero sum game*. “Kami harus tetap eksis, atau kita semua mati bersama-sama”. Kira-kira seperti itu.

Saya menduga, yang mereka incar adalah bentrokan horizontal. Dengan memanfaatkan momentum politik, dan terutama, Prabowo. Soal “memperjuangkan” kemenangan Prabowo, itu cuma kedok. Mereka sendiri tahu Prabowo kalah. Tetapi mereka perlu figur, yang bisa dikompori dan dipakai sebagai maskot.

Saya juga curiga, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo kini telah disabotase. Sekarang yang berbicara dan berdiri mengatasnamakan BPN adalah orang-orang dari kelompok GNPF. Maka dari itu, saya tidak ingin terkecoh lewat jubir-jubir yang mengatasnamakan BPN, tetapi ternyata berlatar belakang dari kelompok seperti FPI, FUI, HTI, GNPF.

Ternyata setelah ditelusuri, orang-orang yang mengatasnamakan BPN itu adalah orang yang itu-itu lagi. Orang-orang yang dahulu teriak melawan pemerintah karena ormasnya terindikasi radikal dan anarkis. Substansinya sama, hanya bajunya saja yang kini berbeda. Dan baju baru itu bernama BPN Prabowo.

*"Melarang Upaya Pertemuan Kedua Kubu"*

Yusuf Martak sebagai salah satu anggota BPN berlatar belakang GNPF menolak upaya pertemuan antar kubu 01 dan 02. Saya khawatir, kelompok ini secara sengaja berusaha mengisolir Prabowo, sambil terus mengompori delusinya. Selain karena halusinasi kejiwaan Prabowo sudah terlalu akut, kelompok ini sepertinya enggan kehilangan satu-satunya bidak terakhir dari upaya eksistensi mereka.

Saya menebak, mereka sedang berupaya meningkatkan eskalasi dari polarisasi publik pasca pemilu. Dimulai dari atas, hingga kepada akar rumput. Tujuan yang mereka sasar, sekali lagi adalah, benturan horizontal.

Sekali lagi, pandainya mereka adalah tidak maju dengan “baju” mereka yang lama (yaitu label ormas mereka), melainkan lewat “baju” baru BPN, dan terutama, Prabowo. Sebab di akar rumput lebih banyak simpatisan Prabowo ketimbang simpatisan FPI, atau HTI, atau FUI, dan seterusnya.

Jikalau kedua kubu sampai bertemu dan menurunkan tensi ketegangan, niscaya jalan terakhir mereka untuk menaikan posisi tawar menjadi sirna. Kembali kepada *zero sum game* tadi, skenario terbaik mereka adalah pemerintah/kubu pemenang pemilu mengalah dan meneken *deal* yang menguntungkan keberadaan kelompok ini.

Sedangkan untuk skenario terburuk, mereka sendiri akan tersingkir dari kubu 02. Bila skenario ini terjadi kepada mereka yang telah putus asa, sepertinya "lebih baik buat hancur saja sekalian" menjadi opsi yang mungkin diambil.

Tapi untuk kondisi paling putus asa ini sekalipun, mereka tetap memiliki kesulitan utama; logistik. Mereka akan setengah mati mencari penyandang dana yang berani, sanggup dan rela untuk mendanai aksi “bunuh diri” mereka dalam skala masif.

Dari sudut pandang inilah saya menarik kesimpulan, tidak heran bila mereka mati-matian menempel Prabowo. Mereka tidak akan pernah sedetikpun membiarkan Prabowo lepas dari kontrol mereka. Dan BPN adalah wadah yang strategis untuk menyetir Prabowo. Sebab anggota BPN memiliki akses langsung kepada sang bidak. Pertimbangan-pertimbangan BPN akan cukup banyak memengaruhi keputusan, sikap, dan bahkan, kejiwaan Prabowo.

*"BPN Prabowo Disabotase?"*

Akhir kata dari saya bagi para pembaca. Sebagai masyarakat akar rumput, kini kita mulai bisa melihat dengan lebih jernih. Ini bukan lagi soal perselisihan antara kubu 01 dengan 02. Bukan lagi soal perbedaan pilihan politik. Fenomena kisruh yang sekarang sedang terjadi ini adalah karena kelompok radikal anarkis lama yang sedang memakai baju baru. Kebetulan, bidaknya juga ambisius, emosional dan delusional.

Delusi Prabowo menjadi pertaruhan terakhir kelompok radikal ini. Saya jamin, mereka tidak akan pernah melepas Prabowo. Untungnya pula bagi mereka, *inner circle* Prabowo yang dari dulu juga ikut membesarkan halusinasi beliau kini sudah tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka sudah berada pada titik di mana mereka tidak bisa kembali lagi. Tak ada lagi jalan berputar.

Saya yakin orang-orang dekat Prabowo kini hanya tinggal mempunyai dua opsi. Ikut terjun bermain, atau menyingkir diam-diam. Sebab kemudi kini tak dipegang lagi oleh mereka. Melainkan oleh kelompok-kelompok yang tadinya tak pernah mereka sangka.

Awalnya mereka mengira bahwa kelompok tersebut hanyalah tunggangan mereka. Kini, yang terjadi malah sebaliknya. Merekalah yang balik ditunggangi oleh "tunggangan" mereka sendiri. Naas.

Kan dulu sudah dibilang, jangan bermain dengan api Pak. Kelompok radikal itu bukan anak yang jinak.

Nassar:
Ancaman membunuh kepala negara  gak bisa dianggap becandaan. Sama aja kaya nyebut kata "bom" di pesawat. It's not a joke..it is a treason!! Pengkhianatan terhadap NKRI!

harus ditangkap & diberi pasal pengkhianatan negara kalau ada untuk dihukum maksimal

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Viralkan Orang Ini Ancam Penggal Kepala Jokowi yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/viralkan-orang-ini-ancam-penggal-kepala-jokowi-4z8yR9eh5

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: