You Now Here »

Oposisi Yang Waras Dan Berkelas Mungkinkah  (Read 56 times - 81 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 17,523
  • Poin: 17.599
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Oposisi Yang Waras Dan Berkelas Mungkinkah
« on: May 11, 2019, 11:10:55 PM »




doodleramen:
Saya kira perpolitikan kita juga dipengaruhi kultur kita sendiri. Sebagian besar masyarakatnya masih kebingungan membedakan mana isu yg krusial dan mana isu yg seharusnya masuk kolom gosip. Lihat saja pemberitaan soal Setan Gundul yg heboh ini, bagaimana pemberitaannya. Kok malah setan gundul itu yg disorot dan jadi bintangnya? Yg bener aja? Di luar negri kebanyakan isu politik adalah soal alokasi budget pemerintah dan perpajakan. Sedangkan di Indonesia, isunya didominasi oleh ego para politisi dan sentilan-sentilan ke kubu lawan yg tidak berisi seperti pop sugar. Seperti ejekan antar anak-anak SD...


Menurut saya media juga ikut berpengaruh. Seperti Setan Gundul ini yg diberitakan secara masif oleh salah satu media. Media seperti Kompas agak konservatif dan tidak terlalu ambil pusing dengan isu setan gundul ini - sesuatu yg bagus. Tapi saya rasa masih ada yg kurang. Sangat sedikit sekali tampilan artikel2 yg ditulis oleh pengamat politik atau ekonomi berkelas. Kalau di luar negri misalnya pemerintah/oposisi yg menawarkan sebuah fiscal policy yg baru, maka tidak lama pasti keluar analisa dari para jurnalis yg ahli di bidangnya. Mereka akan menguliti policy itu dan membeberkan apa keuntungan dan kerugian dari policy itu dan siapa saja yg paling diuntungkan atau dirugikan, misalnya high-income earner atau middle-income earner.

Tony Gede:
Anda betul, bung Doodleramen.

Makanya saya juga berharap

Saya memang melihat ada kecenderungan beberapa tokoh yang ahli yang memberikan komentar serius.

Misalnya ada pakar dalam bidang pertanian yg mengkritik Jokowi dan Prabowo yang sama2 salah sasaran kalau berusaha membidik swasembada pangan, sebaliknya daripada ketahanan pangan.

Ada juga Faisal Basri, yang walaupun mendukung Jokowi, namun juga berani mengkritik masih kurangnya pembangunan di bidang transportasi laut, dsb.

Saya berharap kalau oposisi bisa menghadirkan kritik2 cerdas membangun seperti ini.

Bukannya bikin isu2 pop sugar alias isu2 receh.

Donny Rahardian:
setuju, disaat ada pembahasan secara objektif dan spesifik biasanya sepi peminat, masyrakat kita mind set nya masih fairy tale.

Indri Giber:
Ini saya setuju. Biasanya artikel yg 'berat' kurang readership-nya. Makanya kadang2 media seperti kompas dan detik masih menyisipkan berita2 superficial yg kadang 'ajaib' (who cares si anu doyan ngopi? dll) yg bikin kita facepalm.

Donny Rahardian:
Oposisi yg gaduh di media niat nya hanya menjelek2 kan pemerintah bukan mengkoreksi, karena tidak satu pun program pemerintah tanpa persetujuan DPR.

Kalau niat oposisi mengkoreksi pemerintah seharusnya mereka debat di rapat komisi dan rapat paripurna DPR.

Kan lucu program sdh dilaksanakan mereka ribut di media, waktu pembahasan di DPR mereka kemana ? pimpinan DPR juga kan mereka semua.

Chandra von Caledor:
Kalau oposisinya kek Grace Natalie/Adian napitulu cs bisa berkelas

Yg penting selama sama" ingin membangun bangsa aja pasti bs jdi oposisi yg disukai juga. Jgn kek songong cs yg pingin berkuasa dh di ubun ubun

Harusny yg tua" n senior kek gengny probobo CS bljr dri politisi muda kita gimana caranya jadi oposisi yang smart n elegan. Gak kek 5 tahun lalu.... (paling krn dah abis kali masany makany pada gitu berjamaah)

hoetomo:
Ini masalahnya yang tua2 dan tua2 banget tidak mendidik yang muda2.mereka tidak merasa kalau ilmunya sudah kadaluarsa....Paling parah si amien R.

Tony Gede:
Kalau kita perhatikan, di masa pemerintahan SBY, Gerindra pun sebenarnya oposisi.

Tapi saya nggak ingat kalau mereka berisik di jaman itu.

Ini sebenarnya hanya soal niat, bisa atau enggak.  Karena dalam politik, nggak ada kawan atau lawan abadi.  Adanya kepentingan abadi.

Nah, di periode 2 ini, Jokowi kan sudah bukan calon saingan Prabowo lagi.  Jadi sudah nggak ada gunanya lagi Prabowo mau menyerang Jokowi.

Lebih baik dia fokus memantapkan posisinya di mata masyarakat.

Kalau kemaren2 mungkin dia memuaskan penggemarnya dengan terus menyerang Jokowi, sekarang dia mendingan menarik simpati swing voter atau new voter dengan cara2 yg lebih elegan dan waras.  Mendapatkan posisi sebagai koalisi yang terhormat.

Chandra von Caledor:
Soal demokrat n gerindra damai mgkn ad deal politik di blkg apalagi rezim pak beye kn kelompok urinae dromedarius tmbuh sbur. Mgkn ini yg bakal jdi senjata utama Gerindra Demokrat klo seandainya PDI-P ngajuin calon presiden sendiri.

MHO yah mungkin susah klo gerindra mw mencalonkan nyapres 5 thn lgi

Sapa mw dikaderin pertama, klo probobo kuat ngga dia nanganin lg 5 tahun, klo non probobo sapa mw diorbitkan sebagai capresnya

Terus juga gimana mw perbaiki reputasi partai mereka yg udh berantakan krn.... tahu lah, feasible option plg pecat yg bermasalah n fully regen (tp ini jg bisa bahaya klo ampe perang sipil gerindra)

Ricky Vinando:
Sy ikuti trus tulisan bung Tony

Ricky Vinando:
Mantap

Tony Gede:
Thanks.  Saya jg sudah baca tulisan bung Ricky tentang dalil di pasal 104 KUHP yang bisa menjerat si idiot yang mengancam mau memenggal kepala Presiden.  Sangat informatif.  Dan si idiot itu pasti gemetar kalau tahu sangsi hukum yang menanti...

Ricky Vinando:
Ya itulah bung..selama ini byk salah pasal...ujaran kbncian dipake buat laporin yg ngancam bunuh Jokowi waktu itu...ga teliti dan ga jeli..asal lapor makanya bisa lepas ga diproses

Ricky Vinando:
https://seword.com/umum/polri-jangan-ragu-tangkap-dan-jadikan-tersangka-pasal-104-kuhpidana-ini-penjelasan-hukumnya-zybtoVbbG

Chandra von Caledor:
IMHO jangan ngiklan, agak" ngeganggu bung

Kalau artikel detail n berkelas pasti ditaruh di editor choice

Tony Gede:
Biar aja.  Dulu juga saya kadang2 ngiklan artikel saya di artikel dia... heheheh....

Indri Giber:
Setuju!
Oposisi itu sangat penting buat check & balance supaya tidak ada abuse of power.
Sampai saat ini belum ada mekanisme untuk menghukum tindakan oposisi yg counter- produktive (dan tidak elegant), karena keterbatasan kedewasaan berdemokrasi masyarakat umum kita.

yuviandi purbodewanto:
" ... kubu oposisi bisa tampil waras, tidak rusuh dan brutal seperti tahun 2014-2019." Mimpi bung Tony, bila org2 oposisi nanti sama spt sekarang, alih2 mrk tampil waras n profesional mrk tampil mjd 'kampret super', lebih parah lagi krn luka kalah rugi besar di 2019 ini. Oposisi tampil baik bila person2nya kek PSI, nggak asal njeplak, pernyataannya cerdas profesional, terukur, berdasar realita. Tapi walau PSI nggak di oposisi, kek nya mrk tetep berani bersuara keras.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Oposisi Yang Waras Dan Berkelas Mungkinkah yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/oposisi-yang-waras-dan-berkelas-mungkinkah-9Y30EHqmA

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: