You Now Here »

Genting Rombak Kemendikbud Dan Kemenristekdikti 5 Tahun Ke Depan  (Read 86 times - 96 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 18,551
  • Poin: 18.627
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Alexander David  ツ:
Aku tambahkan sedikit sob Hendro... Ketika kita mengatakan ucapan (pe***al - gak tega beneran aku tulisnya) seperti itu kepada siapapun, apalagi kepada presiden. Itu artinya:
1. Ada yg salah dengan akhlak / moral dia. Sedangkan akhlak / moral itu dibentuk melalui pendidikan (bukan cuma pengajaran / teori saja) agama. Seorang bisa saja tidak sekolah, tapi kalau punya akhlak, dia tidak akan melakukan yg diposting Solatun yg Dosen Pascasarjana UNPAD itu.
 
(click to show)

2. Ada yg salah dengan Etiket / sopan santun di masyarakat kita. Kita tampaknya akhir2 ini mulai meninggalkan budaya ketimuran yg sopan dan ramah. Aku juga gak paham apa sebabnya... apakah karena sekarang banyak orang tua yg dua2nya sibuk bekerja, atau kenapa... entahlah. Tapi coba saja survey... datanglah ke suatu SD, bagikan tiap anak (misalnya) permen, lalu hitung berapa anak yg mengucapkan terima kasih. Aku bertaruh, 80-90% akan mengambil tanpa ucapkan terima kasih.
3. Ada yg salah juga dengan pendidikan kita... Mungkin kita terlalu fokus pada teori, melupakan praktek ? Kita melupakan pancasila ? Terima kasih artikelnya. Nanti kalau sempat aku edit lagi... sudah dipanggil, mau pergi dulu weekend sob :)

Ini ada kata2 yg bagus sekali...
 
(click to show)


Brian:
Moral itu ya dibentuk dengan pendidikan moralitas sejak kecil, bukan dengan pendidikan agama.

Bahwa ada porsi moralitas dalam agama itu memang benar adanya. Namun tetap yang namanya moral itu diperoleh dengan pendidikan moralitas.

Peace om

Brian:
Menurut saya ada beberapa hal yg perlu dilakukan:

1. Pilih Mendiknas dan Menristekdikti yang nasionalis, tegas dan berani bertindak. Mohon maaf, menteri yang sekarang bertugas sangat terasa kurang greget menurut saya. Terutama Mendiknas, yang cenderung tidak (mau) mengakui masalah dan malah meremehkannya.

2. Masukkan materi2 moralitas universal, critical thinking, mindfulness dan nasionalisme dalam kurikulum pendidikan nasional mulai dari tingkat paling dasar sampai paling tinggi. Empat hal ini menurut saya adalah hal yg teramat penting namun tidak dimiliki oleh masyarakat kebanyakan.

3. Pindahkan agama dari ranah publik menjadi ranah privat masing-masing individu. Agama adalah pilihan personal masing-masing individu, selama tidak ada niatan untuk makar atau menundukkan individu lain yang tidak sepakat. Nilai Ketuhanan dan moralitas universal harus diutamakan dalam kehidupan sehari-hari.

Rebecca Ang:
Beberapa sekolah berada di bawah Kementeian Agama, ini yang menyulitkan, karena agama bisa mengeluarkan doktrin yang sulit disentuh Kemenristek dikti dan kemendikbud. PR untuk Kabinet Pak Jokowi.

Brian:
Sudah saatnya pendidikan agama dipindah menjadi ranah yg benar-benar privat.

Terapkan pendidikan moralitas universal sebagai bagian dari pendidikan publik. Biar agama menjadi ranah privat masing2 individu, selama tidak ada niatan untuk makar atau mengganti dasar negara.

Rebecca Ang:
Atau... Bagaimana jika pendidikan agama dipisahkan dari pendidikan formal? Tapi tetap diwajibkan, disarankan, dan dikerjakan bersama lembaga-lembaga keagamaan seluruh Indonesia, karena dari sanalah kita bisa memiliki ruang dan waktu untuk mendidik karakter anak-anak masa depan bangsa.

rohan 212:
Saya berharap agar NU rela berkorban menjadi bumper Pak Jokowi untuk membuldozer ajaran ajaran radikalis Islam. Karena tanpa ada yg menjadi bumper semacam itu, Pak Jokowi sangat rentan dituduh sebagai pembenci Islam. Maklum masih banyak umat Islam yang otaknya dibiarkan kadaluwarsa tanpa pernah digunakan....(Bersyukur ada organisasi macam NU di negara kita, kalau Muhammadiyah, saya pribadi sudah tidak terlalu banyak berharap, karena mereka sekarang sudah seiring sejalan dengan organisasi organisasi radikalis Islam macam HTI, FPI, PA 212, dll).

Oey Yung:
Bkn cm sekolah ato perguruan tinggi..keluarga tuh yg plg utama..dmn mak bpknye?kgk diajarin apa ya?sorry ye pendidikan pertama itu dr keluarga..kl dsrnye aje dr keluarga udh hancur ya susahlah

Supri Yatin:
Setuju banget om? ??? ????

Prisca:
Artikel yg sangat bagus, memang benar ada yg salah dg sistem pendidikan kita, hrs segera di tombak total

Asgun:
Setuju mas

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Genting Rombak Kemendikbud Dan Kemenristekdikti 5 Tahun Ke Depan yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/pendidikan/genting-rombak-kemendikbud-dan-kemenristekdikti-5-tahun-ke-depan-nlfPk2s6s

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: