You Now Here »

Hentikan Polemik Visum Wafatnya Petugas Kpps Berempatilah Pada Keluarga  (Read 65 times - 105 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 17,679
  • Poin: 17.755
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Alexander David  ツ:
Setuju... harusnya karena ini sudah diambil alih pemerintah (via depkes), kubu 02 tidak perlu mencari2 alasan lagi karena sudah ada lembaga yg jauh lebih kredibel menanganinya.



Selain itu, menurutku evaluasi yg dibutuhkan untuk pemilu 2024 itu bukan visum, tapi sekedar penyebab kematian. Itu 2 hal yg berbeda, andai ada banyak kulit pisang di lantai lalu seseorang terpeleset lalu kepalanya terbentur yg mengakibatkan kematian. Kita cuma butuh "banyak pisang di lantai membuat orang terpeleset", kita  tidak butuh keteranganvisum "terjadi perdarahan pada pembuluh darah otak akibat benturan benda tumpul yg mengakibatkan kematian."

Dian:
Biasa sob, klo gak rame kyknya bkn kampret. Buat penulis maksih sharing pengalamnnya, semoga bisa jadi bahan pertimbangan buat org2 yg akal sehatnya tgl sekian persen utk bikin hoax yg baru.

Chandra von Caledor:
Terima kasih atas sharing pengalamannya mas. Semoga anda tetap sehat sentosa dan gigih menjalani tugas sebagai pegawai KPPS. Mereka - Mereka inilah unsung heroes di 2019.

ismet belgawan:
Kematian atau gugurnya petugas pemilu adalah kematian natural. Secara demografis, angka kematian petugas KPPS adalah nyaris sama dengan angka kematian nasional, yaitu 0.002% (kematian petugas KPPS dari sekitar 8 juta orang) berbanding 0.0018% (kematian nasional dari sekitar 250 juta orang) per hari (asumsi lama bekerja petugas KPPS adalah 3 hari). Jadi, kematian petugas pemilu adalah kematian natural yang mungkin sedikit dipercepat oleh kelelahan bekerja keras (karoshi). Dapat juga disebut kematian natural karena terjadi secara tersebar di seantero Indonesia; bukan di satu titik. Orang-orang yang menggoreng kematian/gugurnya petugas pemilu sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) sedang membuat fitnah!

JOSR:
sorry to say jumlah petugas kpps yg meninggal sampai tanggal 10 mei = 23 hari adalah 469 orang dr total 7.385.500 orang, persentasinya bukan 0.002% melainkan 0.00027% hampir 10 kali lebih kecil dr rata2 nasional. Jadi seharusnya bukan dihitung dgn asumsi lama kerja KPPS melainkan durasi waktu dr kematian orang pertama sampai dgn kematian orang terakhir. Mungkin besok2 masih bertambah lagi.

ismet belgawan:
Setuju! Argumen statistik-demografis ini juga harus diangkat untuk meng-counter gorengan kubu 02. Argumen ini saya kira sejauh ini tidak pernah disampaikan, baik oleh KPU maupun BAWASLU (sebaiknya oleh pihak lain, sih. Kalau oleh pihak KPU atau BAWASLU terkesan membela diri). Sebagai perbandingan, yang meninggal dari naik haji adalah sekitar 260 orang dari lebih dari 200.000 jemaah. Ini tidak diributkan dan dianggap sebagai wajar.

Sita W:
Setiap pasien yang dirawat tentu sudah ada diagnosis penyakit dari dokter yang merawat, dan apabila pasien tersebut meninggal dunia, dokter yang merawat pula yang mengetahui sebab kematiannya. Sejak awal perawatan keluarga pasienpun pasti sudah mendapat keterangan dari dokternya apa masalah yang dialami sang pasien, apa rencana tindakan yang akan diberikan dan bagaimana perkiraan kesembuhannya. Semua itu satu rangkaian proses penanganan medis pada orang sakit, sehingga menjadi aneh bin ajaib ketika ada orang luar yang memberi tuduhan keji bahwa para petugas yang berpulang karena diracun. Beli racunnya di mana? Kapan? Bagaimana cara memberinya? Semudah itukah?? Ya mudah...kalo liat di sinetron!! Sebenernya kalian itu lebih cerdas kalo nuduhnya disantet, jadi gak pernah bisa dibuktikan secara ilmiah!

Jesse Sihombing:
RIP, utk pahlawan demokrasi, kiranya keluarga yg ditinggal tabah dan kuat serta mendapat penghiburan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Adwi Arifin:
coblosan bukannya tgl 17 april ya sob?
di artikel tertulis konstan tgl 19 april terus.

Neil:
Para kampret ini sudah diracuni pikirannya oleh Setan Gundul Pacucul...

Amien Qoplock:
berkaca dari KPD JATENG DPT hampir 15 jutaan,  Daerah lain gak ada yg sebanding kecuali Jatim. tp kenapa jmlh anggota KPPS yg meninggal di Jateng gak sebanyak Jabar??? yang "notabenya pro 02" ???


(click to show)


terus yang jadi pertanyaan ada apakah gerangan disebaliknya???

Agus Winarto:
Hahaha....ntar ada atap plafon gd kpps, kpu berlobang ada tikus juga dibilang curang...wkwkwk

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Hentikan Polemik Visum Wafatnya Petugas Kpps Berempatilah Pada Keluarga yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/hentikan-polemik-visum-wafatnya-petugas-kpps-berempatilah-pada-keluarga-0ccCrHTSq

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: