You Now Here »

Mempertanyakan Logika Markenun Ulama Sofis Van Yogyakarta  (Read 109 times - 111 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 19,068
  • Poin: 19.144
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Mempertanyakan Logika Markenun Ulama Sofis Van Yogyakarta
« on: May 13, 2019, 01:02:00 PM »




Octo Duma:
Cukup lama menunggu penulis Seword yang mau mengulas tuntas polah Markenun. Pada awal2 kiprahnya menjadi ulama, sy termasuk salah satu pengagumnya. Tapi makin kesini logika saya makin sulit menerima dalil2 dia dalam berkotbah. Saya rasakan juga Markenun ini sepertinya asal tampil beda dengan ulama2 yang lain. Sikapnya thdp pemerintahpun sering sinis dan cenderung mengajak umatnya utk sepemikiran dgnya.
Terimakasih pencerahannya Bung Kajitow. Tolong perbanyak ulasan tentang Markenun ini, agar dia tau di atas langit masih ada langit.

rudi sasongko:
aku sdh 6 thn yg lalu tinggalkan omongan nya... spt nya kagak dpt bnyk maanfaat... awal-awal iya sih.. ini beda.. tapi lama-lama kok ga sreg lagi di hati... mo bilang menyesatkan.. ntar ada yg salah paham.. jadi ya wis yg pas ga sreg aja..

Barkah Adi:
Mungkin aja, demi tetep populer melakukan "yang penting beda". Budayawan rasa politisi.

rudi sasongko:
yoi... klo mo populer harus tetep beda kaya Roky geleng...

Luky Thea:
"Sampai pada titik tertentu, argumen kaum sofis itu ditekuk oleh pernyataan mereka sendiri."

Kalimat nameknya "biarkanlah pembual terus membual, hingga mereka menyangkal bualannya sendiri.

Alexander David  ツ:
Satu hal yang paling saya suka dari tehnik Cak Nun, dan hal ini sama sekali belum pernah saya jumpai pada diri orang lain (siapapun! termasuk sokrates)... Dia satu2nya orang yg punya tehnik bicara begini : "Begini saudara2,... (pemirsa tertarik)... bla... bla... bla... (pemirsa garuk2 kepala)... bla... bla... bla..., (pemirsa makin penasaran)... bla... bla... bla...Silahkan anda tafsirkan sendiri."

Penutupnya itu yg super mantap Cak.... ??? ??? ??? ???

Hang Tuah:
Ulama (sang penafsir) yang mempersilahkan Anda menafsirkan sendiri.
Hmmmm. Ainun ........  Majenun.

TMP2:
minimal sdh memberikan kisi2nya...

Syafei Gunawan:
Markenum kamfrretiyyah

Edwin Hendra Kusuma:
Orang ini pernah mengajak Sugi Nur dalam salah satu acaranya, dan memberi waktu si Sugi cukup lama untuk koar-koar cuacuacocomekiki. Enough said.

rudi sasongko:
lha ya itu.. masa dia ga kasih penilaian mana yg benar mana yg salah.. klo ga salah kebenaran hanya milik alloh.. lha trus gmn...? harus nya benar tetep benar salah tetep salah.. ini malah bikin kita tersesat...

xenakis2:
khan katanya sugi nur itu "berguru/panutan" ke mareknun

jd gak heran kalo pola pikirnya jadi mirip

John Lie Kwee:
Salah satu sofist lainnya di Indonesia ini sedang mempromosikan akal sehat...... (yang tidak sehat tentunya)

Erika:
Semua pendukung wowo itu ga sadar Indonesia itu tdk sekecil kertanegara

Hang Tuah:
Jangan-jangan nanti Ibukota pindah ke Kutai Kertanegara.

rohan 212:
Kemarin kemarin saya masih sering nonton postingan ceramahnya di youtube. Tetapi mulai sekarang, entah kenapa perut ini rasanya mual setiap kali melihat mukanya. Gak tahunya ternyata kampret juga rupanya dia.....

rudi sasongko:
bukan masalah dia kampret atau codot sob... tapi memang kita ini sdh diberi sinyal naluriah utk nyaring yg negatif atau positif.. tinggal kitanya aja mau ambil pilihan yg mana... aku sih sdh 6 thn lalu tinggalkan semua acara cak nun...

.:M:.:
Apakah sedang lalakon tokoh wayang tertentu..?

si memble:
Hitung ulang ya? Trus harus nambah berapa korban lagi dari jajaran kpu?
Sy non muslim jd ga pernah dengar ceramahnya, yg sy tolak adalah ide penghitungan ulang sungguh tidak menghargai pengorbanan nyawa petugas kpu, waste of time, waste of efforts and waste of lifes.

Mbokne Ancuk:
Biasane makin tinggi ilmu seseorang..makin silent...lek sing mbakul jamu ngalor ngidul iku.......MbokneAnc........kk!!

Sam Dear:
dia tidak pernah jadi begawan di masa manapun

Hang Tuah:
Mirip Begawan Doorna.
Gurunya Para Pandawa dan Koorawa.
Tapi kalau perang milih mendukung Orde Baru eh.. Koorawa.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Mempertanyakan Logika Markenun Ulama Sofis Van Yogyakarta yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/mempertanyakan-logika-markenun-ulama-sofis-van-yogyakarta-BYWCl6lO2

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: