You Now Here »

Hendriawan Sie Sobat Masa Kecilku  (Read 81 times - 113 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 18,487
  • Poin: 18.563
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Hendriawan Sie Sobat Masa Kecilku
« on: May 13, 2019, 03:37:39 PM »




Delavian Panggabean Sidabutar:
Membaca artikel ini....pada saat sekitar belum terlalu malam,mungkin kurang lebih pukul 19.00 an, melintas dijalan Kyai Tapa kearah CitraLand(Daan Mogot), jalanan memang terlihat "kotor" ,lengang dan yang sampai kini teringat adanya sebuah truk sampah DKI melintang dijalanan persis depan pom bensin dijalur tengah dalam keadaan terbakar tanpa ada usaha dari siapapun untuk memadamkannya....sebab ketika pulang pun sengaja melewati jalan yg sama kondisi truk sampah tersebut apinya tidak juga padam.
.....dan 13 Mei nya....kerusuhan massal pun meledak dengan "bakar-bakaran"....yang dimulai (kalau ngak salah ingat) dari Cengkareng,Rawabuaya dimana "pimpinan polisi setempat" sampai tewas akibat "amuk massa".....lanjut ke jembatan lima,dimana diawali ketika pengendara sepeda motor yg kebetulan "warga keturunan" distop,dihadang massa....motornya dirampas,sang pengemudi dikeroyok massa,akan tetapi tidak menewaskan ybs.
.....melihat jelas bagaimana 1 truk "dalmas" Kepolisian di kawasan PRJ (Jl.H.Benyamin Sueb) di"stop" massa,para "dalmas" kepolisian tsb diturunkan paksa dari truk mereka.....dan diperintahkan utk bergegas berlari kearah Ancol lengkap dgn "peralatan"nya. Kebayang enggak ?????
......melihat jelas awal bagaimana "penjarahan" dimulai di Jl.Mangga Dua,....diawali "pembongkaran" "pendongkelan" paksa rolling-door Toko Ateja oleh "beberapa orang" menggunakan linggis kemudian membuang keluar ruko apa saja yg bisa "mereka" lemparkan keluar,untuk memancing "massa" yang menonton disaat itu......(ahhhhh cukup sampai disini!)
(click to show)


Tony Gede:
Saat itu memang bagian hitam dalam sejarah Indonesia...

Alexander David  ツ:
Mereka tidak teriak2 "Saya akan memajukan Indonesia..."
Mereka tidak teriak2 "Saya akan relakan nyawa saya untuk ibu Pertiwi..."
Mereka tidak teriak2 "Saya lebih mahasiswa dari kebanyakan mahasiswa..."

Tapi 12 Mei 1998 mereka berhasil buktikan, walaupun hidup mereka tidak lama, walaupun tidak menjadi Presiden RI, mereka telah berhasil mengubah Indonesia hingga bisa maju seperti sekarang. Terima kasih adik2ku yg telah gugur demi demokrasi...

Tugas kalian sudah selesai, sekarang tugas kami, untuk menjaga demokrasi dan kebebasan yg sudah kalian berikan, merawat NKRI... untuk menjaga amanat rakyat di pemilu ini...
 
(click to show)


PS: Btw, if someone feel more comfortable, long vacation might be a good idea... I wont say anything to anyone like i did before (17 April). Thank you for your vote ❤️

Nawadi Zheng:
Salam hormat untuk adik-adik kelas dari Trisakti yang telah rela menyerahkan jiwa dan raga demi kemajuan dan kejayaan Bumi Pertiwi. Anda semua hebat.. Salute !

Tony Gede:
Sebenarnya saya yakin nggak ada di antara keempat rekan2 mahasiswa itu yg mau mati.

Mereka semua masih muda, masih punya banyak rencana ke depannya.  Mereka memang mau berjuang.  Tapi saya yakin mereka jg mau terus hidup.

Tpi yah tugas dan perjuangan mereka sudah selesai.

Tinggal kita yg masih hidup yg meneruskan perjuangan mereka.

Dan memastikan agar apa yg mereka perjuangkan waktu itu tidak mubazie.

hoetomo:
Sedih bacanya.Semoga arwahnya diterima disisi Tuhan.

Tony Gede:
Amin...

TMP2:
Salam hormat buat para sahabat.

Alamakkk:
Jadi teringat dulu karena gugurnya rekan mahasiswa Trisakti, memicu bertambah banyaknya perguruan tinggi yang berdemo turunkan Soeharto.
Tidak terkecuali PT kami di Jogja. Karena sudah ada korban, mahasiswa dan aparat tampak menahan diri agar tidak kisruh.
Hanya saja ketika aparat sudah bergerak merangsek beserta tembakan gas air mata dan water canon (dan pentungan tentu saja), kami serentak lari menyelamatkan diri. Tidak ada yang mau mati. Wajah orang tua terbayang di benak kami jika kami tewas saat itu. Kami lari bersembunyi di gedung kampus dengan pintu dikunci agar aparat yang menggedor-gedor pintu dengan pentungan dan tendangan, tidak bisa menyeret kami keluar. Setelah keadaan sudah tenang, baru kami bisa keluar dari gedung.

Tony Gede:
Waktu demo di Trisakti, sebenarnya para mahasiswa sudah berbalik utk masuk ke kampus secara damai.

Entah kenapa, tiba2 terjadi bentrokan, yang berujung kacau.

Akhirnya terjadilah peristiwa ini.

Yg saya ingat, waktu itu batas demarkasi kampus sudah tidak dihargai lagi sama aparat dlm bbrp demo sebelumnya.

Dan tidak juga dalam peristiwa Trisakti ini.

Sandi Wagabener:
Seandainya saya jadi Presiden, saya ingin sekali mereka yang gugur pada saat Reformasi diberi gelar pahlawan sebagai pahlawan reformasi.

Saya memang baru lahir setelah reformasi. Tapi saya tidak akan lupa cerita ayah saya yang menceritakan betapa kejamnya rezim Orde Baru.

Terima kasih untuk pencerahan sejarahnya Pak Tony ...

Tony Gede:
Keempat teman saya tersebut memang sudah diberi gelar Pahlawan Reformasi.

Tapi inti cerita saya di sini adalah untuk membagikan cerita masa kecil Hendriawan Sie sebagai seorang manusia biasa.

Setidaknya, ini agar kita semua mengingat dia sebagai sebagai manusia, bukan hanya sebagai catatan dalam sejarah Indonesia.

Sandi Wagabener:
Iya pak.

Saya memang baru lahir setelah Reformasi. Tapi cerita bapak membuat saya paham bahwa sampai kapanpun Orde Baru tidak boleh kembali berkuasa lagi.

Sandy Andreanus:
Saya liat dengan mata kepala sendiri pembakaran para penjarah thn 1998 di salah satu waralaba.. Lalu peristiwa semanggi saya juga ada disitu ikut bantu jebol pintu tol semanggi supaya orang2 bisa keluar dari kepungan gas airmata, malamnya kita dikepung di atmajaya banyak mahasiswa luka2 disitu.. Sesekali kedengeran tembakan katanya peluru karet, memangnya peluru karet kalo kena aspal ada percikan api ya?

Tony Gede:
Di peristiwa Semanggi?  Itu peluru tajam, sob.

Sepupu saya juga ada di situ waktu itu, dan dia sampai terpaksa ngumpet di balik pohon, karena suara2 peluru terus berdesing.

Dan dia kasitahu saya waktu itu, bahwa mahasiswa ditembaki peluru tajam, bukan peluru karet.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Hendriawan Sie Sobat Masa Kecilku yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/hendriawan-sie-sobat-masa-kecilku-FtJyMMHWS

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: