You Now Here »

Aksi 2122 Mei Ada Indikasi Rencana Pembunuhan Terhadap Presiden Ini Penjelasan Hukumnya  (Read 43 times - 31 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 18,124
  • Poin: 18.200
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




GustiMbotenSare:
Tolong penulis kasih pencerahan pasal berapa yang bisa menjerat zonk dan kudahnil dengan drama playing victimnya yang sangat menjijikkan agar segera meringkuk dipenjara

Akbar-NM:
Ini kalau saja mrk bnr melakukannya bang hehehe, maka jangan salahkan kami yg saat ini diam, menghancurkan mrk, kami kejar mrk dmnpun mrk berada. Hehehe mungkin akan byk berceceran darah. Itu pasti bang, tp Alhamdulillah sampai detik ini semua msh aman terkendali, bravo tni-polri, kejar mrk yg membuat provokasi tsb kenakan pasal 104 spt kata abang,

Tony Gede:
Inti pasal 104 itu bukan hanya soal aksinya.

Melainkan upaya makar dengan niat membunuh atau membuat kepala negara tidak bisa menjalankan fungsinya lagi. Bisa dengan menculik, misalnya, atau mencederai kepala negara dengan sangat parah.

Jadi walaupun aksi mereka belum sempat terlaksana, tapi berencana mencelakai seperti ini saja bisa dijerat pasal 104, sebenarnya.

Apalagi, situasinya, saat itu mereka katanya ikut demo utk menentang Jokowi terpilih kembali, dan mau menuntut Jokowi didiskualifikasi. Juga ada tuntutan2 utk ganti presiden, padahal presidennya masih sah memerintah.

Artinya, ini sudah mengarah ke pemaksaan yang tidak konstitutional, alias makar. Dan dalam upaya makar ini, ada yg berencana mencelakai / membunuh kepala negara.

Jadi, ini sudah memenuhi syarat utk dijerat dengan pasal 104, sebenarnya.

Dan hukumannya ga main2. Berkisar antara 20 tahun penjara, atau maksimal hukuman mati.

Marissa:
test

d8eeast:
TANYA: Bila Kepala Negara (Presiden) berhalangan tetap (meninggal), apakah langsung digantikan oleh Triumvirat? Bukankah masih ada Wakil Presiden? Ketika Kepala Negara/ Wakil berhalangan tetap, Triumvirat baru bekerja, sambil menunggu MPR memilih pemimpin yang baru?

edelia:
Menurut saya itu hanya isu pengalihan saja karena target utamanya sebenarnya bukanlah Jokowi tetapi BAWASLU. Strategi untuk memecah pusat kerusuhan telah diperhitungkan, dengan menghitung dan memperkirakan berapa jumlah aparat POLISI dan TNI yang akan terjun memback up disetiap titik pada kejadian malam hari tanggal 21 Mei 2019. Ketika aparat pengamanan mulai terpecah dengan otomatis pusat kendali pengamnan di areal BAWASLU juga akan berkurang dan selanjutnya ada kemungkinan akan ada gelombang perusuh tambahan yang mungkin jumlahnya lebih besar dan akan digerakkan untuk menyerang BAWASLU. Tidak mudah menyerang seorang kepala negara terkecuali terjadi kecerobohan atau skenario dari dalam pasukan pengaman dan pengawal predisen sendiri. Kira-kira seperti itulah pengamatan saya karena melihat bahwa kerusuhan tanggal 21 Mei 2019 tersebut terjadi pada beberapa titik yang tidak terlalu jauh dari areal BAWASLU.

Tony Gede:
Inti pasal 104 itu bukan hanya soal aksinya.

Melainkan upaya makar dengan niat membunuh atau membuat kepala negara tidak bisa menjalankan fungsinya lagi. Bisa dengan menculik, misalnya, atau mencederai kepala negara dengan sangat parah.

Jadi berencana mencelakai seperti ini saja bisa dijerat pasal 104, sebenarnya.

Apalagi, situasinya, saat itu mereka katanya ikut demo utk menentang Jokowi terpilih kembali, dan mau menuntut Jokowi didiskualifikasi.  Juga ada tuntutan2 utk ganti presiden, padahal presidennya masih sah memerintah.

Artinya, ini sudah mengarah ke pemaksaan yang tidak konstitutional, alias makar.  Dan dalam upaya makar ini, ada yg berencana mencelakai / membunuh kepala negara.

Jadi, ini sudah memenuhi syarat utk dijerat dengan pasal 104, sebenarnya.

Dan hukumannya ga main2. Berkisar antara 20 tahun penjara, atau maksimal hukuman mati.

Wanda Bagus Sebastian:
Siapa yang berani mencelakai presiden??? Ini terakhir kalinya masuk dalam catatan hitam #HikariNoMachi

Luky Thea:
Kok ending artikelnya malah modusin cwe nih sob ricky? Bs aj cari kesempatan dalam kesempitan. Ahahaha

Parto Suparto:
Siapa ya nama pengacara kondang yg ceweknya lumayan banyak itu.
Sepertinya sudah ada nih generasi penerusnya. Hehe...
Pernyataan Dahnil seword hoax bisa tidak itu cara biar kemping lagi dia di Polda.

Sam Dear:
mungkin ini yang disebut TMS, hahaha

Donny Rahardian:
Bom molotov itu bukan bom, tapi bensin dibotolin di kasih sumbu, mudah dibuat dan tidak perlu ketrampilan khusus, tidak meledak hanya efek membakar, ya dipakai saat demo, itu asrama brimob dibakar karena dilempar bom molotov.

Wanda Bagus Sebastian:
Molotov aslinya ada dari zaman Perang Dunia II. Ada, kok. Molotov bukan bom.

Tony Gede:
Tetep aja kalau dilempar ke Jokowi, bisa minimal luka bakar parah, mas Donny.

Inti pasal 104 itu bukan hanya soal membunuh.  Tapi makar dengan niat membunuh atau membuat kepala negara tidak bisa menjalankan fungsinya lagi.  Bisa dengan menculik, misalnya, atau mencederai kepala negara dengan sangat parah.

Jadi berencana mencelakai seperti ini saja bisa dijerat pasal 104, sebenarnya.

Dan hukumannya ga main2.  Berkisar antara 20 tahun penjara, atau maksimal hukuman mati.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Aksi 2122 Mei Ada Indikasi Rencana Pembunuhan Terhadap Presiden Ini Penjelasan Hukumnya yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/aksi-2122-mei-ada-indikasi-rencana-pembunuhan-terhadap-presiden-ini-penjelasan-hukumnya-fh9VSHL6f

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: