You Now Here »

Sedih Demokrasi Kita Yang Kebablasan Salah Siapa  (Read 34 times - 41 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 18,038
  • Poin: 18.114
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Sedih Demokrasi Kita Yang Kebablasan Salah Siapa
« on: May 29, 2019, 06:20:18 PM »




Alexander David ™️ ✅:
Yg di Ilustrasi itu benar2 kata pak Jokowi ? Kapan beliau mengatakan itu ?

Sayangnya kadang syarat tulisan di seword hanya dibatasi jumlah kata minimum, tapi tidak harus mencantumkan referensi. Padahal saat Hoax merajalela seperti ini, kita harus mendidik masyarakat untuk kritis dan mencari tahu mana tulisan yg bisa dipercaya : Salah satu cirinya ya mencantumkan referensi.

Dian:
Itu beneran di quote dari pidato pak Jokowi waktu acara partai Hanura kyknya sekitar Feb 2017. Coba di googling aja sob, kita sebagai pembaca jg harus cerdas. Aku jg setuju bgt ama pendapat sob @Donny Rahardian biar masyarakat bisa belajar debat secara waras dan objektif bukan debat kusir.

Alexander David ™️ ✅:
Iya sis, bukan masalah bisa cari atau tidak, IMHO itu harusnya sudah jadi tanggung jawab moral setiap penulis. Kecuali penulis memang berniat menyiksa para pembaca untuk belajar gunakan operator2 canggih di google. Seandainya dapatpun, kita tidak bisa share dengan menyertakan link di koment !!!

Misal ada yg share artikel Seword dan ada kamvret yg tanya... kita bisa ada pijakan data, masak jawabnya "Ga tahu tuh... aku cuma share doank..." Nanti lama2 orang kapok share artikel Seword. Rasanya sejak SMA saja buat tulisan sudah diajari untuk menyertakan referensi... atau sekarang sudah tidak lagi ?

Donny Rahardian:
Nah setuju, seword harus menjadi barometer info yg objektif,



walaupun bukan sebagai media berita, tetapi penulisan harus berdasarkan data yg sumber nya jelas, disaat suatu tulisan diperdebatkan pun, masyrakat bisa belajar debat secara waras dan objektif.

Alexander David ™️ ✅:
Iya benar sob... kita bisa mulai di sini... Sayangnya tidak semua penulis berani mempertanggung jawabkan tulisannya. Bahkan yg menulis di artikel "Kalau ada yg minta bukti akan saya tunjukkan..." Giliran aku minta, kabur dia... LOL. Aku gak pernah mau baca lagi tulisan orang itu.

guskadwar:
kebablasan juga karena peran para wakil yang tiap hari nyinyir di twiter dan menjadi penyebar HOAK

Oey Yung:
Utk para codots demokrasi itu berarti sebebas2nye tanpa batas..tanpa hkm..enak bener

TUgiyo:
Perlu diperjelas lagi dengan kata "khusus yg sepandangan dengan mereka"...kalo ga ya ga boleh...contoh aja itu orang baru ngatain bossnya sdh dicaci maki dilqporin polisi dipersekusi.

Oey Yung:
??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ????ya begitulah

rudi sasongko:
biasanya klo ada yg salah.... pasti salah JOKOWI.... knp bukan salah SBY... harus nya jelas salah SBY 10 thn jd presiden... nyisakan proyek makrak.... jd jarahan.. CODOT berkembang biak... HTI nyusup kemana mana... trus JK... cuman ceng nga ngas ceng ngeng ges...

TUgiyo:
Sby 10 tahun jadi presiden produknya adalah maraknya sinetron religi yang membodohi masyarakat. Yg terus berlangsung hingga saat ini, saya liat aja sampe kadang prihatin. Yg diajarkan bukannya pemahaman supaya orang bisa mikir tapi nakut2in kaya politik jualan mayat  yg kubur mleduklah. Yg mau dikubur mayatnya jatoh ke semak2 kek...dsbnya.
Tinggalan menkominfo yang ga paham fungsi internet cepat buat apa.

rudi sasongko:
Yoi brooo... menkomINFO yg parte sapi bkn? yg kesusupan HTI... sampe sekarang blm sepenuhnya bersih... msh bnyk CODOT disana...

TMP2:
Jauh lebih mudah mengusahakan suatu titik temu, kpd orang yg memang benar2 tdk bisa/mampu, dibandingkan kpd orang yg seolah2 bisa/mampu ato yg memang sdh tdk punya niat utk bisa/mampu.

Seperti menghadapi gerombolan pencoleng kekuasaan serta kaum pengguna dan penikmat SARA skrng ini yg selalu berlindung dibalik atas nama rakyat, agama dan akal sehat. Seperti kaum HTI yg tdk mengakui demokrasi tapi ikut bertarung menggunakan jalur ini.

Jalan satu2nya, mereka harus dipaksa utk kalah/berhenti !!

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Sedih Demokrasi Kita Yang Kebablasan Salah Siapa yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/sedih-demokrasi-kita-yang-kebablasan-salah-siapa-WfpAsMJ8pt

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: