You Now Here »

Gagal Bayar 91 Triliun Ganti Seluruh Pengurus Bpjs  (Read 104 times - 81 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 19,441
  • Poin: 19.517
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Gagal Bayar 91 Triliun Ganti Seluruh Pengurus Bpjs
« on: May 31, 2019, 06:05:32 PM »




Yuda:
yang bikin bangkrut BPJS itu sebenarnya cover penyakit yang unlimited, asuransi kesehatan premium macam AXA atau Prudensial aja dibatasi covernya lah BPJS unlimited ya bangkrut lah disuruh cover penyakit orang2 kaya. kalo orang miskin paling sakitnya pusing, meriang, batuk2 penyakit orang kaya sebiji obatnya Rp.20juta gimana ga deficit ??? ??? ??? ??? ??? ?????

johnny bejohn:
Yup. Betul sob. Gw tadinya juga berpikir sprt itu. Lha masalah penyakit yg berat2 yg biaya ratusan juta...dicover semua. Smntr bayar premi cuman 60-70ribu/bln....GIMANA GA BANGKRUT?? Betul....rakyat harus dijaga kesehatannya tapi ya tau diri juga bahwa kesehatan itu emang ga murah.

Benny Hutabarat:
Penyakit gak pilih2 orang, Oom...

Yuda:
kata siapa, suruh IDI buka data gwa jamin yang kena penyakit mahal yang biaya sebiji obatnya puluhan juta 80% orang kaya. orang miskin mah sakitnya receh

si memble:
Defisit terjadi krn banyak yg tidak disiplin bayar iuran, mungkin bisa lebih baik jika dalam  pengurusan surat2 spt ktp, kk, sim, pbb dsb, diminta untuk lampirkan bukti lunas iuran bpjs.

Ndemik:
Perbandingan dengan Jamkesmas,Jamkesda,yg total gratis tp tidak ditemui kendala gagal bayar.Tp BPJS yg full satu keluarga harus ikut dan harus bayar tp kok bisa gagal bayar? Bagaimana bisa,apakah karena orang kaya yg hanya karena batuk pilek mereka sudah buru" periksa ke rumah sakit?dibanding dg orang miskin yg belum mau periksa klo belum parah sakitnya?
Dan yg terjadi dibeberapa RS yg klaimnya belum terbayar terkadang karena mereka memberikan obat diluar yang ditanggung oleh BPJS,dg alasan biar cepet sembuh/cepet kluar dr RS.
Di lapangan juga ditemui masih banyaknya salah pengertian di masyarakat bahwa ada beberapa kasus yg tidak emergency yg harus dikenakan biaya,sedang pasien taunya udah bayar iuran ya harusnya sudah tidak ditarik biaya lagi,dan label emergency ini antara dokter dan petugas administrasi juga masih sering overlap. Dan kadang demi kemudahan bisa diatur kategori "emergency atau non emergency". Ini salah satu faktor masyarakat ga nau bayar iuran,taunya gratis tp bpjs mlh ga bisa dipake.
Aturan sekarang yg zonasi ini yg kemudian malah membuat kesulitan, bisa dibayangkan misal saya dirujuk ke RS A yg jauhnya smp 20km sementara dalam perjalanan saya sudah melewati 6 RS yg bertipe sama..
Belum lagi pendaftaran yg harus ambil nomor/daftar pagi" buta, sementara periksa masih nanti diatas jam 14.00 jadi dua kali harus datengi RS
Baru bbrp hari ini terjadi periksa di klinik A, harus ambil obat di apotik KF yg jarak dr klinik 2-3km.
Pake BPJS harusnya dimudahkan malah kesannya berat harus dipingpong kesana kemari..
"klopun 100% mau membayar tp tetap defisit..."Pengurus harus diganti semua, tanda mereka mmg ga mampu bandingkan dg Pemda yg baik" saja mengurus Jamkesda.Cara pembayaran mungkin harus bergandengan /disatukan dengan pajak listrik atau air yg tiap bulan masyarakat mau dan mampu membayar mesti terpaksa..

ebito:
Ada beberapa teman yang tidak mau lagi membayar iuran BPJS karena merasa dipersulit , berbelit2, dipingpong dll, Dan dia merasa lebih baik jadi pasien umum saja. Jadi BPJS seharusnya mawas diri ,tidak hanya menyalahkan masyarakat saja..Evaluasi juga besaran pengeluaran internal spt gaji, fasilitas dll apakah tidak terlalu njomplang dibanding dengan kinerjanya ?

Iq Jongkok:
Yang jawab enak yang dengar enek  ????

Donny Rahardian:
BPJS tidak bisa sebagai asuransi semata, lebih baik memiliki prasarana sendiri dari rumah sakit, dokter sampai obat obatan.


Tidak perlu memaksakan bekerja sama dengan RS Swasta lebih baik mengoptimalkan RSUD atau membesarkan Puskesmas bisa menekan dan mengontrol biaya.


dengan memakai RSUD, bisa berbagi biaya dengan Pemda, misal biaya kamar rawat inap ditanggung Pemda


Untuk obat2 an seluruhnya diproduksi BUMN Farmasi bisa mengurangi biaya obat2 an.

yebi tambarta:
yang pasti BPJs isinya kaum radikal koruptor.
yang mana ketahuanbdaribsistem online nya yg sengaja dibuat lumpuh, dan harus mengurus langsung pakai uang.
untuk orang orang kaya, jangan di kasih bpjs.
tarik pajak sebesar besat nya bagi pengusaha dengan perusahaan menggurita, selidiki apakah kemungkinan memakai atau meminjam nama orang lain, sanksinya hukuman mati.
karena mereka mereka inilah yang mengakali dana bpjs para pekerjanya dan mengakali pembayaran pajak penghasilannya.

Ndemik:
Klo dari tenaga kerja kayanya ga ada masalah yaa..

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Gagal Bayar 91 Triliun Ganti Seluruh Pengurus Bpjs yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/gagal-bayar-91-triliun-ganti-seluruh-pengurus-bpjs-oujX0IlYOf

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: