You Now Here »

Mudik Menemukan Kebahagiaan Yang Berbeda  (Read 80 times - 57 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 19,068
  • Poin: 19.144
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Mudik Menemukan Kebahagiaan Yang Berbeda
« on: June 13, 2019, 01:00:07 PM »




Sita W:
Saya tertarik lho dengan teori istrinya mas Alif 'Iya kalo cuma sehari dua hari mungkin masih bahagia, kalo harus hidup seperti itu sebulan rasanya gak siap'. Hmm kira-kira apa ya yg menyebabkan ini bisa terjadi? Pastinya karena kita sudah mengecap tingkat kehidupan lain yg lebih mewah, sehingga bisa membandingkan kenikmatannya. Kalo kita mengalami tingkat kemewahan yg lebih tinggi lagi, kemewahan yg kita miliki sekarang mah gak bikin betah juga hahaaa kalo dulu macet bertahun-tahun pas mudik kita masih ceria, tapi setelah merasakan mudik lancar lewat tol kita gak akan betah walau cuma macet 1 km. Jadi intinya ya bersyukur saja dengan apa yg maksimal bisa kita miliki sekarang ya, itu anugerah. Kalo dituruti terus kemewahan itu gak ada akhirnya, iya kalo berhasil mengikuti terus, kalo enggak ya bakalan stress, gak mungkin dong kita menggugat melalui MK, tapi mosok kita harus menggugat Tuhan? Heheheee

Edwin Hendra Kusuma:
Nggak harus ke arah kemewahan sih. Saya lebih cenderung melihat ke arah kemandirian. Bayangkan aja, sudah bertahun-tahun biasa mandiri dan membuat keputusan sendiri, tau-tau harus balik ke rumah ortu yang tentunya sedikit banyak akan ikut campur dalam keputusan yang kita buat. Nggak enak banget, kan.

Yadi Tang:



Ya benar juga. Hidup ini
tak pernah ideal. Tuhan sudah merumuskan taqdir begitu unik dan seru.
Rasanya, jarang sekali kita merasa puas sempurna dengan apa yang sudah
didapatkan. Tapi di situlah titik alasan agar kita bisa merenung dan
mensyukuri nikmatNya. 





setuju mas Alif kuncinya bersyukur

Sniper of Siantar:
Masih merasakan bagaimana mudik ke pinggiran danau Toba dan suasana dimana bisa berenang dan bermain di danau dan sekali-sekali bersama ompung (eyang) naik sampan mencari ikan saat subuh.
Anak serta keponakan bisa menikmati itu walaupun dalam kesehariannya mereka sudah bermain di permainan serba digital. Itu kebahagiaan buat mereka karena berada di sana hanya beberapa hari dan hanya bisa sekali setahun..dan mereka akan menagih untuk kembali ke sana.
Kekhawatiran awal bahwa anak dan keponakan dengan kondisi di tempat tujuan mudik akan menjadi masalah..ternyata justru orangtuanya yang jadi masalah karena kekhawatiran yang berlebih.

#mudikbukanpindah

TMP2:
Ternyata hanya dg melihat orang lain bahagia, sy sdh turut merasa bahagia yaa...

coblos01:
" Mungkin cukup beralasan kalau seseorang lebih memilih menikah dengan yang dicintai, dibanding dengan yang kaya dan mapan"


Kalo bisa sih, cinta, kaya, mapan, pinter, ganteng, baik, gentle, setia :D

Edwin Hendra Kusuma:
Mertua saya punya dua anak dan sudah SMP-SMA.



Jadi istrinya bung Alif anak yang masih SMP atau yang masih SMA?

At Heist:
Pasti maksud cak alif 2 anak itu yang masih tinggal bersama mertuanya, yang saya tangkap begitu.. :)

Edwin Hendra Kusuma:
Pastinya sih begitu. Cuma gak tahan aja untuk gak komen iseng, he-he-he...

Abu Delapan:
Mertua ruangannya kumuh dan terbatas.
Orang tua rumahnya kumuh dan terbatas.

Nun jauh disana
Menantu dan Anaknya tidur diruangan baik dan ber AC,
itu keadaan alamiah, lalu kenapa anak dan menantunya tidak membangun 1 kamar untuk digunakan saat mudik ? toh kamar tsb bisa digunakan mertua atau orang tua dihari2 biasa.

Aoakah memang jaman sudah waktunya berfalsafah :
orang tua kaya/mampu  anak jadi raja, sebaliknya anak kaya /mampu,  orang tua hanyalah baby sister semata.

Mirrrrrrriiiiiiiiiiiiiiiiiiis ... bahwa aku orang tua pula ....

hadi:
Perjalanan mudik dan balik belum ada, Mas Aif. Mungkin bakal dijadikan cerita tersendiri ya?
Salam bermudik-ria.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Mudik Menemukan Kebahagiaan Yang Berbeda yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/sosbud/mudik-menemukan-kebahagiaan-yang-berbeda-CYwsxD1mdV

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: