You Now Here »

Mk Harusnya Tegas Dong Konstitusi Ya Konsititusi Bukan Soal Keseimbangan  (Read 145 times - 110 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 20,465
  • Poin: 20.541
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




TMP2:
Dalam hal dan situasi tertentu, sikap bijak jauh lebih baik drpd sekedar benar dan berhak.

cak yadi:
Mungkin keputusan MK ini dikarenakan adanya ancaman yg diterima oleh salah satu hakim MK

Alexander David ™️ ✅:
Iya... ini pasti akan buat "gereget" banyak orang.
Saya mau share aja... yang saya tahu alasannya ada 2 :

1. Menerapkan hukum itu membutuhkan :  Kebijaksanaan. Tujuan hukum itu dibuat supaya 'everybody happy'. Lalu kalau menegakkan hukum malah akan membuat 'everybody not happy'.. lalu harus bagaimana ?? Saya juga baru belajar soal ini dari video interview mantan kepala Badan Intelijen Strategis TNI (BAIS) Laksamana Muda (Purn) Soleman B Ponto. Andai ini benar2 mengganggu @jemima_mulyandari:disqus atau teman2 saya sarankan menonton video dibawah (*)

2. Dulu pak Mahfud MD selalu mengatakan kalau MK "pasti" akan menolak laporan 02... setelah itu muncul suara "People Power"... Lalu dalam satu kesempatan di sebuah stasiun TV, pak Maruarar Siahaan, mantan hakim MK mengatakan harusnya jangan kita menutup kesempatan 02 untuk mengadu ke MK. Artinya, harapan itu harus ada, kecuali memang mau menciptakan situasi "nothing to loose". Sejak saat itu pak Mahfud MD berubah pendiriannya bukan ? Dari yang tadinya "tidak mungkin" menjadi "mungkin, tapi..." atau "mungkin, asal..."

Aku rasa semua ini memang sulit diterima, tapi akan bisa dipahami... bukankah hidup itu sangat jarang (kalaupun ada) hal2 yang "hitam - putih". So, be flexible and be faithful sob... apa lagi soal2 tertentu yg mungkin "high risk" atau sejenisnya.

That is life... enjoy it ???? Have a nice weekend to all...
 
(click to show)

(*) Video di YouTube berjudul "Pola Rusuh 22 Mei Mirip Peristiwa '98 Dan Mesir" - "Medcom id" Channel.

FAUZi:
Kali ini aku tidak setuju dengan Om...


A ya A dan B ya B itu yang harus di pegang,


Kita tidak boleh mengubah pendapat hanya untuk menyenangkan atau memberi harapan pada orang lain, apa yang kita yakini itu yang harus kita jalankan


Sama seperti pendapatku, berdemo turun ke jalan dengan massa adalah perbuatan biadab, tak bermoral, hanya kelas kecoa yang melakukan itu, apapun tujuannya, mau di monas atau di hongkong (soal RUU ekstradisi) tetap saja turun kejalan berdemo adalah kelakuan kecoa septik tank


Mengamen di pinggir jalan juga perbuatan hina dan merendahkan adab manusia,

Sama seperti pengemis, itu juga perbuatan rendah dan hina dina, dan menurut pendapatku, melonte lebih terhormat daripada mengemis, maka kalau ada perempuan mengemis di lampu merah aku suka buka jendela dan bilang "mending melonte mbak daripada ngemis'


Mengamen di pinggir jalan juga perbuatan hina dan merendahkan adab manusia, masih lebih terhormat menjadi mucikari sekalian..


Kembali ke soal MK, aku sepakat dengan mbak Jemima, tak bisa mengakomodir keinginan pihak manapunkalau tak sesuai aturan, adab dan apalagi pada sebuah lembaga dengan pedoman konstitusi.

Jadi malas mengikuti soal sidang MK ini, sudah keluar dari bidang permainan, ibarat main catur si benteng jalan serong diijinkan

Alexander David ™️ ✅:
1 + 1 = 2 itu benar... tapi 1 + 1 = 10 itu juga benar ! Kok bisa... karena beda konteks, beda situasi... yg satu persamaan basis desimal, yg lain basis biner. Kepastian matematika aja harus lihat konteks... Apa lagi soal kepastian lain2nya spt hukum sob...


A ya A, B ya B : Itu kalau dalam kenyataan ada konteksnya kan ? Fauzi di rumah dengan Fauzi di kantor, orangnya sama, tapi tidak benar2 sama kan ? Coba cari, apa ada sesuatu di alam ini yang benar2 mirip dalam segalanya ? Anak kembar saja tidak benar2 mirip. Dimensi itu tidak satu, ada ruang, waktu, dll...


Keyakinan kita bisa saja salah, aku masih tahap belajar... Yang aku yakini... sob Fauzi tidak setuju bukan ? jadi keyakinan kita itu bukan hal yg pasti benar dalam segala situasi... lihat konteksnya. Mungkin yg sekarang menurut kita benar, bisa jadi berubah suatu hari nanti.


Btw, bagaimana seandainya perempuan yg mengemis itu ternyata adalah seorang wanita dari kampung yg ke kota mencari suaminya yg tidak pulang2... lalu dia dicopet dijalan ? Atau uangnya habis tapi suaminya belum ditemukan ? Segala sesuatu itu pasti ada manfaat dan mudharadnya... kalau bisa
memilih, pilihlah yg paling banyak manfaatnya. Karena itu aku paling
suka dari "hukum Murphy" : Nothing is as easy as it looks.


Buatku justru ini makin menarik... Aku malah mau tahu sebijaksana apa MK. Sejauh ini, tidak ada aturan yg dilanggar kok sama MK... Permohonan diterima itu tidak berarti dikabulkan. Andai permohonan ditolak mentah2... lalu timbul suara baru "Lihat tuh MK Curang !!! Ayo Semua Turun Demo... !!! Pemerintah Dzolim ! Polisi Dzolim ! Hukum Dzolim !" Apa menurutmu itu lebih baik ? ... Itu menurutku lho sobat, jadi mungkin saja aku salah... ????


Yang jelas... bisa melakukan sesuatu bukan berarti harus. Seringkali justru kekuatan itu : kalau kita bisa mengontrol apa yg sebenarnya bisa kita lakukan, tapi memilih tidak melakukan. Benteng gak boleh serong, tapi gak tiap hal yg bisa dimakan harus dimakan bukan ? Mau masuk jebakan betmen hahaha... yang penting menang sob. Bukan soal adu banyak makan.

At Heist:
Secara umum, saya punya pandangan yang sama dengan penulis dan sependapat dengan pendapat @disqus_8U0hRXtlwc:disqus dan juga @disqus_Ij1fj2ZNqJ:disqus yang tidak saling sependapat.
Mari saja ajak semua untuk melihatnya dalam scoop yg lebih besar

Bahwa MK adalah tempat terakhir mencari keadilan ( terserah keadilan apa yang menjadi rujukan kita masing masing). Dan artinya tak ada lagi lembaga lain yang bisa dituju setelah keluar dari MK, karena keputusan MK adalah final dan mengikat.

Maka adalah satu kebijakan yang bagus menurut pandangan saya bahwa diantara ketegasannya ada kearifan dengan mempersilahkan salah satu pihak membacakan tuntutan yg bukan seperti yang diajukan pada awalnya. Saya tidak tahu apakah dengan kearifan yang katanya tidak sesuai dengan konstitusi tersebut, apakah mereka para hakim MK sudah melanggar konstitusi atau memang memungkinkan mereka membuat diskresi tertentu.
Yang jelas tujuannya untuk mencari kebenaran materi. Jadi jelas bukan pembenaran apalagi asumsi.

Bagusnya kebijakan MK adalah setelah revisi tuntutannya diijinkan dibaca oleh MK, maka nantinya setelah putusan MK selesai dan memenangkan 01, maka tak ada lagi hal yang bisa dikatakan oleh 02 tentang MK, tak bisa ada lagi celotehan buruk bahwa MK berpihak ke 01. Kalaupun masih ada hanya akan membuktikan bahwa mereka memang keturunan coro.

Alexander David ™️ ✅:
Terima kasih sob ???? ... Semoga akhirnya nanti seperti dugaanmu itu.


Aku yakin hakim MK itu bukan berani tidak tegas... saat pulang kemarin 02 diperintahkan bawa semua sisa bukti2 yg belum dibawa malam itu juga lho. Si El-Diablo sampai buat video kocak soal banyaknya ketiadaan barang2 bukti itu kemarin di tweeternya. Yang jelas ini tidak sesederhana itu, kita sebaiknya tidak berasumsi para hakim itu orang bodoh... apa lagi 9 orang... apa lagi pasti mereka dapat masukan dari banyak pihak yg kita tidak tahu


Gak sabar mau nonton kelanjutannya selasa nanti... mungki jadi seru kalau kebiasaan BW dkk tidak sengaja merendahkan lembaga lalu ditendang keluar ????

cak yadi:
Hakim MK menggunakan dasar
1. Secara umum dalam hukum acara sebelum diregistrasi, maka permohonan boleh diubah. Akibatnya penambahan/perbaikan permohonan boleh dibaca
2. Secara khusus dalam hukum acara MK perbaikan/penambahan permohonan dilarang
Karena pusing bin bingung maka hakim MK menjadi takberdaya, akhirnya menerima perbaikan/penambahan permohonan kubu 02 sambil berfikir lagi apakah pakai dali hukum acara umum atau hukum acara khusus.
Jika pd sidang berikutnya hakim MK pakai hukum acara umum, bisa dipastikan beberapa permohonan
02 akan diterima, tapi semoga saja tidak cukup membuat tjd PSU atau 01 didiskualifikasi

ASDFG:
Karena kita masih gamang bernegara. Hal-hal yang begitu sederhana untuk diputuskan bahwa itu sah atau tidak secara hukum menjadi mengambang atau diabaikan.

Ini menjadi satu alasan mengapa bangsa kita masih sulit untuk maju.

Contoh lain: bagaimana mungkin seorang Ratu Kampret Oplas mampu menipu puluhan dedengkot kampret bermodal oplas??? Maka, jalannya pengadilanpun layaknya mengadili bahwa jeruk bukanlah alpukat, melainkan pisang. Wajar menjadi berlarut-larut dan entah ke mana fokusnya, tidak ada yang bisa menebak.

Apa hal mendasar yang kurang dari manusia Indonesia? Kemampuan Logika atau Rasionalitas yang kurang sehingga hal-hal konyol menjadi sangat wajar atau dianggap layak dikonsumsi.

Alexander David ™️ ✅:
Hmm... bagaimana kok bisa menyimpulkan semua ini sederhana ? Coba deh baca koment aku di thread ini...
Kalau ditolak sekarang... bisa jadi akan rusuh, karena 02 ada alasan.
Kalau diterima sekarang... bisa jadi menghancurkan MK sendiri, karena tuntutannya memang aneh dan tidak berdasar.
Kalau tidak usah dijawab dulu... itu busa beri kesempatan para lawyer menjelasan dan beri pencerahan dulu ke masyarakat yg terinfeksi hoax.

##? ???:
Mungkin ada yg tergaplok duit cendama sis.. mangkanya jd gak tegas .... i just worry

Syafei Gunawan:
Sesudah syahwatnya tercurah, tenaganya terkuras, kalau sudah lemas tinggal ngegetokin ..... Sorry agak kasar

Bisro:
Biarkan semua berproses ,kualitatif dan kuantitatif sebagai objek perselisihan  ,memang bukan pertandingan sepakbola bisa langsung kartu merah atau pinalty.
Alur pemikiran hakim masing masing ada bagiannya. ??? ??? ??? ???

Iq Jongkok:
Hal demikian yang menyebabkan timbulnya ketidakpastian hukum, parahnya lagi ini hakim MK. Cuma mo dibilang bijaksana ????

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Mk Harusnya Tegas Dong Konstitusi Ya Konsititusi Bukan Soal Keseimbangan yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/mk-harusnya-tegas-dong-konstitusi-ya-konsititusi-bukan-soal-keseimbangan-6l2F2ev35o

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: