You Now Here »

Agama Vs Politik Mana Yang Lebih Penting  (Read 152 times - 111 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 20,037
  • Poin: 20.113
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Agama Vs Politik Mana Yang Lebih Penting
« on: June 16, 2019, 04:14:11 PM »




Alexander David ™️ ✅:
Jadi ingat cerita di Haul alm Gus Dur... Suatu ketika beliau melarang beberapa orang untuk masuk ke dalam DPR (Pak Mahfud, Ibu Khofifah dan saya lupa siapa lagi...), alasannya menurut beliau : Mereka itu bukan orang yg cocok karena "Politik itu kotor penuh kebohongan".


Ada orang yg berkata : Sejarah membuktikan ketika agama dan politik bertemu maka agama akan selalu menjadi korban. Agama yg akan dipaksa dan dijadikan alat legitimasi, untuk membenarkan tindakan (termasuk penindasan) penguasa / sekelompok golongan terhadap pihak lain. Itu sebabnya tidak ada negara agama yg benar2 bisa damai dan maju... semuanya semu, pemaksaan, otoriter.


Karena itu aku setuju PSI... tidak perlu ada perda2 berdasarkan agama (agama apapun di NKRI yg bhineka ini). Cukup jadilah politisi sekaligus pemeluk agama yg baik. Buktikan kalau politisi itu juga bisa jujur, tidak korupsi, amanah,... bukan cuma teriak2 agama, teriak bela agama, tapi tindakannya... Alquran dan dana haji saja tega dikorupsi. ???? Jadi apa mungkin keduanya berjalan bersama2 ? Entahlah sob...

kartika d.:
Kebebasan beragama di dalam pasal 29 sesungguhnya bisa diinterpretasikan / dimaknai sama dengan amandemen pertama bill of rights bahwa :


“… no man shall be compelled to frequent or support any religious worship, place, or ministry whatsoever, nor shall be enforced … in his body or goods, nor shall otherwise suffer on account of his religious opinions or belief; but that all men shall be free to profess, and by argument to maintain, their opinion in matters of religion, and that the same shall in no wise diminish, enlarge, or affect their civil capacities.”


Percuma saja menghilangkan perda agamis tanpa melihat pasal - pasal amandemen UUD yang selama ini seharusnya menjamin kebebasan beragama namun ternyata tidak mampu menangani masalah perpecahan agama. Lihat saja cara penyelesaian hukum penutupan rumah - rumah ibadah secara paksa oleh ormas, pengusiran warga karena beragama berbeda, dll. Demi persatuan Indonesia, bukankah lebih baik dikembalikan ke pasal 29 yang sebelumnya dan diberi elaborasi mengenai hak - hak beragama dibandingkan dengan memberi 1001 peraturan dan larangan mengambang seperti UU saat ini ?

Alexander David ™️ ✅:
Aku bukan rohaniwan sis... jujur aku tidak tahu apa sebenarnya yg salah... aturannya kah... atau penerapannya kah... atau mungkin karena makin banyaknya kelompok radikal, teroris dan intoleran di Indonesia.



Yang jelas aku tonton video di Youtube, kemarin (atau kemarin lusa) menhan pak Ryamizard bertandang ke kantor PBNU (videonya ada di NU Channel). Dari konpress setelah pertemuan itu... Aku yakin di pemerintahan pak Jokowi yg kedua ini akan ada langkah2  strategis dari pemerintah dan semua tokoh2 agama untuk mengatasi hal ini.

Review Suplemen Asli:
Tajam dan terpercaya, Gus Dur

Alexander David ™️ ✅:
Iya... beliau bilang kalau ke orang2 itu kalau mereka tidak cocok di DPR karena politik itu penuh kebohongan, entah karena alm Gus Dur pikir mereka tidak bisa bohong, atau beliau takut mereka jadi pembohong... entahlah.

Brian:
Agama sbg institusi HARUS dipisahkan dari pemerintahan dan politik. Jadi ke depannya tidak ada lagi kejadian-kejadian semisal organisasi keagamaan membuat pernyataan melarang memilih pejabat publik dengan alasan karena tidak se-agama.

Yang harus dilakukan dan diajarkan adalah membawa nilai-nilai kebaikan yang universal ke dalam praktik politik.

Will W.:
Agama dan politik haruslah elok. Jangan kek orang lagi melayat terus ngomong politik. Itu contoh jelas hal yg gak elok. Masa gak tahu.. oh camp red kapan tobatmu

Djimbul:
politik itu menjadi sesuatu yang kotor. Kotor karena perilaku politikusnya yang jauh dari nilai2 agama seperti BPN dan tim kuasa hukumnya.. Akibatnya dusta dan fitnah dalam politik itu biasa, mencaci orang lain biasa, menyikut orang lain itu biasa, korupsi itu biasa, saksi palsu itu biasa.

Djimbul:
PKS contoh partai agama yang bagus :) Korupsi, mesum, nonton b0k3p, dusta
FPI contoh ormas politik yang perfect :) hidup di RI dan dilindungi haknya oleh konstitusi, tetapi radikal ,cabul, fitnah dan biadabnya bercita-cita mengganti ideologi NKRI

Oey Yung:
Buat sy sih yg plg penting ya kemanusiaan ya...selama mns msh ada rasa kemanusiaan damailah bumi ini..tp jgn ngaku2 mns deh kl udh melewati batas2 kemanusiaan..malu2in mns baik lainnye

Djimbul:
agama itu mencakup seluruh aspek kehidupan tidak hanya ibadah,, ya sosial, politik, ekonomi,
 pendidikan, budaya, smuanya.  apapun aspek kehidupan harus dibingkai dengan nilai2 agama, sehingga terhindar dari kemudharatan dan kehancuran.

kartika d.:
Kecuali ketika sosial, politik, ekonomi, pendidikan, budaya dan semuanya itu berbenturan dengan kehidupan individu dengan agama yang berbeda. Tentu saja harus melihat semuanya dengan kacamata yang berbeda.
Harus diingat bahwa Indonesia tidak dibentuk oleh 1 agama saja di tahun 1945 seperti negara - negara timur tengah, Jepang ataupun negara - negara Eropa, melainkan melalui kooperasi dan komitmen daripada komunitas yang memiliki latar belakang yang berbeda seperti negara - negara demokrasi lainnya di benua Amerika. Melanggar komitmen UUD 1945 terutama yang relevan saat ini yakni pasal 29 adalah sama saja dengan menghilangkan identitas Indonesia sebagai negara majemuk yang menjamin kebebasan beragama dari pertama kali dibentuk.

Banyak yang salah kaprah mengenai pengertian demokrasi bahwa karena dibentuk oleh suara mayoritas, maka hanya hak mayoritas saja yang diperbolehkan untuk eksis. Padahal sebetulnya demokrasi itu mengharuskan mayoritas untuk memiliki obligasi besar untuk menjamin hak-hak minoritas karena minoritas lah yang menjamin cek dan balance di dalam kepemerintahan. Itulah perbedaan besar antara mobokrasi dan demokrasi.

Kimjongun:
Agama vs politik akan selalu jadi perdebatan abadi, karena nalar agama dengan logika umum ada kris kros nya tergantung siapa yg berkata dan siapa yg mendengar. Tapi semua bisa diputuskan oleh... Pemimpin... Makanya secara sejarah kita melihat ada negara yg menjadi sangat agamis, ada yg menjadi komunis ada yg menjadi liberal, moderat dst tergantung dari kekuatan pemimpinnya pada waktu itu. Masa atau rakyat biasanya cuma ngikut aja...

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Agama Vs Politik Mana Yang Lebih Penting yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/agama-vs-politik-mana-yang-lebih-penting-Q6etxCOlS8

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: