You Now Here »

Ryamizad Bela Kivlan Posisi Menhan Dari Militer Perlu Dikaji  (Read 55 times - 39 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 18,467
  • Poin: 18.543
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




aby:
Iya ya. Kenapa Pak riyakudu jadi bersikap membela kz. Memangnya kalau mantan gak bisa salah..?
Hormat tetep, pak. Tapi salah harus tetap diproses.

T39uh T39uh:
Jadi inget statement Ibu Conny (Pengamat Militer), tolong (buat oknum purnawirawan) jangan bawa2 korsa deh. Kalo sudah melanggar ya tetap harus di proses.

ASDFG:
Mengapa saya katakan egois dan dungu? Fanatisme institusi dibawa-bawa untuk mengorbankan kepentingan nasional, bahkan sebenarnya negara ini dalam keadaan agak genting.

Ternyata kita tidak ada bedanya dengan negara-negara shit holes di afrika sana seperti yang disindir oleh Trump.

nihayatur rohmah:
Makanya posisi penting seperti menhan jgn diambil dr militer lg bisa kacau klo masuk ranah hukum. Dr awal maunya saling melindungi. Pdal keselamatan bangsa terancam. Ini institusi kok lebih penting drpd negara

ASDFG:
Bisa saja ide itu dilakukan seperti di masa Gus Dur, tapi apakah efektif? Saya kira tidak karena persoalan mendasarnya bukan di situ.

Persoalan mendasarnya kembali kepada kesadaran rakyat mengenai apa itu militer, apa itu negara, apa itu HAM, dll.

Selama rakyatnya masih bodoh, yah... itu terus berlanjut.

ASDFG:
Lebih bagus NKRI itu tetap di bawah kendali Belanda daripada praktik bernegara malah makin bobrok dalam hitungan hari saja.

Negara ini diurus oleh banyak orang dungu dan egois.

Marzel:
Koq punya pikiran kaya gitu sob? Seburuk2nya management indo adalah lebih baik dikelolah oleh kita sendiri. Justru ini menjadi tanggung jawab dirimu, aku dan semua wara indo unt memperbaiki dan berkontribusi buat kemajuan bangsa. Jangan malah dikasih ke bangsa lain. Gimana sih ente sob?!

ASDFG:
Iya, jika berbicara secara nasionalisme ala sekarang, maka sanggahan Saudara dapat saya terima.

Tetapi, Nasionalisme bagi saya bisa saja dalam kerangka lain. Tidak ada masalah di bawah kendali Belanda daripada sudah 70 tahun lebih merdeka, tapi mengurus negara seperti baru merdeka.

NKRI itu bisa ada karena ada satu wilayah yang akhirnya dapat dipersatukan Belanda secara berangsur-angsur. Belum pernah ada satu masapun pengalaman sebagai satu bangsa sebelum itu.

Majapahit dan Sriwijaya hanya memiliki vassal atau negara-negara yang mengakui kedaulatannya sebagai negara induk. Hanya segelintir yang merupakan negara taklukan, paling juga di Jawa atau paling luas hingga Sumatra.

Biarkan NKRI di bawah Belanda yang lebih tahu dan berpengalaman mengurus Negara daripada sekempulan manusia dungu dan egois magang mengelola negara.

YouSuf Mohammed:
ga akan duduk untk periode ke 2

Edwin Hendra Kusuma:
"Tapi asal hormati, hormati karena dia tentara bintang dua. Kalau dia
diperlakukan tidak baik yang lainnya kan goyang nanti kita bahaya".



Di sini saya kok tidak melihat pembelaan Ryamizad ke Kivlan Zein ya. Yang saya lihat justru peringatan halus dari Ryamizad bahwa ada potensi resiko goyangan mengingat kasus ini ada sangkutannya dengan politik dan menyangkut seorang jendral purnawirawan yang pastinya sedikit banyak punya pendukung. Suka atau tidak, ideal atau tidak, ini fakta yang masih berlangsung di negara ini. Proses hukum terhadap Kivlan, berikut vonisnya kelak, harus benar-benar clear dan beyond any shadow of a doubt kalau tidak mau digoyang.

ASDFG:
Bukti sudah jelas untuk KZ. Tinggal kemauan untuk ungkap dalang utamanya yang masih ditahan-tahan karena banyak pihak yang terkait ke mana-mana, utamanya urusan ekonomi.

Sudah dari dulu ada kesan kuat bahwa sesama anggota atau mantan anggota institusi itu akan saling melindungi. Mengapa? Karena dosa-dosa di institusi itu sangat banyak dan besar dan hampir dapat dipastikan semua elite terlibat.

Ohya, ada yang percaya bahwa KORUPSI terbesar bisa jadi ada di institusi itu???

Edwin Hendra Kusuma:
Soal saling melindungi sesama anggota itu mungkin saja ada, apalagi kalau yang sejalan. Tapi jangan lupa kalau antar anggota juga saling sikut.


Kalu komen saya sih cuma menyoroti dan mencoba menafsirkan komentar Ryamizad itu dari sisi lain.

ASDFG:
Nah, semakin jelas apa yang saya yakini selama ini.

Tentara kita merasa sebagai warga negara istimewa dan harus diperlakukan beda di hadapan hukum.

Kedua, praktik bernegara kita memang morat-marit.

Masih ingat dengan gagahnya dia mengatakan "tidak menggubris atau menolak" surat permohonan Dhani Botak untuk hal yang sama???

Bukan saya pesimis, tapi memiliki kriteria sendiri dalam menilai kemapanan bernegara pasca Perang Dunia II.

NKRI tidak siap maju dan suka jalan di tempat untuk mundur lagi, lalu agak maju dan mundur lagi.... begitu seterusnya hingga akhirnya bubar.

Coba periksa tingkat kecerdasan Si RR itu? Dari sejak dia memimpin pasukan untuk operasi DM di masa Megawatt, saya sudah pesimis dengan kecerdasannya.

Yah, itulah NKRI... negaraku tercinta.

Marzel:
Doi sdh merasa bakal kena resuffel dibperiode ke dua ini. Gak dipake lagi sama Jokowo. Makannya mulai buat gara-gara. Keliatannya begitu... Liat aja nanti

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Ryamizad Bela Kivlan Posisi Menhan Dari Militer Perlu Dikaji yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/ryamizad-bela-kivlan-posisi-menhan-dari-militer-perlu-dikaji-ktq2vSsXJ9

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: