You Now Here »

Ryamizard Sudah Benar Wni Terlibat Isis Jangan Balik Lagi Berjuang Saja Sampai Mati  (Read 93 times - 100 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 20,012
  • Poin: 20.088
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Love NKRI:
Enak saja mo balik ke Indonesia. Sangat se7 dg Menhan, berjuang sj smpe mampus krn keyakinan mrk kl mampus msk surga.

Mrk sdh stateless, msk Indonesia berarti Penyusup.!!

stephan unke:
Menurut hemat kmi, biarkanlah mereka merasa bahagia disana...blm tentu mereka dipulangkan akan merasa bahagia.
Passport sdh mereka bakar...merekapun dgn suka rela meninggalkan Indonesia.
Relakanlah kepergiannya...

L Lawliet:
BIAR BERJUANG SAMPAI MATI...WKWKWKK rasain kau teroris.....kok tiba tiba jadi cemen....bukankah tadinya gagah berani membantu ISIS menegakkan negara khilafah

Andy Wijaya:
Wajib ditolak!!!

Sambal Nikmat:
Jumlahnya mirip sama anggota dpr yg di Indonesia aja jarang absen, apalagi yg udah jelas2 mangkir ga usah diterima lagi

Njoto:
Yg mau menerima dan menampung para penghianat negara adalah juga penghianat, waspadai penghianat2 negara yg sudah menyusup ke dalam lembaga negara, mereka2 ini sudah terpapar virus khilafah

kartika d.:
Saya heran dengan mereka yang mendukung anggota ISIS pulang. Sudah jelas mereka merenounce kewarganegaraannya sebagai syarat untuk masuk ISIS, mengapa masih dianggap sebagai WNI ? Mengapa juga harus dilabeli sebagai golongan tak berpendidikan yang gampang tertipu, padahal kebanyakan lulusan sarjana, memiliki jabatan lumayan tinggi makanya bisa membiayai tiket ke Turki dan pastinya sudah riset terlebih dahulu sebelum pergi ke wilayah panas peperangan. Menerima balita anak ISIS boleh saja, agar bisa diadopsi dan diedukasi oleh mereka yang lebih Indonesia untuk masalah kemanusiaan. Tetapi untuk mereka yang di atas 5 tahun, sudah didoktrin sebagaimana rupa, sudah mendarah daging dengan ajaran ISIS, mengapa harus diterima ?

Hades:
Pasport adalah tanda dan simbol kewarganegaraan dan kebangsaan, krn ada lambang negara pada pasport, kl udah dibanting/bakar.. Artikanlah sendiri..  Kok ludah dijilat kembali?

Fidi W:
Kalau Stateless, berarti bukan WN Indonesia... nggak usah dibahas..
Tapi kalau mereka mau kembali menjadi WN Indonesia.. lakukan saja proses permohonan menjadi WNI seperti WNA2 pada umumnya.... nanti tinggal diliat satu persatu, apa untungnya/keahlian mereka buat Indonesia...
Kalau berbicara HAM, kumpulkan saja mereka di Pulau Galang isolir.... nanti anak cucunya aja yg boleh keluar dari situ...

Sanggalaru:
Negara sudah punya alasan yg cukup utk menolak kepulangan para penghianat itu. HAM-HIM-HUM taik anjink hanya jdi panghambat penegakan hukum. Org yg melanggar/merebut/menghilangkan HAM org lain maka saat itu juga HAM baginya tdk berlaku lagi, itu baru adil. Kalaupun mau membela diri dari ancaman hukuman pidana jgn berlindung dibalik HAM. Siapa pun yg mendukung kepulangan para penghinant itu brarti dia juga patut dicurigai sbagai penghinat bangsa.

Julius Antonny (Toni):
Ini baru betul2 menhan mantap

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Ryamizard Sudah Benar Wni Terlibat Isis Jangan Balik Lagi Berjuang Saja Sampai Mati yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/ryamizard-sudah-benar-wni-terlibat-isis-jangan-balik-lagi-berjuang-saja-sampai-mati-ftWH1Ek4eb

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: